Kamis, November 19, 2009

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 75 TAHUN 2009 TANGGAL 13 OKTOBER 2009 KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SALINAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 75 TAHUN 2009 TANGGAL 13 OKTOBER 2009
KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010
A. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMA/MA

1. BAHASA INDONESIA SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Memahami secara kritis berbagai
jenis wacana tulis/teks nonsastra dan
nonteks (berbentuk grafik/tabel)
artikel, tajuk rencana, laporan, karya
ilmiah, teks esai, biografi, pidato,
dan berbagai jenis paragraf (naratif,
deskriptif, argumentatif, eksposisi,
dan persuasif).
2.
3.
Menulis
Mengungkapkan gagasan, pendapat,
perasaan, informasi dalam bentuk
teks naratif, deskriptif, eksposisi,
argumentatif, persuasif, teks pidato,
artikel, proposal, surat dinas, surat
dagang, rangkuman, ringkasan,
notulen, laporan, dan karya ilmiah
dengan mempertimbangkan
kesesuaian isi dengan konteks,
kepaduan, ketepatan struktur, ejaan,
pilihan kata, dan menyunting
berbagai jenis wacana tulis.
Kebahasaan
Menguasai berbagai komponen
kebahasaan dalam berbagai bentuk
tulisan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan ide pokok, fakta, dan opini paragraf
Menentukan rangkuman, kalimat pernyataan, dan
kalimat pertanyaan sesuai dengan isi paragraf artikel
Menentukan isi teks biografi
Menentukan jawaban pertanyaan dan simpulan teks
Menentukan masalah, opini, dan keberpihakan
penulis tajuk rencana
Menentukan pernyataan yang tepat dan simpulan isi
grafik/tabel
Menentukan persamaan isi dan gagasan penulis tajuk
rencana/editorial
Menentukan kalimat utama dan kalimat sumbang
dalam paragraf
Menentukan kalimat persuasif dalam teks pidato

Melengkapi paragraf deskriptif yang rumpang
Menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf eksposisi
Menentukan kalimat penjelas sesuai dengan topik
paragraf argumentasi
Melengkapi paragraf rumpang
Menentukan rangkuman dialog
Menentukan kalimat simpulan dalam notulen
Memperbaiki kalimat yang tidak efektif
Menentukan kalimat yang tepat dalam surat lamaran
pekerjaan
Menggunakan kata berimbuhan, frasa
Menentukan pola kalimat
Melengkapi kalimat dengan klausa
Menggunakan kata majemuk, kata
bermakna
konotasi, kata bermakna kias, dan kata bermakna
umum/khusus dalam kalimat
Memperbaiki ragam kalimat yang tidak resmi
1


2. BAHASA INDONESIA SMA/MA (PROGRAM IPA/IPS/KEAGAMAAN)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Memahami secara kritis berbagai
jenis wacana tulis teks nonsastra
berbentuk grafik, tabel, artikel, tajuk
rencana, laporan, karya ilmiah, teks
pidato, berbagai jenis paragraf
(naratif, deskriptif, argumentatif,
persuasif, dan eksposisi), serta teks
sastra berbentuk puisi, hikayat,
cerpen, drama, novel, biografi, karya
sastra berbagai angkatan dan sastra
Melayu Klasik.
2.
Menulis
Menulis, menyunting, dan
menggunakan berbagai jenis wacana
tulis untuk mengungkapkan pikiran,
gagasan, pendapat, perasaan, dan
informasi dalam bentuk teks naratif,
deskriptif, eksposisi, argumentatif,
teks pidato, artikel/esai, proposal,
surat dinas, surat dagang,
rangkuman, ringkasan, notulen,
laporan, resensi, karya ilmiah, dan
berbagai karya sastra berbentuk.
puisi, cerpen, drama, novel, kritik,
dan esai dengan mempertimbangkan
kesesuaian isi dengan konteks,
kepadanan, ketepatan struktur, ejaan,
pilihan kata, dan penggunaan
bahasa.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan isi dan bagian-bagian paragraf suatu
artikel
Menentukan unsur paragraf
Menentukan isi paragraf, simpulan paragraf, dan arti
istilah/kata dalam paragraf
Menentukan opini dalam tajuk rencana
Menentukan isi grafik, diagram, atau tabel
Menentukan unsur intrinsik dan isi hikayat sastra
Melayu Klasik
Menentukan unsur intrinsik cerpen
Menentukan unsur intrinsik novel
Menentukan masalah yang diungkapkan dan amanat
dalam drama
Menentukan maksud gurindam
Menentukan unsur intrinsik puisi
Menentukan isi kutipan esai

Menentukan kata penghubung yang tepat untuk
melengkapi paragraf
Menentukan kata serapan untuk melengkapi paragraf
Melengkapi paragraf dengan kata baku
Melengkapi paragraf dengan kata berimbuhan
Melengkapi paragraf deskipsi dengan kalimat yang
sesuai
Melengkapi paragraf deskripsi dengan frasa yang
sesuai
Melengkapi paragraf analogi
Memperbaiki kalimat simpulan generalisasi
Melengkapi paragraf sebab-akibat
Melengkapi silogisme dengan kalimat yang tepat
Melengkapi paragraf narasi
Menyusun kalimat acak menjadi paragraf
Melengkapi teks pidato dengan kalimat persuasif
Menentukan kalimat latar belakang karya tulis
Memperbaiki kalimat yang mengandung kata kias
dalam karya tulis
Menentukan perbaikan kalimat rancu dalam karya
tulis
Menentukan penulisan judul karya tulis yang tepat
Menentukan kalimat yang sesuai dengan konteks
surat (isi dan bagian/struktur) dan penulisan surat
lamaran pekerjaan
Menentukan kalimat resensi
Melengkapi puisi dengan larik yang bermajas
Melengkapi dialog teks drama dengan peribahasa
Menentukan kalimat kritik sastra

2


3. SASTRA INDONESIA SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Mengungkapkan pikiran, perasaan,
dan informasi dalam kegiatan
membaca cerita pendek, novel,
hikayat, puisi, dan drama.
2.
Menulis
Mengungkapkan pengalaman dalam
puisi, cerita pendek, drama, cerita
rakyat, menulis resensi, esai dan
kritik sastra serta menulis aksara
Arab Melayu.
3.
Kesastraan
Menguasai komponen-komponan
kesastraan dalam menelaah berbagai
karya sastra.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan unsur-unsur intrinsik novel
Menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen
Menentukan unsur-unsur intrinsik drama
Menganalisis hikayat (legenda, mite, sage, atau fabel)
Menganalisis isi dan penggunaan bahasa dalam puisi
Menentukan unsur ekstrinsik novel

Mengidentifikasi penulisan kata dalam aksara Arab
Melayu dan mengubah tulisan dalam aksara Arab
Melayu ke dalam aksara Latin atau sebaliknya
Melengkapi puisi dengan memperhatikan majas,
diksi, dan rima
Melengkapi kutipan cerpen
Memperbaiki kalimat yang tidak padu dalam kutipan
cerpen
Menentukan kalimat resensi
Melengkapi penulisan drama
Menentukan kalimat esai sastra
Menentukan kalimat kritik

Menganalisis isi dan unsur intrinsik puisi
Menentukan makna peribahasa dan ungkapan
Menganalisis unsur intrinsik cerpen
Menganalisis unsur ekstrinsik novel
3


4. BAHASA INGGRIS SMA/MA (PROGRAM IPA/IPS/BAHASA/KEAGAMAAN)
NO.
1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
LISTENING (Mendengarkan)
Memahami makna teks lisan
berbentuk teks fungsional pendek,
percakapan dan teks monolog
sederhana berbentuk naratif
(narrative, recount, news item) dan
deskriptif (report, descriptive,
explanation) dalam konteks
kehidupan sehari-hari.
2.
READING (Membaca)
Memahami nuansa makna di dalam
teks tertulis seperti teks fungsional
pendek dan esai berbentuk naratif
(narrative, recount, news item),
deskriptif (report, descriptive,
explanation) dan argumentatif
(exposition, discussion) dalam
konteks kehidupan sehari-hari.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu dan
informasi rinci dari sebuah percakapan
Memberikan respons yang tepat terhadap percakapan
yang berisi ungkapan simpati, rasa suka/tidak suka,
undangan, permintaan/ pemberian dan penolakan
izin, serta kepuasan/ ketidakpuasan yang
diperdengarkan
Menentukan gambar yang tepat sesuai dengan
informasi yang ada di dalam percakapan
Menentukan gambar yang sesuai dengan teks
monolog yang diperdengarkan
Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,dan
informasi rinci dari sebuah teks monolog yang
diperdengarkan

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,
informasi rinci tersurat, informasi rinci tersirat,
makna kata dari teks tertulis seperti teks fungsional
pendek berbentuk announcement
Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,
makna kata, tujuan komunikatif dari teks tertulis
fungsional pendek berbentuk letter
Menentukan informasi tertentu, gambaran umum,
makna kata, tujuan komunikatif dari teks tertulis
fungsional pendek berbentuk advertisement/brochure
Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,
informasi rinci tersurat, pikiran utama paragraf
tertentu, pesan moral, tujuan komunikatif, makna
kata informasi tersirat, rujukan kata dari teks tertulis
berbentuk essai narrative
Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,
informasi rinci tersurat, makna kata dari teks tertulis
berbentuk news item
Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,
informasi rinci tersurat, pikiran utama, makna kata,
informasi tertentu dari teks tertulis berbentuk recount
Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,
tujuan komunikasi, informasi rinci tersurat dari teks
esai berbentuk report
Menentukan gambaran umum, makna kata, informasi
tertentu, informasi rinci tersurat dari teks esai
berbentuk descriptive
Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,
tujuan komunikasi, informasi rinci, makna kata dari
teks esai berbentuk exposition
Menentukan gambaran umum, informasi rinci
tersurat, informasi tertentu, makna kata, informasi
tersirat dari teks esai berbentuk discussion
Menentukan gambaran umum, rujukan kata dari teks
esai tertulis berbentuk message

4


5. BAHASA ARAB SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Memahami berbagai ragam wacana
tulis sederhana dalam bentuk
paparan dan/atau dialog sederhana
tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga,
hobi/kegemaran, pekerjaan, wisata,
layanan umum (rumah sakit, kantor
pos).
2.
Menulis
Mengungkapkan pendapat, perasaan
dan pikiran secara tertulis dengan
menggunakan ungkapan
komunikatif, kosakata, dan struktur/
pola kalimat yang tepat tentang
identitas diri, kehidupan sekolah,
kehidupan keluarga, hobi/
kegemaran, pekerjaan, wisata,
layanan umum (rumah sakit, kantor
pos).
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan informasi dari bacaan/dialog sederhana
tentang identitas diri
Menjelaskan makna kosakata dalam percakapan
tentang identitas diri
Menentukan informasi dari bacaan/dialog sederhana
tentang kehidupan sekolah
Menjelaskan makna kosakata dalam bacaan tentang
kehidupan sekolah.
Menentukan informasi dari wacana sederhana tentang
kehidupan keluarga
Menjelaskan makna kosakata dalam percakapan
tentang kehidupan keluarga
Menentukan informasi dari wacana sederhana tentang
hobi / kegemaran.
Menentukan ungkapan/ta'bir tentang hobi /
kegemaran.
Menjelaskan makna kosakata dalam bacaan tentang
hobi/kegemaran.
Menentukan informasi dari wacana/dialog sederhana
tentang pekerjaan.
Menjelaskan makna kosakata/ungkapan dalam
bacaan tentang pekerjaan
Menentukan informasi dari wacana/dialog sederhana
tentang wisata.
Menjelaskan makna kosakata dalam bacaan tentang
wisata
Menentukan informasi dari wacana/dialog sederhana
tentang rumah sakit
Menjelaskan makna kosakata dalam bacaan tentang
rumah sakit
Menentukan informasi dari wacana/dialog sederhana
tentang layanan umum (kantor pos)

Menggunakan ungkapan-ungkapan tentang identitas
diri
Menggunakan kalimat dan ungkapan komunikatif
yang mengandung huruf jarr dan isim isyarah
Menyusun struktur/pola kalimat yang tepat yang
mengandung isim istifham, isim
mufrad/mutsanna/jama'
Menentukan ungkapan / ta'bir tentang
hobi/kegemaran.
Menyusun struktur/pola kalimat yang tepat dan
komunikatif tentang hobi / kegemaran
Menyusun struktur/pola kalimat yang tepat dan
komunikatif tentang pekerjaan.

5


NO.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menyusun struktur/pola kalimat yang tepat dan
komunikatif tentang wisata
Menggunakan ungkapan yang tepat dalam kalimat
sederhana tentang wisata
Menyusun struktur/pola kalimat yang tepat dan
komunikatif tentang seni budaya
Menggunakan ungkapan perintah dalam transaksi
dalam layanan umum (kantor pos)
6. BAHASA JEPANG SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Mengidentifikasi berbagai ungkapan komunikatif
Memperoleh informasi umum, informasi tertentu, dan
atau rinci dari wacana tertulis
Menyusun kalimat
Menentukan generik (kelompok) kata
Menentukan arti kanji
2.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Memahami berbagai ragam wacana
tulis sederhana dalam bentuk
paparan atau dialog tentang identitas
diri, kehidupan sekolah, kehidupan
keluarga, kehidupan sehari-hari,
kegemaran, pariwisata yang ditulis
dalam huruf kana (hiragana,
katakana) dan beberapa huruf kanji.
Menulis
Mengungkapkan pendapat,
perasaan/pikiran dan informasi
secara tertulis dengan menggunakan
ungkapan komunikatif, kosa kata
dan struktur/pada kalimat yang tepat
tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga,
kehidupan sehari-hari, kegemaran,
pariwisata yang ditulis dengan huruf
kana (hiragana, katakana) dan
beberapa huruf kanji.
Menentukan berbagai ungkapan/kalimat komunikatif
Menentukan kata kerja
Menentukan kata bilangan
Menentukan kata sifat
Menentukan kalimat tanya
Menentukan kata keterangan, kata sambung, kata
bantu, kata benda
Menentukan cara baca kanji yang tepat
Menentukan kanji yang tepat dari suatu kata yang
ditulis dalam hiragana
Menyusun kalimat
Menentukan generik (kelompok) kata
6


7. BAHASA JERMAN SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Memahami berbagai ragam wacana
tulis sederhana dalam bentuk
paparan dan atau dialog tentang
identitas diri, kehidupan sekolah,
kehidupan keluarga, hobby dan
waktu senggang, pekerjaan, wisata.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Memperoleh informasi umum, informasi tertentu dan
atau rinci dari wacana tulis dalam tema identitas diri
Memperoleh informasi umum, informasi tertentu dan
atau rinci dari wacana tulis dalam tema kehidupan
sekolah
Memperoleh informasi umum, informasi tertentu dan
atau rinci dari wacana tulis dalam tema kehidupan
keluarga
Memperoleh informasi umum, informasi tertentu dan
atau rinci dari wacana tulis dalam tema
kegemaran/hobi
Memperoleh informasi umum, informasi tertentu dan
atau rinci dari wacana tulis dalam tema pekerjaan
Memperoleh informasi umum, informasi tertentu dan
atau rinci dari wacana tulis dalam tema wisata

Menentukan ungkapan komunikatif /kosa kata yang
tepat dalam percakapan sederhana tema identitas diri
Menentukan ungkapan komunikatif/kosakata yang
tepat dalam percakapan tulis sederhana tema
kehidupan sekolah
Menentukan ungkapan komunikatif/kosa kata yang
tepat dalam percakapan sederhana tema kehidupan
keluarga
Menentukan ungkapan komunikatif/kosakata yang
tepat dalam percakapan sederhana tema
kegemaran/hobi
Menentukan ungkapan komunikatif/kosakata yang
tepat dalam percakapan sederhana tema pekerjaan
Menentukan ungkapan komunikatif/kosakata yang
tepat dalam percakapan sederhana tema wisata
2.
Menulis
Mengungkapkan pendapat, perasaan
dan pikiran secara tertulis dengan
menggunakan ungkapan
komunikatif, kosa kata dan
struktur/pola kalimat yang tepat
tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga, hobby
dan waktu senggang, pekerjaan,
wisata.
7


8. BAHASA PRANCIS SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Memahami berbagai ragam wacana
tulis sederhana dalam bentuk
paparan dan atau dialog, tentang
identitas diri, kehidupan sekolah,
hobi dan kegiatan di waktu
senggang, kehidupan keluarga,
pekerjaan, wisata.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan informasi dari sebuah wacana tulis
Menentukan simpulan dari sebuah wacana tulis
Menentukan gambar yang sesuai dengan pernyataan
yang diberikan
Menentukan gambar yang sesuai dengan kalimat
yang menyatakan keadaan
Menentukan sinonim/antonim dari kata yang
diberikan berdasarkan konteks
Menentukan kata ganti
Melengkapi
komunikatif
Menentukan
percakapan

ungkapan
dengan

yang
Ungkapan

menyatakan
2.
Menulis
Mengungkapkan pendapat, perasaan
dan pikiran secara tertulis dengan
menggunakan ungkapan
komunikatif, kosa kata dan struktur/
pola kalimat yang tepat, tentang
identitas diri, kehidupan sekolah,
hobi dan kegiatan di waktu
senggang, kehidupan keluarga,
pekerjaan, wisata.
jumlah/kuantitas
Menentukan gambar yang sesuai dengan kalimat
yang menyatakan keadaan suatu benda, seseorang
atau peristiwa
Melengkapi percakapan dengan ungkapan yang
menyatakan kepemilikan
Melengkapi percakapan dengan kalimat
négatif/interogatif
Melengkapi percakapan dengan ungkapan yang
menyatakan kala
9. BAHASA MANDARIN SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Membaca
Memahami berbagai ragam wacana
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan ejaan bahasa Mandarin (Hanyu pinyin)
tulis sederhana dalam bentuk paparan Menentukan kalimat yang tepat sesuai dengan
dan atau dialog tentang kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga,
kegemaran, wisata, pekerjaan.
2.
Menulis
Mengungkapkan pendapat, perasaan
dan pikiran secara tertulis dengan
menggunakan kosakata, ungkapan
komunikatif dan struktur/pola
kalimat yang tepat tentang identitas
diri, kehidupan sekolah, kehidupan
keluarga, kehidupan sehari-hari,
kegemaran, wisata, pekerjaan dan
layanan umum.
kaidah struktur bahasa Mandarin
Menentukan berbagai ungkapan yang tepat sesuai
dengan tema dari wacana
Menentukan jawaban dengan tepat, sesuai dengan isi
wacana

Menentukan unsur-unsur yang berkaitan dengan
penulisan aksara Han (Hanzi: bihua, bishun, bushou)
Menentukan kata benda, kata ganti, kata kerja, kata
bantu bilangan, kata bilangan, kata sifat, kata waktu,
kata bantu bertanya, kata sambung yang tepat sesuai
tema atau gambar yang disajikan
8


10. MATEMATIKA SMA/MA (PROGRAM IPA)
NO.
1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan negasi pernyataan yang diperoleh dari
penarikan kesimpulan
2.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami pernyataan dalam
matematika dan ingkarannya,
mampu menentukan nilai kebenaran
pernyataan majemuk, serta mampu
menggunakan prinsip logika
matematika dalam pemecahan
masalah.
Memahami konsep yang berkaitan
dengan aturan pangkat, akar dan
logaritma, fungsi aljabar sederhana,
persamaan dan pertidaksamaan
kuadrat, persamaan lingkaran dan
persamaan garis singgungnya, suku
banyak, sistem persamaan linear,
program linear, matriks, vektor,
transformasi geometri, barisan dan
deret, serta mampu
menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
3
4.
Memahami sifat dan atau geometri
dalam menentukan kedudukan titik,
garis dan bidang, jarak dan sudut.
Memahami konsep perbandingan,
fungsi, persamaan, dan identitas
trigonometri, melakukan manipulasi
aljabar untuk menyusun bukti serta
mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma
Menentukan kedudukan garis lurus terhadap grafik
fungsi kuadrat (parabola)
Menggunakan rumus jumlah dan hasil kali akar-akar
persamaan kuadrat
Menentukan persamaan kuadrat baru
Menentukan persamaan garis singgung lingkaran
Menentukan komposisi dua fungsi dan fungsi invers
Menentukan sisa pembagian atau hasil bagi
Menyelesaikan masalah sistem persamaan linear
Menyelesaikan masalah program linear
Menyelesaikan operasi matriks
Menentukan sudut antara dua vektor
Menentukan panjang proyeksi dan vektor proyeksi
Menentukan bayangan titik atau garis karena dua
transformasi
Menentukan fungsi invers dari fungsi eksponen dan
logaritma
Menentukan suku ke-n dari deret aritmetika
Menentukan unsur yang belum diketahui dari
hubungan deret aritmetika dan geometri.
Menghitung jarak dan sudut antara dua objek (titik,
garis, dan bidang) di ruang

Menggunakan aturan sinus dan kosinus untuk
menghitung unsur pada segi banyak
Menentukan volume bangun ruang dengan
menggunakan aturan sinus dan kosinus
Menentukan
trigonometri
himpunan
penyelesaian
persamaan
5.
Memahami konsep limit, turunan,
dan integral dari fungsi aljabar dan
fungsi trigonometri, serta mampu
menerapkannya dalam pemecahan
masalah.
Menghitung nilai perbandingan trigonometri dengan
menggunakan rumus jumlah dan selisih dua sudut
serta jumlah dan selisih sinus, kosinus, dan tangen

Menghitung nilai limit fungsi aljabar dan fungsi
trigonometri
Menentukan penyelesaian dari soal aplikasi turunan
fungsi
Menghitung integral tak tentu dan integral tertentu
fungsi aljabar dan fungsi trigonometri
Menghitung luas daerah dan volume benda putar
dengan menggunakan integral
9


NO.
6.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data, mampu
memahami kaidah pencacahan,
permutasi, kombinasi dan peluang
kejadian serta mampu
menerapkannya dalam pemecahan
masalah.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menghitung ukuran pemusatan dari suatu data dalam
bentuk tabel, diagram, atau grafik
Menggunakan kaidah pencacahan, permutasi, dan
kombinasi untuk menyelesaikan masalah yang terkait
Menghitung peluang suatu kejadian
10


11. MATEMATIKA SMA/MA (PROGRAM IPS/KEAGAMAAN)
NO.

1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan
majemuk
nilai
kebenaran
suatu
2.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami pernyataan dan
ingkarannya, menentukan nilai
kebenaran pernyataan majemuk,
serta mampu menggunakan prinsip
logika matematika dalam
pemecahan masalah yang berkaitan
dengan penarikan kesimpulan.
Memahami konsep yang berkaitan
dengan aturan pangkat, akar dan
logaritma, fungsi aljabar sederhana,
persamaan dan pertidaksamaan
kuadrat, sistem persamaan linier,
program linier, matriks, barisan dan
deret, serta mampu
menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
pernyataan
Menentukan ingkaran suatu pernyataan
Menentukan kesimpulan dari beberapa premis
Menyederhanakan hasil operasi bentuk pangkat, akar,
dan logaritma
Menentukan unsur-unsur grafik fungsi kuadrat
Menentukan persamaan grafik fungsi kuadrat
Menentukan fungsi komposisi
Menentukan fungsi invers dari fungsi sederhana
Menentukan hasil operasi aljabar akar-akar
persamaan kuadrat
Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat
Menentukan penyelesaian dari sistem persamaan
linear dua variabel
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
sistem persamaan linear dua variabel
Menentukan nilai optimum bentuk obyektif dari
daerah himpunan penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear
Merancang atau menyelesaikan model matematika
dari masalah program linear
Menyelesaikan masalah matriks yang berkaitan
dengan kesamaan, determinan, atau invers matriks
Menentukan suku ke-n atau jumlah n suku pertama
deret aritmetika atau geometri
Menghitung nilai limit fungsi aljabar
Menentukan turunan fungsi aljabar dan aplikasinya
3.
4.
Memahami limit dan turunan dari
fungsi aljabar serta mampu
menerapkannya dalam pemecahan
masalah.
Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data dan memahami
kaidah pencacahan, permutasi,
kombinasi dan peluang kejadian
serta mampu menerapkannya dalam
pemecahan masalah.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
kaidah pencacahan, permutasi, atau kombinasi
Menentukan nilai peluang dan frekuensi harapan
suatu kejadian
Menentukan unsur-unsur pada diagram lingkaran
atau batang
Menghitung nilai ukuran pemusatan dari data dalam
bentuk tabel atau diagram
Menentukan ukuran penyebaran
11


12. MATEMATIKA SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.

1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan ingkaran dari suatu pernyataan
Menentukan pernyataan yang ekuivalen dengan
pernyataan tertentu
Menentukan kesimpulan dari beberapa premis
2.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami pernyataan dan
ingkarannya, menentukan nilai
kebenaran pernyataan majemuk,
serta mampu menggunakan prinsip
logika matematika dalam
pemecahan masalah yang berkaitan
dengan penarikan kesimpulan.
Memahami konsep yang berkaitan
dengan aturan pangkat, akar dan
logaritma, fungsi aljabar sederhana,
persamaan dan pertidaksamaan
kuadrat, sistem persamaan linear,
program linear, matriks, barisan dan
deret, serta mampu
menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
Menentukan hasil operasi bentuk pangkat, akar dan
logaritma dengan menggunakan sifat-sifatnya
Menentukan unsur-unsur grafik fungsi kuadrat
Menentukan persamaan grafik fungsi kuadrat
Menentukan hasil operasi aljabar akar-akar
persamaan kuadrat
Menentukan persamaan kuadrat baru
Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat
Menyelesaikan sistem persamaan linear dua atau tiga
variabel
Menentukan sistem pertidaksamaan linear dari daerah
penyelesaian
Merancang dan menyelesaikan model matematika
dari masalah program linear
Menentukan nilai optimum suatu fungsi objektif
Menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan
sifat-sifat, operasi, determinan, atau invers matriks
Menentukan suku ke-n dan jumlah n suku pertama
dari deret aritmatika maupun deret geometri
Menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
kaidah pencacahan, permutasi, atau kombinasi
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
peluang kejadian
Menentukan unsur-unsur pada diagram lingkaran
atau batang
Menentukan ukuran pemusatan dari data pada tabel
atau diagram
Menentukan ukuran penyebaran
3.
Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data dan memahami
kaidah pencacahan, permutasi, dan
kombinasi, dan peluang kejadian,
serta menerapkannya dalam
pemecahan masalah.
12


13. FISIKA SMA/MA (PROGRAM IPA)
NO.
1.
2.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami prinsip-prinsip
pengukuran dan melakukan
pengukuran besaran fisika secara
langsung dan tidak langsung secara
cermat, teliti dan obyektif

Menjelaskan gejala alam dan
keberaturannya dalam cakupan
mekanika benda titik, benda tegar,
kekekalan energi, elastisitas, impuls,
dan momentum
3.
Menjelaskan prinsip dan konsep
konservasi kalor sifat gas ideal,
fluida dan perubahannya yang
menyangkut hukum termodinamika
serta penerapannya dalam mesin
kalor
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Membaca pengukuran alat ukur panjang (jangka
sorong) dan menentukan ketelitian hasil pengukuran
sesuai alat ukur yang digunakan
Membedakan besaran skalar dan vektor serta
menjumlah/mengurangkan besaran-besaran vektor
dengan berbagai cara
Menentukan besaran-besaran fisis gerak lurus
Menentukan berbagai besaran dalam hukum Newton
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Menentukan hubungan besaran-besaran fisis yang
terkait dengan gaya gravitasi antar planet
Menentukan letak titik berat dari berbagai benda
homogen
Menganalisis hubungan besaran-besaran yang terkait
dengan gerak rotasi
Menjelaskan hubungan usaha dengan perubahan
energi dalam kehidupan sehari-hari dan menentukan
besaran-besaran yang terkait
Menjelaskan sifat elastisitas benda dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari
Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan
hukum kekekalan energi mekanik
Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait
dengan hukum kekekalan momentum
Menentukan proses perpindahan kalor dan azas Black
Mendeskripsikan azas Bernoulli dalam fluida dan
penerapannya
Menjelaskan variabel-variabel pada persamaan
umum gas ideal
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
energi kinetik gas
Menentukan berbagai besaran fisis dalam proses
termodinamika pada mesin kalor
Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan
4.
Menerapkan konsep dan prinsip
optik dan gelombang dalam berbagai pengamatan menggunakan mikroskop/teropong
penyelesaian masalah dan produk
teknologi
Menjelaskan
berbagai
jenis
gelombang
elektromagnet serta manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari
Menentukan besaran-besaran dan sifat gelombang
berjalan
Menjelaskan terjadinya peristiwa interferensi dan
difraksi cahaya serta menentukan besaran-besaran
yang terkait dengan peristiwa tersebut
Menentukan intensitas dan taraf intensitas dari
beberapa sumber bunyi yang identik
Menentukan besaran-besaran yang menimbulkan
efek Doppler dan menentukan perubahan akibat efek
Doppler tersebut

13


NO.
5.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menjelaskan konsep dan prinsip
kelistrikan dan kemagnetan dalam
kerbagai masalah dan produk
teknologi.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan
hukum Coulomb dan medan listrik
Menentukan berbagai faktor yang mempengaruhi
kapasitas kapasitor keping sejajar
Menentukan hasil pengukuran kuat arus dan tegangan
listrik
Menggunakan hukum Ohm dan hukum Kirchoff
untuk menentukan berbagai besaran listrik dalam
rangkaian tertutup
Menjelaskan timbulnya medan magnet induksi di
sekitar kawat berarus dan menentukan besaran-
besaran yang mempengaruhinya
Menjelaskan timbulnya gaya magnet (gaya Lorentz)
dan menentukan besaran-besaran
mempengaruhinya
Menentukan kaitan besaran-besaran fisis
yang

pada
6.
Menjelaskan konsep dan prinsip
relativitas, teori atom, dan
radioaktivitas serta penerapannya.
peristiwa induksi Faraday
Menentukan besaran-besaran fisis pada rangkaian
arus bolak-balik yang mengandung resistor, induktor,
dan kapasitor
Membedakan teori-teori atom
Menjelaskan teori kuantum Planck dan kaitannya
dengan radiasi benda hitam
Menentukan besaran-besaran fisis pada reaksi inti
atom
Menentukan jenis-jenis zat radioaktif
mengidentifikasi
kehidupan
manfaat
radioisotop
dan
dalam
14


14. KIMIA SMA/MA (PROGRAM IPA)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menganalisis struktur atom, sistem
periodik unsur dan ikatan kimia
untuk menentukan sifat-sifat unsur
dan senyawa.
2.
3.
Menerapkan hukum-hukum dasar
kimia untuk memecahkan masalah
dalam perhitungan kimia.
Menjelaskan sifat-sifat larutan,
metode pengukuran dan terapannya.
4.
Memahami senyawa organik, gugus
fungsi dan reaksinya, benzena dan
turunannya, makromolekul serta
lemak.
5.
Menentukan perubahan energi
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Mendeskripsikan notasi unsur dan kaitannya dengan
konfigurasi elektron serta jenis ikatan kimia yang
dapat dihasilkannya
Memprediksi letak unsur dalam tabel periodik
Memprediksi jenis ikatan kimia/jenis interaksi
molekuler
Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan
dengan hukum dasar kimia
Menganalisis persamaan reaksi kimia
Menganalisis data daya hantar listrik beberapa
larutan
Mendeskripsikan konsep pH larutan
Menghitung konsentrasi asam/basa pada proses titrasi
asam basa
Menganalisis sifat larutan penyangga
Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
Menyimpulkan terbentuknya endapan/larutan dari
data Ksp
Menyimpulkan sifat koligatif larutan berdasarkan
data
Menganalisis diagram PT yang berkaitan dengan sifat
koligatif larutan
Menyimpulkan penerapan sifat koloid di dalam
kehidupan sehari-hari
Menyimpulkan penerapan konsep minyak bumi yang
berkaitan dengan efisiensi BBM
Mendeskripsikan senyawa turunan alkana
Mengidentifikasi senyawa benzena dan turunannya
Menganalisa data yang berhubungan dengan polimer
Mendeskripsikan makromolekul
Menyimpulkan peristiwa eksoterm/endoterm pada
dalam reaksi kimia, cara pengukuran peristiwa termokimia
dan perhitungannya.
Memahami kinetika reaksi,
kesetimbangan kimia, dan faktor-
faktor yang memengaruhinya, serta
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari dan industri.
Memahami reaksi oksidasi-reduksi
dan sel elektrokimia serta
penerapannya dalam teknologi dan
kehidupan sehari-hari.
Menentukan kalor reaksi
Menghitung laju reaksi berdasarkan data eksperimen
Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi
Menganalisis pergeseran kesetimbangan
Menghitung harga Kc/Kp
Mendeskripsikan persamaan reaksi redoks
Mendeskripsikan diagram sel volta
Menerapkan hukum Faraday
Mendeskripsikan fenomena korosi
6.
7.
8.
Memahami karakteristik unsur-unsur Mendeskripsikan mineral suatu unsur
penting, terdapatnya di alam,
pembuatan dan kegunaanya.
Mendeskripsikan sifat unsur golongan tertentu
Mendeskripsikan
kegunaannya

15
cara
memperoleh
unsur
dan


15. BIOLOGI SMA/MA (PROGRAM IPA)
NO.
1.
2.
3.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menjelaskan konsep-konsep
keanekaragaman hayati, prinsip-
prinsip klasifikasi, dan peranan
serta manfaat sumber daya alam
bagi kehidupan.

Menjelaskan ciri-ciri Virus,
kingdom Protista, Monera dan
Fungi serta peranannya bagi
kehidupan.
Menjelaskan ciri-ciri Plantae dan
Animalia serta peranannya bagi
kehidupan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menjelaskan kunci determinasi sederhana dan tata
nama binomial organisme pada keanekaragaman hayati
di Indonesia
Menjabarkan konsep keanekaragaman tingkat gen,
jenis, dan ekosistem

Mengidentifikasi Virus, Protista, Monera dan Fungi
serta peranannya bagi manusia
Mengidentifikasi
daur
hidup
dan
cara
4.
Menjelaskan hubungan antara
perkembangbiakan Plantae meliputi tumbuhan lumut,
tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji
Mendeskripsikan daur hidup Invertebrata
Membandingkan ciri-ciri hewan Chordata
Mendeskripsikan komponen ekosistem, aliran energi,
komponen ekosistem, aliran energi atau daur biogeokimia
dan daur biogeokimia serta
mengkaitkannya dengan
keseimbangan lingkungan dan
pelestariannya.
Menjelaskan struktur dan fungsi
sel serta mengkaitkannya dengan
struktur jaringan dan fungsi pada
sistem organ tumbuhan, hewan,
dan manusia.

Menjelaskan struktur dan fungsi
sistem organ pada organisme
hewan dan manusia serta
kelainan/penyakit yang mungkin
terjadi.
Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan dan
pelestariannya
5.
6.
Mengidentifikasi struktur dan fungsi sel
dan hewan.
tumbuhan
7.
Menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi proses
pertumbuhan dan perkembangan
yang terjadi pada tumbuhan
melalui pengamatan hasil
percobaan.
Mengidentifikasi jaringan dan organ pada tumbuhan
beserta fungsinya
Mengidentifikasi jaringan dan organ pada manusia
beserta fungsinya
Mendeskripsikan sistem gerak otot dan tulang pada
manusia
Mendeskripsikan sistem peredaran darah manusia dan
identifikasi gangguannya
Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan
identifikasi gangguannya
Mendeskripsikan sistem pernafasan pada manusia dan
identifikasi gangguannya
Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan
identifikasi gangguannya
Mendeskrispikan sistem regulasi pada manusia dan
identifikasi gangguannya
Mendeskripsikan sistem reproduksi pada manusia dan
identifikasi gangguannya
Menentukan faktor-faktor internal dan eksternal yang
mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan
Mengintepretasi percobaan pertumbuhan dan
perkembangan tanaman
16


NO.
8.
9.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Mendeskripsikan proses
metabolisme pada rantai
karbohidrat dan kemosintesis,
mengkaitkan proses tersebut
dengan metabolisme lemak dan
protein, dan memahami teknologi
yang berkaitan dengan
metabolisme.
Menjelaskan konsep dasar
hereditas, reproduksi sel dan
mutasi serta implikasinya pada
salingtemas.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Mengintepretasi percobaan-percobaan enzim dalam
metabolisme karbohidrat dan protein
Mendeskripsikan proses respirasi sel (proses
katabolisme karbohidrat, protein, dan lemak)
Mendeskripsikan peristiwa fotosintesis pada tumbuhan
beserta tahap-tahapnya.
Mendeskripsikan susunan nukleotida, DNA, RNA dan
kromosom
Menjabarkan proses sintesis protein
Menjelaskan tahap-tahap pembelahan mitosis dan
meiosis pada tumbuhan dan hewan
Mendeskripsikan hukum Mendel dan sistem
persilangan serta penyimpangan semu hukum Mendel
Mendeskripsikan peristiwa mutasi beserta contoh-
contohnya
Mendeskripsikan
pembuktiannya
teori
asal-usul
kehidupan
dan
10.
Menjelaskan prinsip teori evolusi
dan implikasinya pada
perkembangan sains.
11.
Menjelaskan prinsip, peran dan
implikasi Bioteknologi pada
salingtemas bagi masyarakat dan
lingkungan.
Menjelaskan fakta-fakta yang mendukung teori evolusi
Menjabarkan fenomena evolusi dan hubungannya
dengan kesetimbangan populasi
Menjelaskan dampak bioteknologi bagi masyarakat dan
lingkungan
Menjelaskan perkembangan bioteknologi konvensional
dan modern beserta contoh-contohnya
17


16. EKONOMI SMA/MA (PROGRAM IPS)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Memahami permasalahan ekonomi Mendeskripsikan kelangkaan, masalah pokok ekonomi,
dalam kaitannya dengan
kebutuhan manusia, kelangkaan
dan sistem ekonomi, konsep
ekonomi dalam kaitannya dengan
kegiatan ekonomi konsumen dan
produsen, permintaan, penawaran,
harga keseimbangan dan pasar.

Memahami kebijakan pemerintah
dalam bidang ekonomi, Produk
Domestik Bruto (PDB), Produk
serta bagaimana cara mengatasinya yang dilakukan
oleh konsumen dan produsen mengacu pada sistem
ekonomi
Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta
menentukan harga keseimbangan dengan tabel, grafik,
dan perhitungan matematika
Mendeskripsikan pasar barang dan pasar sumber
(input)
Mendeskripsikan konsep tentang PDB, PDB harga
berlaku, PDB harga konstant, Pendapatan Nasional,
inflasi serta fungsi konsumsi dan tabungan
2.
Domestik Regional Bruto (PDRB), Mendeskripsikan
Pendapatan Nasional (PN), inflasi,
konsumsi, investasi, uang dan
perbankan.
Memahami kondisi
ketenagakerjaan dan dampaknya
terhadap pembangunan ekonomi,
APBN dan APBD, perekonomian
terbuka, mengenal pasar modal.

Memahami penyusunan siklus
akuntansi perusahaan jasa.
uang,
bank,
dan
kebijakan
3.
4.
pemerintah di bidang moneter
5.
Memahami penyusunan siklus
akuntansi perusahaan dagang dan
penutupan siklus akuntansi
perusahaan dagang.
Mendeskripsikan ketenagakerjaan, pembangunan, dan
pertumbuhan ekonomi serta indikatornya
Mendeskripsikan APBN dan APBD, dan kebijakan
fiskal pemerintah serta sumber-sumber pembiayaannya
Mendeskripsikan perdagangan internasional, valuta
asing, dan pasar modal
Mendeskripsikan persamaan akuntasi
Mencatat transaksi perusahaan jasa dalam jurnal dan
buku besar
Membuat laporan keuangan perusahaan jasa
Membuat jurnal khusus, buku besar utama, dan buku
besar pembantu perusahaan dagang
Membuat jurnal penyesuaian dan membuat kertas kerja
perusahaan dagang
Membuat laporan keuangan perusahaan dagang dan
membuat jurnal penutup
Mendeskripsikan
termasuk koperasi
manajemen
dan
badan
usaha
6.
Memahami manajemen badan
usaha dalam perekonomian
nasional, pengelolaan koperasi dan Mengidentifikasi ciri-ciri seorang wirausahawan agar
kewirausahaan.
berhasil dalam bisnisnya
18


17. SOSIOLOGI SMA/MA (PROGRAM IPS)
NO.
1
2

3
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Mendeskripsikan interaksi sosial
sesuai dengan nilai dan norma
yang berlaku dalam masyarakat
Menjelaskan proses sosialisasi
dalam pembentukan kepribadian
Mengidentifikasi berbagai
perilaku menyimpang dan
pengendalian sosial dalam
masyarakat
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Mendeskripsikan interaksi sosial yang
teratur
berdasarkan nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat
Mengidentifikasi bentuk sosialisasi melalui berbagai
media dalam pembentukan kepribadian
Mengidentifikasi sebab terjadinya berbagai jenis
perilaku menyimpang dalam masyarakat
Mengidentifikasi fungsi berbagai jenis pengendalian
sosial yang dilakukan oleh lembaga pengendalian
sosial
4
Menjelaskan bentuk struktur sosial Menginterpretasi gambar struktur sosial vertikal dan
dan konsekuensinya terhadap
konflik dan mobilitas sosial
horizontal dalam masyarakat
Menjelaskan proses terjadinya berbagai bentuk konflik
dan cara mengatasinya
Mendeskripsikan struktur sosial masyarakat majemuk
dan pengaruhnya terhadap integrasi sosial
Mendeskripsikan proses mobilitas sosial melalui
berbagai saluran yang ada dalam masyarakat
Menjelaskan terbentuknya kelompok sosial dan
terjadinya kemajemukan dalam masyarakat
Menjelaskan perilaku primordialisme yang
berkembang dalam masyarakat multikultural

Menjelaskan gejala perubahan sosial yang terjadi serta
dampaknya bagi masyarakat
5
Menganalisis kelompok sosial
dalam masyarakat multikultural
6
7

8
Menjelaskan proses perubahan
sosial pada masyarakat dan
dampaknya terhadap kehidupan
masyarakat
Menjelaskan peran dan fungsi
lembaga sosial

Menyusun rancangan dan
melakukan penelitian sosial
sederhana
Mendeskripsikan fungsi lembaga sosial utama dalam
masyarakat

Mendeskripsikan kerangka rancangan penelitian sosial
Mendeskripsikan proses pelaksanaan penelitian sosial
serta kegunaan laporan hasilnya
19


18. GEOGRAFI SMA/MA (PROGRAM IPS)
NO.

1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menganalisis hakikat, objek, ruang Menjelaskan Menjelaskan penggunaan konsep dasar
lingkup, prinsip, konsep, aspek
dan pendekatan geografi.
Menganalisis dinamika unsur-
unsur geosfer serta kaitannya
dengan kehidupan manusia.
dan pendekatan Geografi dalam rangka memahami
fenomena geosfer
Mendeskripsikan proses perkembangan pembentukan
bumi
Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer
serta kaitannya dengan kehidupan manusia
Menganalisis fenomena yang terjadi pada pedosfer
serta kaitannya dengan kehidupan manusia
Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer
serta kaitannya dengan kehidupan manusia
Menganalisis fenomena yang terjadi pada hidrosfer
serta kaitannya dengan kehidupan manusia
Mendeskripsikan keaneka-ragaman flora dan fauna di
muka bumi sebagai potensi pendukung kehidupan
Mendeskripsikan
antroposfer
fenomena
yang
terjadi
pada
2
3
4
5
6
Menganalisis dinamika unsur-
unsur sosial dalam kehidupan
sehari-hari.

Menerapkan keterampilan dasar
peta/pemetaan dalam memahami
fenomena geosfer.
Memahami pemanfaatan citra dan
SIG sebagai media informasi
fenomena geosfer.

Menjelaskan perkembangan
wilayah.
Mendeskripsikan potensi industri sebagai pendukung
kehidupan manusia
Menerapkan keterampilan dasar pembuatan
peta/pemetaan fenomena geosfer

Menginterpretasi Penginderaan Jauh sebagai sumber
informasi fenomena geosfer
Mendeskripsikan Sistem Informasi Geografi sebagai
media informasi fenomena geosfer
Membedakan pola keruangan dan interaksi desa-desa,
desa-kota, dan kota-kota
Mendeskripsikan karakteristik suatu wilayah sebagai
pusat pertumbuhan di negara berkembang dan di
negara maju
20


19. SEJARAH BUDAYA/ANTROPOLOGI SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menjelaskan berbagai budaya
lokal, budaya asing dan hubungan
antarbudaya, serta dampak dari
keragaman budaya.
Menjelaskan proses dinamika
budaya dalam kaitannya dengan
integrasi nasional.
Mengidentifikasi peran bahasa dan
dialek dalam perkembangan
budaya Indonesia.
Mengidentifikasi keragaman dan
perkembangan seni dalam budaya
Indonesia (Seni rupa, seni sastra
dan pertunjukkan).
Menjelaskan keragaman
agama/religi/kepercayaan di
Indonesia serta hubungannya
dalam kehidupan masyarakat.
Memahami peran dan peranan
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Mendeskripsikan wujud budaya lokal dan budaya asing
Mendeskripsikan hubungan antarbudaya
Mendeskripsikan dampak keragaman budaya
Mendeskripsikan tentang dinamika budaya
Mendeskripsikan pewarisan budaya
Mendeskripsikan proses integrasi nasional
Mendeskripsikan keragaman bahasa, dialek, dan tradisi
lisan di Indonesia
Mendeskripsikan keragaman bentuk dan perkembangan
seni di Indonesia
Menjelaskan keragaman agama/religi/kepercayaan di
Indonesia
Menjelaskan peran dan penerapan IPTEK di Indonesia
IPTEK serta pengaruhnya terhadap Menjelaskan pengaruh IPTEK terhadap perkembangan
perkembangan budaya Indonesia. budaya Indonesia
21


B. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional Madrasah Aliyah (MA)
20. TAFSIR MA (PROGRAM KEAGAMAAN)
NO.
1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menjelaskan pengertian tarjamah, tafsir, dan takwil
Mengidentifikasi
takwil
perbedaan
tarjamah, tafsir, dan
2.
3.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami arti tarjamah, tafsir
dan ta'wil serta dapat
membedakan ketiga istilah
tersebut.
Memahami dan meyakini keaslian
dan kemurnian teks al-Qur'an
serta memahami proses penulisan
dan pengumpulan
al- Qur'an.

Memahami Nuzul al-Qur'an
dengan berbagai aspeknya.
4.
Memahami macam-macam tafsir
Menjelaskan bukti keaslian dan kemurnian teks
al-Qur'an
Menjelaskan proses penulisan dan pengumpulan
al-Qur'an
Menerangkan kondisi masyarakat Arab saat
al-Qur'an diturunkan
Menjelaskan pengertian Nuzul al-Qur'an
Menjelaskan berbagai cara turunnya al-Qur'an dan
menjelaskan hikmah turunnya secara berangsur
Menjelaskan perbedaan ayat-ayat Makkiyah dan
Madaniyah
Menjelaskan ayat yang pertama dan terakhir diturunkan
Menjelaskan macam-macam tafsir
dan mengenal beberapa kitab tafsir Menjelaskan berbagai contoh kitab tafsir sesuai dengan
sesuai dengan macamnya.
Memahami, mengetahui serta
menghayati macam-macam
bacaan/qiraat al Qur'an.

Memahami dan menghayati
kaidah-kaidah yang harus dikuasai
oleh mufassir.
macamnya
Menjelaskan pengertian qira'at
Menjelaskan
imamnya
macam-macam
5.
6.
qira'at
dan
imam-
Menjelaskan manfaat perbedaan qira'at
Menjelaskan pengertian dhamir; ta'rif dan tankir; ifrad
dan jamak; soal dan jawab; serta mutaradifat dalam al-
Qur'an
Mengidentifikasi penggunaan dhamir; ta'rif dan tankir;
ifrad dan jama'; soal dan jawab; serta mutaradifat
dalam al-Qur'an
22


21. HADIS MA (PROGRAM KEAGAMAAN)
NO.

1.
2.
3.
4.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menjelaskan pengertian ilmu
hadis, macam-macamnya, faedah
mempelajarinya dan menyebutkan
penyusunnya.
Menjelaskan sejarah
perkembangan hadis dari periode
periwayatan dengan lisan hingga
penulisan dan pembukuan hadis.
Menjelaskan macam-macam cara
penerimaan dan periwayatan hadis
(at-tahamul wa al-ada') dan lafal-
lafal yang digunakan untuk
meriwayatkan hadis (alfadz at-
tahamul wa al-ada').
Menjelaskan hadis mutawatir dan
hadis ahad.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menjelaskan pengertian ilmu hadis dan hal yang terkait
dengan pembagiannya, faedah mempelajarinya, serta
para penyusun ilmu hadis

Menjelaskan sejarah hadis pada periode nabi dan
sebab-sebab pembatasan periwayatan hadis
Menjelaskan sejarah hadis pada periode penulisan dan
pembukuan hadis
Menjelaskan cara-cara penerimaan dan periwayatan
hadis dan mengidentifikasi ungkapan yang
menunjukkan penerimaan dan periwayatan hadis
Menjelaskan dan mengidentifikasi lafal-lafal
penerimaan dan periwayatan hadis

Menjelaskan pengertian hadis mutawatir,
pembagiannya, beserta contohnya
Menjelaskan pengertian hadis ahad, pembagiannya,
beserta contohnya
5.
Menjelaskan hadis sahih, hadis Menjelaskan batasan hadis sahih dan contohnya
hasan dan hadis dha'if serta Menjelaskan batasan hadis hasan dan contohnya
klasifikasinya.
Menjelaskan hadis qudsi.
Menjelaskan batasan hadis dhoif dan contohnya
Menjelaskan batasan hadis qudsi dan contohnya
6.
7.

8.
Menjelaskan hadis maqbul dan Menjelaskan batasan hadis maqbul dan contohnya
hadis mardud.
Menjelaskan
pengertian
Menjelaskan batasan hadis mardud dan contohnya
ilmu Menjelaskan ilmu rijalul hadis
9.
rijalul hadis dan al-jarh wa al- Menjelaskan penerapan al-Jarh wa al-Ta'dil
ta'dil.
Menjelaskan biografi singkat para Menjelaskan riwayat hidup singkat para imam hadis
pentakhrij atau periwayat hadis. Menjelaskan pembagian jenis kitab-kitab hadis
23


22. FIQIH MA (PROGRAM KEAGAMAAN)
NO.

1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menjelaskan pengertian, objek
pembahasan, nama-nama, fungsi,
dan sifat Ilmu Kalam.
2
3
Menjelaskan aqidah pada masa
Nabi Muhammad dan faktor-faktor
yang menyebabkan timbulnya
Ilmu Kalam.

Menjelaskan aliran-aliran dalam
Ilmu Kalam, tokoh-tokoh dan
ajaran-ajarannya.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menjelaskan pengertian Ilmu Kalam dan objek
pembahasannya
Menyebutkan nama-nama lain Ilmu Kalam dan
menjelaskan sebab penamaannya
Menjelaskan fungsi Ilmu Kalam
Menjelaskan aqidah pada masa nabi Muhammad.
Menjelaskan aqidah pada masa Sahabat dan Tabi'in
Menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan
timbulnya Ilmu Kalam
Menjelaskan faktor-faktor penyebab timbulnya aliran-
aliran Kalam
Menjelaskan tokoh dan ajaran aliran Khawarij
Menjelaskan tokoh dan ajaran aliran Qadariyah dan
Jabariyah
Menjelaskan tokoh dan ajaran aliran Murji'ah
Menjelaskan tokoh dan ajaran aliran Mu'tazilah
Menjelaskan tokoh dan ajaran aliran Asy'ariyah
Menjelaskan tokoh dan ajaran aliran Maturidiyah
Menjelaskan tokoh dan ajaran aliran Salafiyah
4
Menjelaskan perkembangan aliran Mendeskripsikan kejayaan dan kemunduran aliran
Kalam Mu'tazilah dan Asy'ariyah.
Mu'tazilah
Mendeskripsikan kejayaan aliran Asy'ariyah
Mendeskripsikan faktor penyebab
kejayaan/
5
Membandingkan
persoalan pokok
kemunduran aliran Mu'tazilah dan Asy'ariyah
persoalan- Membandingkan pendapat aliran-aliran Kalam tentang
Ilmu Kalam kedudukan Iman dan Kufur
menurut aliran-aliran Kalam.
Membandingkan pendapat aliran-aliran Kalam tentang
kedudukan Wahyu dan Akal
Membandingkan pendapat aliran-aliran Kalam tentang
persoalan kehendak, kekuasaan dan perbuatan Tuhan
Membandingkan pendapat aliran-aliran Kalam tentang
persoalan kehandak, kekuasaan dan perbuatan manusia
Membandingkan pendapat aliran-aliran Kalam tentang
persoalan Kalamullah (Firman Allah)
Membandingkan pendapat aliran-aliran Kalam dalam
persoalan sifat-sifat dan zat Tuhan
24


C. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMK

23. BAHASA INDONESIA SMK
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami isi berbagai bentuk
wacana nonsastra seperti berbagai
teks bacaan dari media cetak,
laporan, petunjuk kerja, aturan,
otobiografi, biografi, grafik,
matriks, bagan, diagram, denah,
dan jadwal serta menanggapi
isinya secara kritis.
2.
Menulis proposal dan berbagai
jenis karangan, surat, dan
membuat berbagai laporan.
3.
Mengapresiasikan seni berbahasa
seperti iklan, lirik lagu, dan sastra
(teks prosa, puisi, dan drama).
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan isi dan unsur paragraf
Menentukan kalimat berbentuk opini
Menentukan jenis laporan
Menentukan isi petunjuk kerja
Menentukan isi riwayat hidup (biografi/otobiografi)
Menentukan isi grafik dan matriks
Menentukan tanggapan yang logis dan yang sesuai
dengan isi paragraf
Menentukan makna istilah dalam paragraf
Menentukan kalimat pertanyaan sesuai isi yang benar
Menyimpulkan isi laporan
Menulis/melengkapi karangan
Melengkapi bagian proposal
Menentukan kesesuaian bagian-bagian proposal
Menentukan jenis karangan
Menentukan kalimat yang menyatakan hubungan
perbandingan dalam paragraf
Menentukan penulisan kata dan pilihan kata (diksi)
Menentukan kerangka karangan
Menentukan kalimat efektif dalam karangan
Menyusun topik karangan yang diacak
Melengkapi paragraf rumpang dalam suatu karangan
Menentukan ungkapan berdasarkan ilustrasi karangan
Menentukan bagian-bagian surat berita keluarga
Menentukan jenis surat
Menentukan kalimat penutup surat permohonan
Menentukan isi surat perjanjian jual beli
Melengkapi bagian-bagian isi surat kuasa
Menentukan kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan
Menyunting kalimat laporan
Menyusun sebuah catatan kaki
Menentukan isi catatan hasil rapat
Menentukan isi prakata (kata pengantar)
Menentukan makna kalimat poster
Menentukan makna ungkapan dalam lirik lagu
Menentukan peribahasa sesuai ilustrasi
Menentukan unsur intrinsik dalam puisi
Menentukan unsur intrinsik penggalan cerpen, roman,
novel
Melengkapi naskah drama dan memahami isinya
Menentukan unsur ekstrinsik penggalan novel
25


24. BAHASA INGGRIS SMK
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
LISTENING (Mendengarkan)
Memahami makna dalam wacana
lisan interpersonal, transaksional
dan teks fungsional pendek
berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari, pekerjaan dan
keprofesian.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
PICTURE
-

-

-
Menentukan pernyataan lisan tentang kegiatan
yang sedang berlangsung, sesuai dengan gambar.
Menentukan pernyataan lisan tentang lokasi suatu
benda, sesuai dengan gambar.
Menentukan pernyataan tentang penampilan (ciri-
ciri fisik) seseorang, sesuai dengan gambar.
QUESTION- RESPONSE
-
Menentukan respons yang tepat terhadap ungkapan
saran, pilihan, undangan, dan arah/lokasi yang
diberikan secara lisan.
SHORT CONVERSATION
-
Menentukan gambaran umum, informasi tersurat,
informasi tersirat dari percakapan singkat tentang
perkenalan, kegiatan sehari-hari, rencana, dan
perbandingan yang diberikan secara lisan.
SHORT TALK
-

-
Menentukan gambaran umum dan informasi
tersurat dari sebuah iklan radio monolog singkat.
Menentukan gambaran umum dan informasi
tersirat dari sebuah pengumuman singkat yang
diberikan secara lisan.
2.
READING (Membaca)
Memahami makna dalam wacana
tulis interpersonal transaksional,
dan teks fungsional pendek
berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari, pekerjaan, dan
keprofesian.
INCOMPLETE DIALOGUE
-

-

-

-

-

-

-

-

-

-
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
hobi dan minat
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
penanganan tamu/percakapan ditelepon
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
kejadian masa lampau.
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
undangan
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
pujian
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
keluhan
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
perintah/permohonan
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
nasehat/saran
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
pengandaian
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
persetujuan/ ketidaksetujuan

26


NO.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
-

-

-

-

-
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
pemberian arah dan lokasi
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
kegiatan rutin/sehari-hari.
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
pemesanan
Menentukan ungkapan yang berhubungan dengan
suatu kemungkinan
Menentukan ungkapan yang berhubungan
dengan kemampuan seseorang/sesuatu

ERROR RECOGNITION
-

-

-

-

-

-
Menentukan
benda/orang
Menentukan
ungkapan

ungkapan
perbandingan

deskripsi benda
(adjective clause)
Menentukan ungkapan
yang
berhubungan
dengan penawaran/persuasi
Menentukan ungkapan deskripsi fisik seseorang
(physical appearance)
Menentukan ungkapan yang berhubungan
dengan pemberian/permohonan perizinan
Menentukan ungkapan yang berhubungan
dengan perasaan seseorang

READING COMPREHENSION
-

-
-
-
Menentukan informasi rinci tersurat, pikiran
utama, dan rujukan kata dari surat bisnis.
Menentukan gambaran umum, informasi rinci
tersurat, dan sinonim kata tertentu dari sebuah
tabel/diagram.
Menentukan pikiran utama, informasi tersurat,
dan sinonim kata tertentu dari teks singkat
tentang pengalaman kerja seseorang.
Menentukan gambaran umum, informasi rinci
tersurat, dan informasi tersirat dari sebuah teks
prosedur.
Menentukan gambaran umum, informasi
tersurat, dan rujukan kata dari teks singkat
tentang deskripsi sebuah benda/tempat.
-
27


25. MATEMATIKA SMK KELOMPOK TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN PERTANIAN
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan operasi bilangan real
dan menerapkannya dalam bidang
kejuruan.

Memecahkan masalah yang
berkaitan dengan fungsi,
persamaan fungsi linear dan fungsi
kuadrat.
Memecahkan masalah yang
berkaitan dengan sistem
persamaan dan pertidaksamaan
linear.
Menyelesaikan masalah program
linear.

Menyelesaikan masalah matriks
dan vektor serta menerapkannya
dalam bidang kejuruan.
Menghitung keliling dan luas
bangun datar, luar permukaan dan
volume bangun ruang serta
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
Menerapkan prinsip-prinsip logika
matematika dalam pemecahan
masalah yang berkaitan dengan
pernyataan majemuk dan
pernyataan berkuantor.
Menerapkan konsep perbandingan
trigonometri dalam pemecahan
masalah.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menghitung hasil operasi bilangan real (persen)
Menghitung hasil operasi bilangan berpangkat
Menyederhanakan pecahan bentuk akar
Menghitung nilai logaritma
Menentukan persamaan garis
Menggambar grafik fungsi kuadrat
9.

10.
11.
12.
Menyelesaikan masalah dengan
konsep peluang.
Menerapkan aturan konsep
statistik dalam pemecahan
masalah.

Menggunakan konsep limit fungsi
dan turunan fungsi dalam
penyelesaian masalah.
Menggunakan konsep integral
dalam penyelesaian masalah.
Menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan
linear satu variabel
Menyelesaikan masalah sistem persamaan linear dua
variabel
Menuliskan model matematika dari masalah program
linear
Menghitung nilai optimum dari progam linear
Menentukan hasil operasi matriks
Menentukan hasil operasi vektor
Menentukan besar sudut antara dua vektor
Menghitung keliling bangun datar
Menghitung luas bangun datar
Menentukan luas permukaan bangun ruang
Menentukan volume bangun ruang

Menentukan nilai kebenaran suatu pernyataan
majemuk
Menentukan negasi pernyataan majemuk
Menentukan invers, konvers, atau kontraposisi
Menarik kesimpulan dari beberapa premis
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan trigonometri
Mengubah koordinat kutub ke kartesius atau sebaliknya
Menentukan nilai perbandingan trigonometri dengan
menggunakan rumus jumlah dan selisih
Menghitung permutasi, kombinasi, dan peluang suatu
kejadian
Menghitung unsur-unsur pada diagram lingkaran atau
batang
Menghitung ukuran pemusatan
Menghitung ukuran penyebaran
Menentukan turunan fungsi aljabar
Menghitung nilai maksimum atau nilai minimum suatu
fungsi aljabar
Menghitung integral tak tentu dan tentu dari fungsi
aljabar
Menghitung luas daerah antara dua kurva
Menghitung volume benda putar
28


26. MATEMATIKA SMK PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI DAN PENJUALAN
NO.
1.
2.
3

4.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan operasi hitung pada
bilangan real dan dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
Menyelesaikan masalah
persamaan dan pertidaksamaan,
program linear, serta dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan matriks.
Mengaplikasikan prinsip-prinsip
logika matematika dalam menarik
kesimpulan serta dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan
Menyederhanakan pecahan bentuk akar

Menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan
linear dua variabel
Menentukan penyelesaian permasalahan program linear
Menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan
kuadrat
Menyelesaikan operasi matriks
Menentukan invers matriks
Menentukan invers, konvers, atau kontraposisi dari
suatu pernyataan
Menentukan kesimpulan dari premis-premis yang ada
sesuai hukum-hukum logika (modus tollens, dsb)
5.
Menyelesaikan masalah fungsi dan Menggunakan fungsi linear pada masalah di bidang
dapat menerapkannya dalam
bidang kejuruan.
Menerapkan konsep pola bilangan
dalam menyelesaikan perhitungan
barisan dan deret, serta terampil
menggunakannya untuk
menyelesaikan permasalahan
dalam bidang kejuruan.
Menghitung keliling, luas bangun
datar, dan dapat menerapkannya
dalam bidang kejuruan.
Menentukan banyak kemungkinan
dan besar peluang suatu kejadian,
serta dapat menerapkannya dalam
bidang kejuruan.
Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data serta dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.

Menerapkan konsep matematika
keuangan serta terampil
menggunakannya untuk
menyelesaikan permasalah dalam
bidang kejuruan.
kejuruan
Menghitung unsur-unsur pada grafik fungsi kuadrat
Menentukan rumus umum suatu barisan bilangan
Menyelesaikan masalah deret aritmetika
Menentukan suku suatu barisan geometri
Menentukan suku deret geometri tak hingga
6.
7.
8.
9.
10.
Menghitung keliling bangun datar
Menghitung luas bangun datar

Menghitung permutasi dari beberapa unsur
Menghitung kombinasi dari beberapa unsur
Menghitung peluang kejadian

Menghitung unsur-unsur pada diagram lingkaran atau
batang
Menghitung ukuran pemusatan
Menghitung ukuran penyebaran
Menghitung angka baku dan koefisien variasi
Menghitung bunga tunggal
Menghitung bunga majemuk
Menghitung rente
Menghitung anuitas
Menghitung penyusutan
29


27. MATEMATIKA KELOMPOK PARIWISATA, SENI DAN KERAJINAN, TEKNOLOGI
KERUMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL, DAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
NO.
1
2.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan operasi hitung pada
bilangan real dan dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.

Menyelesaikan masalah
persamaan dan pertidaksamaan,
matrik, dan program linear serta
dapat menerapkannya dalam
bidang kejuruan.
3.
4.
5.
Menghitung keliling, luas bangun
datar, dan dapat menerapkannya
dalam bidang kejuruan.
Menerapkan konsep pola bilangan
dalam menyelesaikan perhitungan
barisan dan deret serta terampil
menggunakannya dalam
menyelesaikan permasalahan
dalam bidang kejuruan.
Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data serta dapat
menerapkannya dalam bidang
kejuruan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan
Menghitung hasil operasi bilangan berpangkat,
logaritma, dan bentuk akar dengan menggunakan sifat-
sifatnya
Menentukan himpunan penyelesaian persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variabel
Menentukan hasil operasi akar-akar persamaan kuadrat
Menyusun persamaan kuadrat baru dengan
menggunakan sifat-sifat akar-akar persamaan kuadrat
tersebut
Menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan
kuadrat
Menyelesaikan permasalahan pada sistem persamaan
linear dua variabel
Menyelesaikan operasi matriks
Menentukan invers matriks berordo 2 2
Menentukan penyelesaian permasalahan program linear
Menghitung keliling dan luas bangun datar
Menyelesaikan permasalahan pada barisan dan deret
aritmetika
Menyelesaikan permasalahan pada barisan dan deret
geometri
Menyelesaikan permasalahan pada penyajian data
Menghitung ukuran pemusatan
Menghitung ukuran penyebaran
Menghitung angka baku dan koefisien variasi
30


D. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMP/MTs.

28. BAHASA INDONESIA SMP/MTs
NO.
1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
MEMBACA
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Membaca dan memahami berbagai Menentukan isi dan bagian suatu paragraf
ragam wacana tulis (artikel, berita,
opini/tajuk, tabel, bagan, grafik,
peta, denah), berbagai karya sastra
berbentuk puisi, cerpen, novel, dan
drama.
2
MENULIS
Menulis karangan nonsastra
dengan menggunakan kosakata
yang bervariasi dan efektif dalam
bentuk buku harian, surat resmi,
surat pribadi, pesan singkat,
laporan, petunjuk, rangkuman,
slogan dan poster, iklan baris, teks
pidato, karya ilmiah, dan
menyunting serta menulis karya
sastra puisi dan drama.
Menentukan kritik terhadap isi bacaan
Menentukan isi dan penyajian teks berita, opini/tajuk
Menentukan kalimat fakta/pendapat
Menyimpulkan isi paragraf
Menentukan isi tajuk
Menyimpulkan isi grafik, tabel, bagan, peta, denah
Menentukan unsur intrinsik puisi
Menentukan unsur intrinsik cerpen
Menentukan perbedaan unsur intrinsik beberapa novel
Menentukan unsur intrinsik drama

Menulis catatan pengalaman pada buku harian
Menentukan isi pesan singkat sesuai konteks
Menulis/menentukan paragraf laporan
Menulis/melengkapi surat pribadi
Menulis/melengkapi surat resmi
Menulis/menentukan rangkuman
Menulis/menentukan slogan
Menulis/melengkapi petunjuk melakukan sesuatu
Menulis/melengkapi kutipan pidato
Menentukan unsur karya ilmiah (perumusan
permasalahan karya ilmiah, latar belakang karya
ilmiah)
Menyunting kalimat, ejaan/tanda baca, pilihan kata
Menulis/melengkapi pantun
Menulis/melengkapi puisi
Menulis/melengkapi drama
31


29. BAHASA INGGRIS SMP/MTs
NO.
1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
READING (Membaca)
Memahami makna dalam wacana
tertulis pendek baik teks
fungsional maupun esai sederhana
berbentuk deskriptif (descriptive,
procedure, maupun report) dan
naratif (narrative dan recount)
dalam konteks kehidupan sehari-
hari.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan gambaran umum, informasi rinci tersurat,
informasi tersirat, makna kata/frasa/kalimat dalam teks
berbentuk "caution"
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk kartu
ucapan (greeting card)
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat teks berbentuk pesan pendek
(short message)
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat teks berbentuk undangan
(invitation)
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk
pengumuman (announcement)
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dari teks deskriptif
(descriptive)
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk
"recount".
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk
"procedure"
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk
"narrative"
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk label
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk laporan
(report)
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks iklan
(advertisement)
32


NO.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
2
WRITING (Menulis)
Mengungkapkan makna secara
tertulis teks fungsional pendek dan
esai sederhana berbentuk
deskriptif (descriptive, procedure,
maupun report) dan naratif
(narrative dan recount) dalam
konteks kehidupan sehari-hari.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan gambaran umum, pikiran utama,
informasi rinci tersurat, informasi tersirat, rujukan kata,
makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk surat
(letter)

Menentukan kata yang tepat untuk melengkapi teks
laporan (report) yang pendek.
Menentukan susunan kata yang tepat untuk membuat
kalimat
Menentukan susunan kalimat yang tepat untuk
membuat paragraph
33


30. MATEMATIKA SMP/MTs
NO.
1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menggunakan konsep operasi
hitung dan sifat-sifat bilangan,
perbandingan, aritmetika sosial,
barisan bilangan, serta
penggunaannya dalam pemecahan
masalah.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi
pada bilangan bulat
Menyelesaikan
bilangan pecahan
masalah
yang
berkaitan
dengan
Menyelesaikan masalah berkaitan dengan skala dan
perbandingan
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan jual-
beli
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbankan dan koperasi
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan
bilangan
Mengalikan bentuk aljabar
Menghitung operasi tambah, kurang, kali, bagi atau
kuadrat bentuk aljabar
Menyederhanakan
memfaktorkan
bentuk
aljabar
dengan
2
Memahami operasi bentuk aljabar,
konsep persamaan dan
pertidaksamaan linear, persamaan
garis, himpunan, relasi, fungsi,
sistem persamaan linear, serta
menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
3
Memahami bangun datar, bangun
ruang, garis sejajar, dan sudut,
serta menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Menentukan penyelesaian persamaan linear satu
variabel
Menentukan irisan atau gabungan dua himpunan dan
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan irisan
atau gabungan dua himpunan
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi
dan fungsi
Menentukan gradien, persamaan garis dan grafiknya
Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua
variabel
Menyelesaikan soal dengan menggunakan teorema
Pythagoras
Menghitung luas bangun datar
Menghitung keliling bangun datar dan penggunaan
konsep keliling dalam kehidupan sehari-hari
Menghitung besar sudut pada bidang datar
Menghitung besar sudut yang terbentuk jika dua garis
berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan
garis lain.
Menghitung besar sudut pusat dan sudut keliling pada
lingkaran
Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep
kesebangunan
Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep
kongruensi
Menentukan unsur-unsur bangun ruang sisi datar
Menentukan jaring-jaring bangun ruang
Menghitung volume bangun ruang sisi datar dan sisi
lengkung
Menghitung luas permukaan bangun ruang sisi datar
dan sisi lengkung
34


NO.
4
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami konsep dalam
statistika, serta menerapkannya
dalam pemecahan masalah.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan ukuran pemusatan dan menggunakan
dalam menyelesaikan masalah sehari-hari
Menyajikan dan menafsirkan data
35


31. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMP/MTs
NO.
1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan pengukuran
KEMAMPUAN YANG DIUJI
dasar Menentukan besaran fisika dan satuan yang sesuai
secara teliti dengan menggunakan
alat ukur yang sesuai dan sering
digunakan
sehari-hari.
dalam
kehidupan
Membaca alat ukur
2
Menerapkan konsep zat dan kalor
serta kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Menentukan salah satu variabel dari rumus =
m
v
Menjelaskan pengaruh suhu dan pemuaian dalam
kehidupan sehari-hari
Menentukan salah satu variabel dari rumus kalor
3
Menjelaskan dasar-dasar mekanika Membedakan jenis gerak lurus dan mengidentifikasi
(gerak, gaya, usaha, dan energi) terjadinya gerak tersebut dalam kehidupan sehari-hari
serta penerapannya
kehidupan sehari-hari.
4
Memahami
konsep-konsep
dalam Menentukan variabel dari rumus tekanan pada suatu zat
Menyebutkan perubahan energi pada suatu alat dalam
kehidupan sehari-hari
Menentukan besaran fisika pada usaha dan energi
Mengidentifikasi jenis-jenis pesawat sederhana serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

dan Menentukan salah satu besaran fisika pada getaran dan
penerapan, getaran, gelombang, gelombang
bunyi, dan optik dalam produk Menjelaskan
teknologi sehari-hari.
ciri
dan
sifat-sifat
bunyi
serta
pemanfaatannya.
Menentukan berbagai besaran fisika jika benda
diletakkan di depan lensa atau cermin
Menentukan besaran-besaran pada alat optik dan
penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari
5
Memahami konsep kelistrikan dan Menjelaskan terjadinya gejala listrik statis serta
kemagnetan serta penerapannya menentukan jenis muatan
dalam kehidupan sehari-hari.
Menentukan besaran fisika pada berbagai bentuk
rangkaian listrik
Menentukan besarnya energi dan daya listrik dalam
kehidupan sehari-hari
Menjelaskan cara pembuatan magnet serta menentukan
kutub-kutub yang dihasilkan
6.
Memahami sistem tata surya dan Menjelaskan karakteristik benda-benda langit dalam
proses yang terjadi didalamnya.
7.
Menjelaskan
ciri-ciri
dan
tata surya
Menjelaskan keterkaitan pasang naik dan pasang surut
dengan posisi bulan

Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup
Mengidentifikasi
makhluk hidup
ciri-ciri
pada
pengelompokan
keanekaragaman makhluk hidup,
komponen ekosistem serta
interaksi antar makhluk hidup
dalam lingkungan, pentingnya
pelestarian makhluk hidup dalam
kehidupan.
Menjelaskan interaksi antar makhluk hidup dalam
ekosistem
Menjelaskan usaha-usaha manusia untuk mengatasi
pencemaran dan kerusakan lingkungan
36


NO.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
8.
Mengaitkan hubungan antara
struktur dan fungsi
jaringan/organ-organ pada
tumbuhan dan manusia.
9.
Mengaplikasikan konsep
pertumbuhan dan perkembangan,
kelangsungan hidup dan
pewarisan sifat pada organisme
serta kaitannya dengan
lingkungan, teknologi dan
masyarakat.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Mengidentifikasi usaha manusia dalam melestarikan
makhluk hidup
Memprediksi hubungan antara kepadatan populasi
manusia dengan lingkungan

Menentukan jenis tulang/sendi/otot pada alat gerak
manusia beserta fungsinya
Menjelaskan sistem pencernaan dan enzim-enzim
yang berperan pada proses pencernaan
Menjelaskan sistem peredaran darah pada manusia dan
penyakit yang berhubungan dengannya
Menjelaskan proses pada sistem ekskresi (ginjal)
Menjelaskan sistem saraf pada manusia
Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan/organ pada
tumbuhan
Menjelaskan respons tumbuhan terhadap pengaruh
lingkungan luar
Menjelaskan proses fotosintesis dan percobaan-
percobaan tentang proses tersebut

Menjelaskan konsep perilaku makhluk hidup untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya
Menginterpretasikan hasil persilangan berdasarkan
hukum Mendel
Menjelaskan teknologi reproduksi yang tepat untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas organisme
disertai dengan contohnya
Menjelaskan pemanfaatan bioteknologi untuk
kehidupan manusia

Menentukan bahan kimia pada makanan yang
ditambahkan pada makanan
Mendeskripsikan
pada tubuh kita
pengaruh zat adiktif/psikotropika
10.
Menjelaskan bahan kimia alami
dan buatan yang terdapat dalam
bahan makanan dan pengaruhnya
terhadap kesehatan.
37


E. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMPLB

32. BAHASA INDONESIA SMPLB - B (Tunarungu)
NO.
1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan isi paragraf
Menentukan judul dan gagasan pokok suatu paragraf
2.
3.
4.
5.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami berbagai jenis wacana
non sastra yang berupa teks
bacaan, berbagai jenis paragraf
(narasi, deskripsi, argumentasi,
eksposisi).
Menyunting isi (ketepatan isi,
urutan isi), bahasa (berbagai kata,
gabungan kata, istilah, berbagai
struktur kalimat, kelengkapan
paragraf serta penggunaan ejaan
dan tanda baca).

Menggunakan kata, kalimat, serta
ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan atau dalam
bentuk karangan.

Mengapresiasikan karya sastra
yang berupa puisi, prosa fiksi dan
drama untuk memahami isi dan
merefleksikan isinya dalam
kehidupan sehari-hari.
Menggunakan kosa kata yang
bervariasi dan efektif dalam
bentuk paragraf narasi, deskripsi,
eksposisi, berbagai surat dalam
kehidupan sehari-hari.
Melengkapi kalimat dengan kata depan, kata sambung,
gabungan kata, kata ganti, kata tanya.
Melengkapi paragraf dengan kalimat yang tepat
Menyusun kalimat acak
Menggunakan huruf kapital
Menggabungkan dua kalimat tunggal menjadi kalimat
majemuk
Menentukan sinonim, antonim, dan homonim dari kata
yang ada dalam kalimat
Menentukan pemenggalan kata, kalimat secara tepat
Menentukan penulisan kalimat secara tepat
Menentukan pemakaian tanda koma, tanda titik
Menentukan isi puisi
Menentukan unsur intrinsik cerita
Menentukan arti ungkapan dan peribahasa
Menentukan kata yang bermakna konotasi

Menentukan bagian-bagian surat pribadi dan surat
resmi
Menentukan kesesuaian penggunaan bahasa dan EYD
dalam surat
38


33. BAHASA INDONESIA SMPLB - A, D, DAN E (Tunanetra, Tunadaksa ringan, dan Tunalaras)
NO.

1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami berbagai ragam
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Memahami isi bacaan
wacana lisan yang berupa gagasan, Menentukan kalimat pendapat dan kalimat fakta
pandangan dan perasaan orang lain Menentukan tema, isi, serta judul bacaan
secara lengkap. Menyusun kalimat acak
Menyunting bahasa (berbagai kata, Mengartikan kata berawalan ber-, dan di-
gabungan kata, berbagai struktur
kalimat, kepaduan/ kelengkapan
paragraf serta penggunaan ejaan
dan tanda baca).
2.
3.
Menggunakan kata, kalimat, serta
ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulis.
4.
Mengekspresikan karya sastra
yang berupa puisi, prosa fiksi, dan
drama untuk memahami isi dan
merefleksikan isinya dalam
kehidupan sehari-hari.
Menentukan kalimat larangan, kalimat perintah,
kalimat tanya
Melengkapi kalimat
Menentukan kalimat permohonan dan ingkar
Menentukan kalimat wawancara
Menentukan kata serapan dan istilah
Menentukan kata baku, ejaan dan tanda baca
Mengurutkan kalimat/teks pidato
Menentukan tanggal surat
Menentukan kata sapaan dan kata tanya
Melengkapi dialog, ucapan selamat dan pemberian
maaf
Menentukan kalimat berobyek
Menentukan kata khusus dan kata ulang
Menggunakan ejaan, huruf kapital, dan penulisan gelar
Menentukan kata bermakna konotasi, peribahasa,
ungkapan dan gaya bahasa
Menentukan isi, latar, tema, serta pesan dan jenis
puisi/novel
Menggunakan gaya bahasa
Menentukan isi/pesan pantun
Melengkapi pantun
39


34. BAHASA INGGRIS SMPLB - B (Tunarungu)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
READING (Membaca)
Memahami makna dalam wacana
tertulis, interpersonal dan
transaksional sederhana secara
formal dan informal dalam
konteks kehidupan sehari-hari.
2.
WRITING (Menulis)
Mengungkapkan perasaan,
kehendak, pendapat, pengalaman
secara tertulis dalam wacana
interpersonal dan transaksional
sederhana secara formal maupun
informal dalam konteks kehidupan
sehari-hari.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan tata boga
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan tata busana
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan komputer
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan otomotif
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan cetak sablon
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan menghias kain/bordir
Menggunakan berbagai ungkapan komunikatif
Menentukan informasi rinci dari teks fungsional
pendek berbentuk pengumuman/ label/pesan/kartu
ucapan
Menemukan informasi tertentu
Menentukan makna kata

Menggunakan berbagai jenis kata sesuai dengan tata
bahasa
Menggunakan berbagai ungkapan komunikatif
Menentukan susunan kalimat
Melengkapi kalimat rumpang dengan tata bahasa yang
sesuai
40


35. BAHASA INGGRIS SMPLB - A, D, DAN E (Tunanetra, Tunadaksa ringan, dan Tunalaras)
NO.

1.
2.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
READING (Membaca)
Memahami makna teks tulis
berupa teks fungsional pendek
(pengumuman, label dan lain-lain)
yang ditemukan dalam berbagai
konteks, situasi dan berbagai jenis
teks (naratif, deskriptif dan
sebagainya) yang menggunakan
bahasa sangat sederhana.
WRITING (Menulis)
Mengungkapkan makna secara
tertulis dalam berbagai teks
fungsional pendek (pesan, kartu
ucapan dan sebagainya) yang
digunakan dalam berbagai
konteks, situasi serta menulis
berbagai jenis paragraf (naratif,
deskripstif dan sebagainya) yang
menggunakan bahasa sangat
sederhana.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan pesan utama dalam teks fungsional
pendek berbentuk pengumuman dan atau label dan
monolog berbentuk naratif dan atau deskriptif
Menentukan informasi rinci dari teks fungsional
pendek berbentuk pengumuman dan atau label dan atau
monolog berbentuk naratif dan atau deskriptif
Menentukan makna kata dan atau ungkapan dalam
konteks

Menentukan susunan kalimat
Menggunakan berbagai jenis kata sesuai dengan tata
bahasa yang benar
Menentukan kata kerja dan atau perubahan bentuk kata
kerja sesuai dengan tenses
Melengkapi kalimat dengan tata bahasa yang sesuai
Melengkapi kalimat rumpang dengan jenis kata sesuai
tata bahasa yang benar
41


36. MATEMATIKA SMPLB-B (Tunarungu)
NO.
1
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menyatakan notasi himpunan dan penyajiannya
Menentukan hasil operasi antara dua himpunan
2
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami konsep dan operasi
himpunan, serta mampu
menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Melakukan operasi hitung bilangan
dan bentuk aljabar sederhana serta
mampu menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
3
Memahami sifat dan mampu
menghitung besaran-besaran yang
terkait dengan bangun geometri.
4
5
Melakukan perhitungan
untung/rugi dan persentase dalam
perdagangan.
Menginterpretasikan hubungan
antara waktu, jarak, dan kecepatan
serta mampu menggunakannya
dalam pemecahan masalah.
Menghitung operasi aritmetika sederhana pada bentuk
aljabar beberapa bilangan bulat
Menentukan KPK dan FPB dari dua atau tiga bilangan
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan skala
dan perbandingan
Mengubah bentuk pecahan tertentu ke pecahan lainnya
Menghitung operasi tambah, kurang, kali atau bagi
pada pecahan
Menentukan jenis sudut dan besarnya
Menentukan hubungan antarsudut atau besar sudut
yang terbentuk jika dua garis sejajar berpotongan garis
lain
Menentukan jenis-jenis segitiga
Menyelesaikan soal yang berkaitan dengan persegi
atau persegipanjang
Menyebutkan bangun datar berdasarkan gambar atau
sifat-sifat yang diberikan
Menggunakan teorema Pythagoras
Menentukan unsur-unsur balok atau kubus
Menghitung harga jual atau harga beli
Menghitung besar dan persentase laba atau rugi

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu,
jarak, dan kecepatan
42


37. MATEMATIKA SMPLB - A, D, DAN E (Tunanetra, Tunadaksa ringan, dan Tunalaras)
NO.
1
2
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami konsep dan operasi
himpunan, serta mampu
menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Melakukan operasi hitung
bilangan dan bentuk aljabar
sederhana serta mampu
menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
3
Memahami sifat dan mampu
menghitung besaran-besaran yang
terkait dengan bangun geometri.
4
5
Melakukan perhitungan
untung/rugi dan persentase dalam
perdagangan.
Menginterpretasikan hubungan
antara waktu, jarak, dan kecepatan
serta mampu menggunakannya
dalam pemecahan masalah.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menyatakan notasi himpunan dan penyajiannya
Menentukan irisan atau gabungan dua himpunan
Menentukan irisan atau gabungan dua himpunan yang
disajikan dalam diagram Venn
Menghitung operasi tambah, kurang, kali, dan bagi
pada bilangan bulat
Menyederhanakan operasi hitung pada bentuk aljabar
Menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan
Mengubah bentuk pecahan tertentu ke pecahan lainnya
Menghitung operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada
pecahan
Menentukan jenis sudut dan besarnya
Menentukan hubungan antarsudut jika dua garis sejajar
dipotong garis lain
Menentukan jenis-jenis segitiga
Menghitung keliling persegi, persegipanjang dan
segitiga
Menghitung luas persegi, persegipanjang dan segitiga
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Luas
persegi, persegipanjang dan segitiga
Menyebutkan bangun segiempat (jajargenjang, belah
ketupat, layang-layang dan trapesium) berdasarkan
gambar atau sifat-sifat yang diberikan
Menggunakan teorema Pythagoras untuk menentukan
panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku
Menentukan unsur-unsur balok dan kubus
Menentukan luas permukaan kubus atau balok
Menentukan volume kubus dan balok
Menghitung besar harga jual atau harga beli
Menghitung besar dan persentase laba atau rugi

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu,
jarak, dan kecepatan
43


38. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMPLB - B (Tunarungu)
NO.
1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan besaran dan satuan
Menjelaskan fungsi alat ukur
2.

3.
4.
5.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan pengukuran dasar
dengan alat ukur yang sering
digunakan dalam kehidupan
sehari-hari.
Menjelaskan karakteristik zat yang
berwujud padat, cair dan gas.
Menjelaskan konsep dasar tentang
suhu dan kalor secara kualitatif
dan perhitungan sederhana serta
mampu menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Memahami konsep dasar tentang
getaran gelombang, karakteristik
gelombang bunyi, cahaya dan
optika serta mampu menerapkan
kehidupan sehari-hari.

Menjelaskan konsep dasar tentang
tata surya secara kualitatif.
6.
7.
8.
9.
10.
Memahami dasar-dasar klasifikasi
dan mengelompokkan organisme
melalui pengenalan ciri-cirinya
dan penerapan dasar-dasar
klasifikasi.
Menjelaskan komponen-
komponen ekosistem dan
menjelaskan saling
keterkaitan/ketergantungan hidup
baik secara umum maupun yang
khas.
Menjelaskan hubungan antara
struktur dan fungsi organ/sistem
organ pada tumbuhan/hewan.

Memahami konsep kelangsungan
hidup (adaptasi, seleksi alam,
persilangan dan
perkembangbiakan) disertai
dengan aplikasi dari konsep-
konsep tertentu.
Menjelaskan makanan seimbang
keterkaitan dengan kesehatan
individu dan masyarakat, serta
menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Mengidentifikasi sifat-sifat benda

Menjelaskan perpindahan kalor serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari
Menyebutkan benda penghantar panas yang baik dan
buruk

Menjelaskan terjadinya bunyi
Mengidentifikasi adanya getaran dan gelombang dalam
kehidupan sehari-hari
Menjelaskan fungsi alat optik
Menjelaskan fungsi cermin dalam kehidupan sehari-
hari
Menentukan nama-nama planet pada tata surya
Menjelaskan akibat gerakan bumi

Menjelaskan terjadinya gerhana
Menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup
Mengklasifikasikan makhluk hidup
Mengidentifikasi
ekosistem
posisi
makhluk
hidup
dalam
Mengidentifikasi simbiosis dan contoh-contohnya
Menyebutkan nama dan fungsi organ pada tumbuhan
Mendeskripsikan sistem/proses pernapasan
Mendeskripsikan sistem pencernaan hewan
Menjelaskan adaptasi pada makhluk hidup.
Menentukan cara perkembangbiakkan pada tumbuhan
Menjelaskan keuntungan pembiakan vegetatif pada
tumbuhan

Menentukan menu makanan sehat
Menjelaskan zat yang terkandung dalam makanan
(macam, dan fungsinya)
Mendeskripsikan manfaat zat makanan dan akibat
kekurangan zat makanan
44


NO.
11.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Menyebutkan cara meningkatkan
produksi pangan melalui teknik-
teknik biologi secara sederhana di
berbagai bidang pertanian,
peternakan, makanan.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan teknik biologi dalam meningkatkan jenis
dan produksi pangan
45


39. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMPLB - A, D, DAN E (Tunanetra, Tunadaksa ringan, dan
Tunalaras)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan pengukuran
KEMAMPUAN YANG DIUJI
dasar Menentukan besaran dan satuannya yang sesuai
dengan alat ukur yang sering
digunakan
sehari-hari.
dalam
kehidupan
2.
Menerapkan konsep zat dan kalor
serta kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari
Menjelaskan perubahan wujud benda
Menentukan massa jenis benda
3.
Menjelaskan dasar-dasar mekanika Menyebutkan contoh gerak lurus dalam kehidupan
(gerak, gaya, usaha, dan energi)
serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.

Menjelaskan konsep dasar tentang
getaran gelombang, karakteristik
gelombang bunyi, cahaya, dan
optika serta mampu
menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Menjelaskan konsep dasar tentang
tata surya secara kualitatif.

Menjelaskan konsep dasar tentang
listrik statis, listrik dinamis, dan
kemagnetan secara kualitatif,
perhitungan sederhana serta
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
sehari-hari
Menentukan tekanan pada benda cair
Mengidentifikasi jenis pesawat sederhana dan
penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari
Menentukan besaran-besaran fisika pada gelombang
Menyebutkan manfaat pemantulan bunyi
Menentukan besaran-besaran yang berkaitan dengan
proses pembentukan bayangan pada cermin
4.
5.
6.
Menjelaskan ciri-ciri/karakteristik anggota tata surya
Menyebutkan proses akibat pergerakan bumi

Menjelaskan proses terjadinya listrik statis
Menjelaskan cara pembuatan magnet sementara
Menyebutkan sifat-sifat magnet
Menjelaskan terjadinya induksi elektromagnetik
Menentukan salah satu variabel pada rangkaian listrik
tertutup
Menentukan pemasangan alat ukur listrik pada
rangkaian listrik dengan benar
Menentukan besaran-besaran listrik pada berbagai
susunan rangkaian listrik
Menentukan energi dan daya listrik serta biaya
penggunaan energi listrik

Menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup
Mengelompokkan makhluk hidup
Menjelaskan upaya pelestarian mahluk hidup
Menyebutkan komponen-komponen ekosistem
Mendeskripsikan
makhluk hidup
bentuk-bentuk
interaksi
antar
7.
8.
Menjelaskan ciri-ciri dan
keanekaragaman makhluk hidup,
komponen ekosistem serta
interaksi antar makhluk hidup
dalam lingkungan, pentingnya
pelestarian makhluk hidup dalam
kehidupan.
Menjelaskan tingkat organisasi
kehidupan, hubungan antara
struktur dan fungsi organ/sistem
organ pada tumbuhan/hewan.
Mendeskripsikan fungsi organ sel
Mendeskripsikan struktur jaringan tumbuhan/hewan
Mendeskripsikan sistem organ pada manusia (respirasi,
ekskresi, reproduksi, pencernaan)
46


NO.
9.
10.
11.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami konsep kelangsungan
hidup (adaptasi, seleksi alam,
persilangan dan
perkembangbiakan) disertai
dengan aplikasi dari konsep-
konsep tertentu.
Menjelaskan makanan seimbang
keterkaitan dengan kesehatan
individu dan masyarakat, serta
menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Menentukan cara meningkatkan
produksi pangan melalui teknik-
teknik biologi secara sederhana di
berbagai bidang pertanian,
peternakan, makanan, dll.
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menjelaskan konsep adaptasi dan peranannya
Mendeskripsikan apa yang disebut bioteknologi
(contoh dan manfaat)
Mengidentifikasi zat yang terkandung dalam makanan
(macam,fungsi, dan pengujiannya)
Menyebutkan makanan seimbang dan akibatnya bila
terjadi kekurangan zat makanan tertentu

Menyebutkan jenis sumber makanan baru
Menyebutkan teknik biologi dalam meningkatkan jenis
dan produksi pangan
12.
Menjelaskan data (sekunder) untuk Menginterpretasi data kependudukan dan
memperkirakan dampak
pertumbuhan penduduk yang tidak
terkendali.
menginterpretasikannya akibat yang timbul dari
perubahan data tersebut
47


F. Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional SMALB

40. BAHASA INDONESIA SMALB - B (Tunarungu)
NO.

1.
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan kalimat fakta dan opini dalam paragraf
Menentukan judul dan gagasan pokok dalam paragraf
Menentukan kalimat tanya yang sesuai dengan isi
paragraf
2.
3.
4.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami jenis wacana non
sastra yang berupa bacaan
sederhana berupa tabel, grafik,
laporan pengamatan/percobaan,
hasil penelitian, dan berbagai jenis
paragraf (narasi, deskripsi,
argumentasi, eksposisi).
Menulis karangan dengan
menggunakan kosa kata yang
bervariasi dan efektif yang
berbentuk paragraf narasi,
deskripsi, eksposisi, argumentasi,
berbagai surat resmi, rancangan
kerja, program kerja, hasil
wawancara, laporan
pengamatan/percobaan,
rangkuman.
Menyunting isi (ketepatan isi,
urutan isi) menyunting bahasa dan
mekanik (berbagai kata, istilah
gabungan kata, berbagai struktur
kalimat, kepaduan/kelengkapan
paragraf serta penggunaan ejaan
dan tanda baca).
Menggunakan kata, kalimat serta
ejaan dan tanda baca dalam
berbagai ragam tulisan.
Menentukan jenis dan bagian-bagian surat
Menentukan kalimat dan tema wawancara
Menentukan kerangka laporan pengamatan
5.
Mengapresiasikan karya sastra
yang berupa puisi, prosa fiksi, dan
drama, untuk memahami isi dan
merefleksikan isinya dalam
kehidupan sehari-hari.
Melengkapi kalimat dengan imbuhan, gabungan kata,
dan kata penghubung, kata ganti dan kata depan.
Melengkapi paragraf dengan kalimat yang sesuai.
Menyusun kalimat acak menjadi sebuah paragraf
Menentukan penggunaan EYD (huruf kapital) dalam
kalimat
Menentukan kalimat majemuk
Menentukan kata ulang dan penulisannya secara tepat
dalam kalimat
Melengkapi kalimat dengan kata seru dan kata tanya
Menentukan penulisan kalimat secara tepat
Menentukan sinonim, antonim, akronim, kata umum,
dan kata khusus dalam kalimat
Menentukan penggunaan EYD dalam kalimat tanda
titik dua
Menentukan isi puisi
Menentukan arti peribahasa dan arti ungkapan
Menentukan makna kata konotasi dalam kalimat
Menentukan kata berhomonim dalam kalimat
48


41. BAHASA INDONESIA SMALB - A, D, DAN E (Tunanetra, Tunadaksaringan, dan Tunalaras)
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Memahami berbagai jenis wacana
non sastra yang berupa tabel,
grafik, laporan pengamatan,
percobaan artikel ilmiah, hasil
penelitian, resensi, dan berbagai
jenis paragraf (narasi, deskripsi,
argumentasi eksposisi)

Menggunakan kata, kalimat serta
ejaan dan tanda baca dalam
berbagai jenis paragraf (narasi,
eksposisi, argumentasi, diskripsi)

Menulis karangan dengan
menggunakan kosa kata
yangbervariasi dan efektif dalam
bentuk paragraf narasi, deskripsi,
eksposisi, argumentasi, berbagai
surat resmi, rancangan kerja, hasil
wawancara, laporan
pengamatan/percobaan resensi,
rangkuman
Menyunting isi (ketepatan isi
urutan isi) menyunting bahasa dan
mekanik (berbagai kata, istilah,
gabungan kata berbagai struktur
kalimat, kepaduan/kelengkapan
paragraf, serta penggunaan ejaan
dan tanda baca)
Mengapresiasi karya sastra yang
berupa puisi, prosa fiksi, dan
drama untuk memahami isi dan
merefleksikan isinya dalam
kehidupan sehari-hari
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan judul wacana, isi paragraf, dan
menanggapinya
Menentukan isi paragraf, isi surat dan penutup surat
Menentukan isi berita & isi laporan
Melengkapi kalimat yang rumpang
Menentukan struktur kalimat
Menentukan pokok pikiran
Menentukan kalimat pengandaian
Menentukan kalimat yang sesuai EYD
Menentukan kalimat permintaan maaf
Melengkapi kalimat dengan kata serapan
Menentukan kalimat langsung, kalimat tanya, kalimat
perintah, kalimat berita, kalimat petunjuk
Menentukan jenis paragraf, isi surat, penulisan bagian-
bagian surat secara tepat
Menentukan isi wawancara, menanggapi wawancara
Mengurutkan kalimat acak
Melengkapi kalimat dengan kata hubung
Menentukan arti istilah
Memperbaiki kalimat yang tidak efektif dan
penggunaan tanda baca
Menentukan kata ganti, kata tidak baku, kata berawalan
ber-
Menentukan kalimat fakta dan opini
Melengkapi pantun
Menentukan isi puisi, majas, jenis pantun
Menentukan peribahasa, gaya bahasa, hiperbola,
ungkapan, kalimat berkonotasi negatif
Menentukan latar cerita, amanat cerita
49


42. BAHASA INGGRIS SMALB - B (Tunarungu)
NO.
1.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
READING (Membaca)
Memahami makna dalam wacana
tertulis interpersonal dan
transaksional sederhana secara
formal dan informal dalam
konteks kehidupan sehari-hari
2.
WRITING (Menulis)
Mengungkapkan perasaan,
kehendak, pendapat, pengalaman
secara tertulis dalam wacana
interpersonal dan transaksional
sederhana secara formal maupun
informal dalam konteks kehidupan
sehari-hari
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan tata busana
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan otomotif
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan komputer
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan tata boga
Menggunakan istilah umum dalam bidang pengajaran
keterampilan cetak sablon
Menentukan makna kata
Menentukan informasi rinci dari teks fungsional
pendek berbentuk pengumuman/ label/pesan/kartu
ucapan
Menentukan informasi tertentu

Melengkapi kalimat dengan tata bahasa yang sesuai
Menggunakan berbagai ungkapan komunikatif
Menentukan susunan kalimat
Menentukan kalimat rumpang
50


43. BAHASA INGGRIS SMALB - A, D, DAN E (Tunanetra, Tunadaksa ringan, dan Tunalaras)
NO.

1
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
LISTENING (Mendengarkan)
Memahami makna teks lisan
berupa percakapan sehari-hari
KEMAMPUAN YANG DIUJI

Menentukan jawaban yang menggunakan ungkapan
nasehat untuk melengkapi percakapan
dalam berbagai konteks situasi dan Menentukan jawaban yang menggunakan ungkapan
berbagai jenis monolog (naratif,
deskriptif, dsb) serta teks
fungsional pendek yang
menggunakan ragam bahasa lisan
populer sangat senderhana
2.
3.
READING (Membaca)
Memahami makna teks tulis
berupa teks fungsional pendek
(pengumuman, label dll) yang
ditemukan dalam berbagai
konteks, situasi dan berbagai jenis
teks (naratif, deskriptif, recount,
procedure, report) yang
menggunakan bahasa populer
sederhana
WRITING (Menulis)
Mengungkapkan nuansa makna di
dalam teks tertulis seperti teks
fungsional pendek dan esei sangat
sederhana berbentuk naratif,
deskriptif dan argumentatif dalam
konteks kehidupan sehari-hari
kesetujuan/ketidak setujuan
Menentukan satu jawaban yang tepat yang
menggunakan ungkapan rasa bangga
Menentukan gambaran umum teks monolog dalam
bentuk naratif
Menentukan informasi tertentu dalam monolog
berbentuk naratif
Menentukan jawaban info rinci yang tersurat dari teks
monolog deskriptif
Menentukan gambaran umum dari teks desktiptif
Menentukan gambaran umum dalam teks berupa
recount
Menentukan jawaban atas pertanyaan tentang
gambaran umum isi percakapan berupa jual beli
Menentukan informasi tertentu dalam teks
pengumuman.
Menentukan gambaran umum isi percakapan berupa
undangan
Menentukan informasi rinci dalam percakapan dalam
konteks persetujuan
Menentukan informasi tertentu dalam konteks
meminta/request
Memberikan respons yang tepat untuk menyatakan
permintaan maaf
Menentukan jawaban yang menggunakan ungkapan
tawaran jasa untuk melengkapi percakapan

Menentukan pesan utama dan atau informasi rinci dari
sebuah teks fungsional pendek berbentuk undangan dan
atau pengumuman
Menentukan makna kata dari sebuah iklan
Menemukan pesan utama dan atau informasi rinci dari
teks naratif dan atau deskriptif
Menentukan makna kata berdasarkan konteks
Menyusun kalimat dengan tata bahasa yang sesuai
Melengkapi kalimat dengan jenis kata sesuai dengan
tata bahasa
Melengkapi kalimat dengan verb sesuai dengan
perubahan tenses
Melengkapi kalimat rumpang dengan tata bahasa yang
sesuai

51


44. MATEMATIKA SMALB - B (Tunarungu)
NO.
1.
2
3.
4.
5.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan operasi hitung
bilangan cacah, bulat, pecahan,
serta dapat menggunakannya
dalam menyelesaikan masalah

Mengungkapkan barisan bilangan
dan menggunakannya dalam
pemecahan masalah

Menghitung keliling dan luas
bangun datar, luas permukaan dan
volume bangun ruang serta
menerapkannya dalam pemecahan
masalah

Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data, serta
menggunakannya dalam
kehidupan sehari-hari
Mengerti konsep peluang suatu
kejadian dan dapat
menggunakannya dalam
kehidupan sehari-hari
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menghitung hasil operasi hitung bilangan cacah
Menghitung hasil operasi hitung bilangan bulat
Menghitung hasil operasi hitung pecahan
Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan
skala
Menentukan pola bilangan dari barisan bilangan
dengan pola tertentu
Menentukan suku ke-n barisan bilangan dengan pola
tertentu
Menentukan keliling lingkaran
Menentukan luas lingkaran
Menentukan banyak salah satu unsur pada limas dan
prisma tegak
Menentukan luas dan volume balok dan kubus

Menentukan salah satu unsur pada diagram batang dan
lingkaran
Menentukan ukuran pemusatan (mean, median, modus)

Menentukan peluang dan frekuensi harapan suatu
kejadian
52


45. MATEMATIKA SMALB - A, D, DAN E (Tunanetra, Tunadaksa ringan, dan Tunalaras)
NO.
1.
2
3.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
Melakukan operasi hitung
bilangan cacah, bulat, pecahan,
serta dapat menggunakannya
dalam menyelesaikan masalah

Mengungkapkan barisan bilangan
dan menggunakannya dalam
pemecahan masalah
Menghitung keliling dan luas
bangun datar, luas permukaan dan
volume bangun ruang serta
KEMAMPUAN YANG DIUJI
Menentukan hasil operasi hitung beberapa bilangan
cacah dan bulat
Menentukan hasil operasi hitung beberapa pecahan
Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan
skala
Menentukan suku-suku atau pola suatu barisan
bilangan

Menghitung luas atau keliling lingkaran
Menentukan banyak unsur-unsur (rusuk, sisi, sudut,
dsb) dari suatu limas dan prisma tegak
menerapkannya dalam pemecahan Menghitung luas permukaan dan volume balok dan
masalah

Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data, serta
menggunakannya dalam
kehidupan sehari-hari
Mengerti konsep peluang suatu
kejadian dan dapat
menggunakannya dalam
kehidupan sehari-hari
Kubus

Menafsirkan data pada diagram batang
Menentukan ukuran pemusatan (mean, median, dan
modus)

Menghitung peluang dari suatu kejadian
Menghitung frekuensi harapan dari suatu kejadian
4.
5.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO

Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Salinan sesuai dengan aslinya.

Departemen Pendidikan Nasional,
Dr. A. Pangerang Moenta,S.H.,M.H.,DFM
NIP 196108281987031003
53


CATATAN : BAGI ANDA YANG BERMINAT UNTUK MENDOWNLOAD KLIK URL DERIKUT INI :http://docs.google.com/fileview?id=0ByPI3RzAUiBROWNjZTk5YmQtMzdjMS00Zjg4LTlhYzktMGJkNmMzNDI4YjE0&hl=en

Nilai Susulan UTS sosiologi

Zuhdan Kamal Abdillah Nilai UTS Sosiologi 6.00

Rabu, November 18, 2009

Milis Guru Pemandu Sosiologi Kedu-Surakarta

Assalaamu’alaikum, wr.wb
Alhamdulillah, hari ini telah terbentuk milis Guru Pemandu Sosiogi. Bagi rekan guru yang berminat silakan bergabung dengan kami. Semoga milis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Group name: GPSosiologi
Group home page: http://groups.yahoo.com/group/GPSosiologi

Group email: GPSosiologi@yahoogroups.com

Hormat saya
Admin Milis Guru Pemandu

wssalaamu’alaikum, wr.wb

Tindakan Sosial -------Proses Sosial

Tidakan Sosial
Menurut Max Weber, untuk memahami arti subyektif dari tindakan social adalah adanya verstehenm yaitu kemampuan untuk berempati/menempatkan diri dalam kerangka berfikir orang lain yang perilakunya mau dijelaskan dan situasi serta tujuan-tujuannya mau dilihat menurut perspektif itu.Menurut Weber tindakan sosial ada 4, yaitu rasional instrumental, rasionalitas yang berorientasi pada nilai, tindakan tradisional dan tindakan afektif.
Proses social adalah setiap interaksi social yang berlangsung dalam jangka waktu, sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat.
Sumber : J.D Narwoko, 2007, h.16,18 dan 57

Seragam PNS Jawa Tengah

2009-11-14 07:48:43
Dinas Inforkomtel Kebumen --- Warna seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Propinsi Jawa Tengah diseragamkan. Standarisasi warna kain seragam tersebut berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 28 tahun 2009, yang ditindaklanjuti dengan surat edaran gubernur no 025/19192 tertanggal 12 Oktober 2009.






Untuk kode warna kain telah dibakukan dan bisa diakses di HTTP:// BERT972.blogspot.com, dengan digit warna untuk kaln seragam Pakaian Dinas Harian (PDH): Khaki (#FOE68C) serta kain seragam Pakaian Sipil Harian (PSH) Linmas yaitu Dark Green ( #006400).

Sedangkan untuk kode latar belakang foto Kartu Tanda Pengenal, juga mengalami perubahan , dengan digit warna untuk Gubernur/ wakil Gubernur Brown (#A52A2A), Pejabat struktural eselon I yaitu Sandy Brown (#F4A460), eselon II Red ( #FF0000), eselon III Blue ( #0000FF), eselon IV Dark Green (#006400), pejabat struktural fungsional Gray ( #808080) serta staf warna Dark Orangr (# FF8C00) .

Selian mengatur aspek kerapihan seragam, surat edaran tersebut juga memuat tentang kerapihan lainnya, di antarnya tentang tidak diperbolehkannya PNS mengecat rambut selain warna hitam, serta ketentuan agar selalu menjaga kerapihan terkait bagi PNS yang memelihara jenggot dan kumis. Serta bagi yang mengenaka jilbab , pada saat apel / upacara supaya mengenakan topi yang bersesuaian. –nn



Warna Kain Seragam PNS Distandarisasi, Release, 12 November 2009

sumber : http://www.kebumenkab.go.id
Daftar Gmail guru pemandu Jawa Tengah wilayah Kedu dan Surakarta ) tahun 2008-2010
Ritaindwatik50@gmail.com,
( tinekeagustin@gmail.com) (triwahyuningsih50@gmail.com ),
( rwretnowulan68@gmail.com ) ,
( jehansurya@gmail.com ) ,
( den7risnow@gmail.com ),
( harmini68@yahoo.com),
(zidan _inas@gmail.com),
( nurulm145@gmail.com),
(widanto2000@gmail.com),
(s.sos0808@gmail.com),
( ekasmanda.gunawan@gmail.com),
( didiawan@gmail.com ) ,
drittle_f@yahoo.com),
(diewija@gmail.com)
( triciptadiano@gmail.com )


Kepada guru-guru pemanda yang lain yang alamat gmailnya belum masuk harap menulis dikolom komentar atau mengirim pesan ke ekasmanda.gunawan@gmail.com.
Terima kasih atas atensinya.

Kebumen, 18 nopember 2009

Selasa, November 10, 2009

CIRI-CIRI MANUSIA MODERN menurut ALEX INKELES

1. Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan.
2. Menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungan sendiri atau kejadian yang terjadi jauh diluar lingkungan serta dapat bersikap demokratis.
3. Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan daripada masa lalu.
4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
5. Percaya diri.
6. Perhitungan.
7. Menghargai harkat hidup manusia lain.
8. Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
9. Menjunjung tinggi suatu sikap di mana imbalan yang diterima seseorang haruslah sesuai dengan prestasinya di masyarakat.

Bacaan rujukan, Kun Maryati, Sosiologi 2,2001

Tujuan Pranata Sosial

1. Mengatur agar kebutuhan hidup manusia dpt terpenuhi secara teratur dan memadahi.
2. Mengatur agar kehidupan manusia dapat berjalan secara tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

bacaan rujukan: JW Winarko, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, 2007

Jumat, November 06, 2009

Contoh Format RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)



A. Identitas
Nama Sekolah : ...................................
Mata Pelajaran : ...................................
Kelas, Semester : ...................................
Standar Kompetensi : ...................................
Kompetensi Dasar : ...................................
Indikator : ...................................
Alokasi Waktu : ..... x ... menit (… pertemuan)

B. Tujuan Pembelajaran
C. Materi Pembelajaran
D. Metode Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
Pertemuan 1
 Kegiatan Awal
 Kegiatan Inti
 Kegiatan Penutup
Pertemuan 2
 Kegiatan Awal
 Kegiatan Inti
 Kegiatan Penutup
Pertemuan 3. dst
F. Sumber Belajar
G. Penilaian


Mengetahui
Kepala Sekolah..................., Guru Mata Pelajaran,



.................................. ............................
NIP. NIP.

PRANATA / LEMBAGA SOSIAL

A. Pengertian
Paul B Horton:
sistem norma untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap penting oleh masyarakat atau sekumpulan kebiasaan/tata kelakuan yg berkisar pada kegiatan pokok manusia.
Kuncaraningrat
satuan sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dlm khdp bermasyarakat

B. Fungsi pranata sosial

1. pedoman untuk bertingkah laku.
2. menjaga keutuhan masyarakat.
3. memberikan pedoman kepada masyarakat dalam melakukan pengendalian sosial.


C. Ciri Pranata Sosial
1. suatu organisasi pola-pola pemikiran.
2. memiliki tingkat kekekalan tertentu
3. memiliki tujuan
4. memiliki alat-alat perlengkapan.
5. memiliki lambang-lambang tertentu
6. memiliki tradisi tertulis/tidak tertulis

D. Tipe Pranata
1. crescive institution: tidak disengaja tumbuh dari adat- istiadat ( pranata agama )
2 enacted institution : sengaja dibentuk.( pranata pendidikan )
3. basic institution; pranata yg dianggap penting untuk memelihara tata-tertib ( pranata negara )
4. subsidiary institution : kurang penting ( rekreasi )
5. aproved Institution : yang diterima ( sekolah)
6. unsanctioned institution : ditolak masyarakat ( kelompok-pemeras )
7. general Ins : dikenal luas ( agama)
8. restructed ins : dikenal masyarakat terbatas ( agama islam)
9. operative ins: menghimpun pola( industri )
10. regulative ins : mengawasi ( pranata hukum )



E. Macam-macam pranata
1. Pranata keluarga
a. hukum
- adat.
- agama
- negara
b. bentuk perkawinan
- monogami: 1 lk 1 pr
- poliandri : 1 pr dg bbrp laki-laki
- poligini : 1 lk dg bbrp pr

- group mariage : perkawinan kelpk
- eksogami : dg luar kelompok
- endogami : dg kelompoknya
- homogami : dg lapisan sama
- heterogami : dg lapisan berbeda
c. fungsi keluarga
1. fungsi reproduksi
2. fungsi afeksi
3. fungsi sosialisasi
4. fungsi ekonomi
5. fungsi pengawasan
6. fungsi proteksi


2. Pranata Ekonomi
adalah pranata yang menangani masalah kesejahteraan materi, yaitu mengatur kegiatan produksi, distribusi dan penggunaan barang dan jasa yg diperlukan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, sehingga semua semua lapisan mendapatkan bagian yg semestinya.
Kegiatan: 1. produksi
2. distritribusi
3. konsumsi


3. Pranata Politik
adalah peraturan-peraturan untuk memelihara tata tertib, untuk mendamaikan pertentangan dan untuk memilih pemimpin yang berwibwa.
Fungsi Lembaga politik
1. pelembagaan norma melalui UU
2. melaksanakan UU yg disetujui
3. menyelesaikan konflik
4. menyelenggarakan pelayanan ( kesehatan, pendidikan, kesejahteraan )
5. melindungi warga masyarakat dari serangan bangsa lain
6. memelihra kesiapsiagaan dalam mengadapi bahaya.




4. Pranata Pendidikan
adalah seperangkat norma yg bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, norma dan nilai yang berada di masyarakat.
Fungsi:
1. memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan.
2. perantara pemindahan pewarisan kebudayaan.
3. memperkenalkan kepada individu tentang berbagai peranan di masyarakat.
4. mempersisapkan kepada individu tentang berbagai peranan yang dikehendaki.
5. meningkatkan kemajuan masyarakat melalui kegiatan penelitian
6. memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan sosial.
Lingkungan Pendidikan: 1. keluarga
2. sekolah
3. masyarakat
5. Pranata Agama
adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakt yang telah dirumuskan dan dibakukan.
Fungsi : mengatur hubungan dengan sesame manusia, Tuhan dan alam sekitar.
Memberikan pedoman kehidupan bagi pemeluknya.

bacaan lanjutan : J.W Narwoko, Sosiologi teks pegantar dan terapan, 2007

Selasa, November 03, 2009

MODERNISASI, WESTERNISASI DAN SEKULARISASI

I. KONSEP

A. Modernisasi
Adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan kea rah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dengan kata lain modernisasi adalah suatu proses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Syarat modernisasi ( Suryono Sukanto )
1. Berfikir ilmiah.
2. System administrasi Negara yang baik dan teratur.
3. Tingkat organisasi yang tinggi.
4. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial dan pelaksanaannya
5. System pengumpulan data yang baik dan teratur.
6. Iklim yang menunjang modernisasi.


B. Westernisasi
Adalah suatu proses peniruan oleh suatu masyarakat /Negara tentang kebudayaan Negara-negara barat yang dianggap lebih baikday daripada kebudayaan Negara sndiri.

C. Sekularisasi
Adalah suatu proses pembedaan antara nilai-nilai keagamaan dengan nilai-nilai kepentingan duniawi.Jadi sekuler itu semacam ideology yang menganggap bahwa hidup ini adalah semata- mata untuk kepentingan duniawi.

II. PERSAMAAN
1. Modernisasi, westernisasi dan sekularisasi sama-sama mempunyai kepentingan soal duniawi.
2. Sama-sama memiliki unsure-unsur dari dunia Barat.
3. Sama-sama merupakan hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalkan.
4. Sama-sama merupakan suatu proses perubahan dari suatu yang dianggap kurang menjadi sesuatu yang dianggap lebih bagi penganutnya.







III. PERBEDAAN
1. Modernisasi
a. Modernisasi mutlak ada dan diperlukan oleh setiap Negara
b. Tidak mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.
2. Westernisasi
a. Mutlak pembaratan.
b. Munculnya westernisasi karena perkembangan masyarakat modern itu terjadi di dalam kebudayaan barat yang disajikan dalam bentuk barat. Sedangkan bentuk barat itu sering kali dipandang sebagai satu-satunya kemungkinan yang ada.
3. Sekularisasi
a. Berorientasi semata-mata kepada kepentingan duniawi.
b. Tidak terikat pada nilai-nilai keagamaan.


Referensi :
Suryono Sukanto, Pengantar Sosiologi, 1992.
Ruswanto, sosiologi,2007.

PENGRUH GLOBALISASI terhadap NASIONALISME

• Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
• Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
• Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

• Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.


• Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
• Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

Referensi :
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=7124
Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara
Krsna @Yahoo.com. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal

Senin, November 02, 2009

Info Situs Rpp

Bagi Bp dan Ibu Guru yang ingin memiliki contoh Rpp sebagai bahan referensi dalam penyusunan Rpp , silakan kunjungi situs berikut ini.......http://aghofur.com/unduh

Minggu, November 01, 2009

MATERI GLOBALISASI

1. Pengertian Globalisasi
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yg pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Internasionalisasi adalah istilah yang menggambarkan dibawanya suatu permasalahan lokal atau regional menjadi urusan dunia internasional atau antarbangsa. Meski sering dipertukarkan dengan globalisasi, istilah internasionalisasi sebenarnya lebih banyak merujuk pada urusan politik dibanding ekonomi atau perdagangan. Sementara globalisasi lebih merujuk pada tidak adanya lagi batas-batas negara dalam hubungan perdagangan, investasi, budaya populer, dan lainnya.
2.Ciri-ciri Globalisasi
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.


Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia
• Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
• Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
• Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
• Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.
3.Teori Globalisasi
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
• Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
• Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
• Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
• Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
• Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.
4.Contoh Globalisasi
Contoh Globalisasi dapat kita lihat pada globalisasi sector perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
• Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.


Kehadiran tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja
• Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara.
• Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
• Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.
• Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia.

Contoh lain adalah globalisasi di bidang kebudayaan. Kebudayaan di dunia ini akan menyatu menjadi kebudayaan yang universal. Sehingga kebudayaan local sedikit demi sedikit akan sirna. Misalnya kebudayaan dalam hal seni music. Seni music yang bersifat internasional lebih mudah memasyarakat dan menyatu dengan masyarakat dunia daripada music local , seperti keroncong. Seni music keroncong dewasa ini lambat-laun mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia lebih cenderung pada jenis music Rock, Jazz, dan sebagainya.
4. Tantangan Globalisasi
Globalisasi memiliki dampak negative, antara lain:
a.Menghambat pertumbuhan sektor industri
Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat.
b. Memperburuk neraca pembayaran
Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.
c. Sektor keuangan semakin tidak stabil
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
d. memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dalam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.
e.Berkembangnya budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Sehingga akan memudarkan integritas budaya bangsa.
Dampak positif Globalisasi :
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2. Mudah melakukan komunikasi
3. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak negatif Globalisasi:
1. Informasi yang tidak tersaring
2. Perilaku konsumtif
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
6. Dampak negatifnya, berkembangnya budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi

PERUBAHAN SOSIAL

PENDAHULUAN
Masyarakat dan kebudayaan manusia di manapun selalu berada dalam keadaan berubah. Pada masyarakat-masyarakat dengan kebudayaan primitif, yang hidup terisolasi jauh dari berbagai jalur hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain di luar dunianya sendiri, perubahan yang terjadi dalam keadaan lambat. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat berkebudayaan primitif tersebut, biasanya telah terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan itu sendiri, yaitu karena perubahan dalam hal jumlah dan komposisi penduduknya dan karena perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Sedangkan dalam masyarakat-masyarakat yang hidupnya tidak terisolasi dari atau yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat-masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah secara cepat dibandingkan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat berkebudayaan primitif seperti tersebut di atas. Perubahan yang terjadi secara lebih cepat tersebut, disamping karena faktor-faktor perubahan jumlah dan komposisi penduduk serta perubahan lingkungan hidup juga telah disebabkan oleh adanya difusi atau adanya penyebaran kebudayaan lain ke dalam masyarakat yang bersangkutan, penemuan-penemuan baru khususnya penemuan-penemuan teknologi dan inovasi.
Uraian berikut ini berusaha untuk menjelaskan hakekat perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia, implikasinya terhadap ketertiban sosial dan bagaimana warga masyarakat yang bersangkutan berpartisipasi di dalamnya. Uraian dalam tulisan ini akan mencakup pembahasan mengenai perubahan sosial dan perubahan kebudayaan, faktor-faktor pendorong terwujudnya perubahan sosial manusia, proses penerimaan dan penolakan terhadap pembaruan yang terjadi dalam masyarakat oleh warga yang bersangkutan, dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang berisikan antara lain sebuah kerangka dasar berkenaan dengan syarat-syarat suatu unsur baru dapat diterima dalam suatu masyarakat.
PERUBAHAN SOSIAL DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Ada perbedaan pengertian antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Yang dimaksud dengan perubahan sosial adalah perubahan dalam struktur sosial dan dalam pola-pola hubungan sosial, yang antara lain mencakup, sistem status, hubungan-hubungan dalam keluarga, sistem-sistem politik dan kekuatan, dan persebaran penduduk. Sedangkan yang dimaksud dengan perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga atau oleh sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, yang antara lain mencakup, aturan-aturan atau norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan warga masyarakat, nilai-nilai, teknologi, selera dan rasa keindahan atau kesenian dan bahasa.
Walaupun perubahan sosial dibedakan dari perubahan kebudayaan, tetapi pembahasan-pembahasan mengenai perubahan sosial tidak akan dapat mencapai suatu pengertian yang benar tanpa harus juga mengkaitkannya dengan perubahan kebudayaan yang terwujud dalam masyarakat yang bersangkutan. Hal yang sama juga berlaku dalam pembahasan-pembahasan mengenai perubahan kebudayaan.
Salah satu bentuk proses perubahan sosial yang terwujud dalam masyarakat dengan kebudayaan primitif maupun dengan kebudayaan yang kompleks atau maju, adalah proses imitasi yang dilakukan oleh generasi yang lebih muda terhadap kebudayaan dari generasi yang lebih tua. Proses imitasi dilakukan dengan belajar meniru, yang belum tentu atau bahkan yang kebanyakan tidak sempurna, dari berbagai pola tindakan generasi orang tua. Sehingga hasilnya adalah adanya perubahan yang berjalan secara lambat dan teratur, dan yang baru terasa perubahannya setelah dilihat dalam suatu jangka waktu yang panjang dari proses pewarisan kebudayaan tersebut.
Proses lain yang biasanya juga berjalan secara lambat dan teratur, yang pada umumnya berlaku dalam masyarakat dengan kebudayaan primitif adalah hasil suatu proses alamiah dimana jumlah dan komposisi dari generasi anak berbeda dengan jumlah dan komposisi penduduk generasi tua dari masyarakat yang bersangkutan. Sehingga, secara lambat dan juga biasanya tanpa disadari, berbagai pola kelakuan, norma-norma, nilai-nilai, dan pranata-pranata telah berubah karena sebagian dari unsur-unsur kebudayaan dan struktur sosial yang telah berlaku harus dirubah disesuaikan dengan jumlah dan komposisi dari penduduk yang menjadi warga dari masyarakat tersebut.
Sedangkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang sudah maju atau kompleks kebudayaannya daripada masyarakat dengan kebudayaan primitif yang terisolasi kehidupannya, biasanya terwujud dengan melalui proses penemuan (discovery), penciptaan bentuk baru (invention), dan melalui proses difusi (persebaran unsur-unsur kebudayaan). Dengan melalui proses-proses tersebut di atas, perubahan sosial biasanya berjalan dengan cepat. Sehingga, berbagai nilai, norma, dan pola-pola hubungan sosial yang tadinya berlaku pada generasi sebelumnya dalam masyarakat tersebut bisa tidak berlaku lagi dan diganti oleh yang lainnya.
Penemuan (discovery) adalah suatu bentuk penemuan baru yang berupa persepsi mengenai hakekat sesuatu gejala atau hakekat mengenai hubungan antara dua gejala atau lebih. Suatu penemuan (discovery) mengenai bentuk bumi yang bulat dan bukannya datar, telah menyebabkan adanya berbagai kegiatan yang berkenaan dengan itu yang mewujudkan adanya perubahan sosial pada masyarakat-masyarakat di Eropa Barat pada abad ke-16. Perubahan sosial tersebut telah terjadi karena adanya usaha-usaha untuk melayari bumi tanpa harus takut untuk sampai ke ujung dunia yang tidak berujung pangkal, sebagaimana disangkakan semula, guna mencari rempah-rempah dan benda-benda berharga lainnya.
Sedangkan ciptaan baru (invention) adalah suatu pembuatan bentuk baru yang berupa benda atau pengetahuan yang dilakukan dengan melalui proses penciptaan yang didasarkan atas pengkombinasian dari pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada mengenai benda dan gejala. Contohnya, sepotong kayu yang berbentuk seperti tongkat dan sebuah batu hitam adalah dua benda alamiah. Kedua benda ini kalau dihubungkan satu dengan lainnya dapat menjadi sebuah tugal atau alat untuk melubangi tanah guna menaruh biji-bijian yang ditanam di ladang. Caranya adalah dengan pengkombinasian pengetahuan mengenai perlunya ujung tongkat yang tajam untuk melubangi tanah dan batu hitam yang keras permukaannya, dan bahwa penajaman ujung kayu dapat dilakukan dengan cara mengasahkannya pada permukaan benda yang keras dan kasar, dan bahwa batu hitam yang keras dan kasar tersebut dapat digunakan untuk mengasah tongkat kayu sehingga tajam ujungnya; dan menghasilkan alat yang namanya tugal.
Contoh yang lain lagi dari penciptaan baru adalah ditemukannya listrik, yang bersumber pada pengetahuan bahwa gesekan menimbulkan listrik, dan bahwa benda-benda tertentu dapat menghasilkan listrik lebih banyak bila digesekkan satu dengan lainnya, dan bahwa diperlukan tehnik-tehnik penggesekkan tertentu untuk menghasilkan listrik, dan benda-benda tertentu yang dapat menerima arus listrik tanpa membahayakan keselamatan jiwa dan raga manusia. Kombinasi dari pengetahuan ini menghasilkan serentetan penemuan baru, yaitu: alat-alat penghasil tenaga listrik, benda-benda atau alat-alat yang dapat menyalurkan arus listrik, dan alat-alat yang dapat memanfaatkan arus tenaga listrik tersebut sebagai sumber energi sehingga dapat berguna bagi manusia.
Dengan adanya penciptaan-penciptaan baru tersebut, berbagai sarana perlu juga dipikirkan untuk diciptakan guna mendukung bermanfaatnya hasil-hasil ciptaan baru; sehingga serentetan ciptaan baru juga dilahirkan, dan dengan demikian sejumlah alat-alat hasil ciptaan baru tersebut telah mengambil alih peranan dari tenaga kasar manusia atau mengambil alih fungsi-fungsi anggota-anggota tubuh manusia dalam berbagai aspek kehidupannya.
Tetapi penemuan baru maupun penciptaan baru tidaklah dapat begitu saja merubah kehidupan sosial manusia tanpa melalui suatu proses difusi. Difusi adalah persebaran unsur-unsur kebudayaan dari masyarakat yang satu ke masyarakat yang lain dan dari warga masyarakat yang satu ke warga yang lain dari masyarakat yang bersangkutan. Persebaran unsur kebudayaan adalah suatu proses, yaitu proses penerimaan unsur-unsur kebudayaan tersebut oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
Suatu unsur kebudayaan baru, yang berupa penciptaan ataupun penemuan baru, tidak akan dapat digunakan dan mempunyai fungsi merubah kehidupan sosial warga masyarakat yang bersangkutan tanpa melalui proses difusi. Suatu unsur baru dapat saja ditolak oleh warga masyarakat yang bersangkutan sehingga unsur kebudayaan baru tersebut tidak mempunyai arti apapun dalam kehidupan sosial. Contohnya adalah penolakan cara mengerjakan sawah secara lebih intensif dengan menggunakan mesin traktor yang dilakukan oleh para petani di pulau Bali.
Para petani di Bali menganggap bahwa cara bertani dengan menggunakan traktor tidak menguntungkan, karena biaya perawatannya yang cukup mahal dari mereka, dan juga karena traktor bisa rusak dan tidak bisa digunakan lagi, serta traktor tidak dapat beranak. Sehingga mereka menganggap bahwa mengerjakan sawah dengan menggunakan traktor lebih banyak ruginya daripada untungnya; khususnya kalau mereka bandingkan dengan penggunaan sapi dalam pertanian sawah. Menurut mereka, sapi tidak merugikan dan bahkan menguntungkan. Biaya pemeliharaannya murah, tidak pernah tidak berguna, dapat beranak, dan kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk.
Dari contoh penolakkan terhadap pemasukkan traktor untuk digunakan sebagai alat meningkatkan hasil pertanian sawah, nampah bahwa arti kegunaan traktor lebih merugikan daripada menguntungkan dibandingkan dengan arti kegunaan sapi, sehingga traktor bagi petani Bali memberikan pengertian yang dikaitkan dengan sesuatu yang merugikan atau negatif. Fungsi traktor dalam kehidupan sosial dan khususnya untuk kegiatan-kegiatan pertanian sawah harus didukung oleh sejumlah unsur yang harus mendukung fungsi tersebut, antara lain, onderdil atau spare parts untuk reparasi, montir-montir yang dapat mereparasi atau memelihara kelancaran mesinnya, bensin atau minyak solar yang digunakan untuk menggerakkan mesinnya, pompa bensin/minyak solar, tempat menyimpan bensin/minyak solar yang aman dari bahaya kebakaran. Kesemuanya ini terasa lebih ruwet dan mahal dibandingkan dengan penggunaan/pemeliharaan sapi.
Dalam proses difusi antara dua masyarakat yang berdekatan, maka bila yang satu lebih sederhana kebudayaannya daripada yang satunya lagi, masyarakat yang kebudayaannya lebih sederhanalah yang lebih banyak menerima kebudayaan dari masyarakat yang lebih maju atau kompleks; dan bukan sebaliknya. Contohnya adalah hubungan antara masyarakat kota dengan masyarakat desa. Lebih banyak unsur-unsur kebudayaan kota yang diambil alih dan diterima untuk dijadikan pegangan dalam berbagai kehidupan sosial warga desa daripada unsur-unsur kebudayaan desa yang dijadikan pegangan bagi pengaturan kehidupan sosial warga masyarakat kota.
Perubahan-perubahan yang terwujud karena inovasi (inovasi adalah istilah yang dipakai untuk pengertian baik untuk discovery maupun untuk invention) dan karena difusi dari inovasi telah dipercepat lagi prosesnya oleh kekuatan-kekuatan teknologi, industrialisasi, dan urbanisasi. Ketiga-tiganya secara bersama-sama menghasilkan proses modernisasi dalam masyarakat yang bersangkutan. Teknologi modern, secara disadari atau tidak oleh para warga masyarakat yang bersangkutan, telah menciptakan keinginan- keinginan dan impian-impian baru berkenaan dengan kehidupan yang ingin dijalani (yaitu berupa memperoleh berbagai peralatan yang serba modern dan luks secara lebih banyak dan lebih baik daripada yang sudah dipunyai, kondisi kehidupan yang lebih nyaman dan nikmat), dan memberikan jalan-jalan yang dapat memungkinkan dilaksanakannya usaha-usaha untuk memperbaiki kondisi-kondisi sosial dalam masyarakat.
Teknologi secara langsung berkaitan dengan industrialisasi. Industrialisasi dan mesinisasi cenderung merubah dasar-dasar atau hakekat pengertian kebendaan atau materi yang ada dalam masyarakat, dan secara tidak langsung mempercepat proses perubahan pengorganisasian berbagai kegiatan sosial yang ada dalam masyarakat. Dari contoh pemasukkan traktor di pulau Bali tersebut di atas, jika sekiranya traktor tersebar di pedesaan dan mekanisasi atau mesinisasi pertanian berjalan sebagaimana yang direncanakan, maka berbagai sarana harus disediakan untuk menunjang unsur traktor tersebut. Sarana-sarana ini antara lain, bahan bakar untuk traktor, spare parts, bengkel-bengkel, montir-montir dan disamping itu juga matinya usaha pemeliharaan sapi, matinya kegiatan gotong royong dalam pertanian, dan mengganggunya buruh-buruh tani yang biasa menyediakan tenaga kasar mereka di bidang pertanian.
Teknologi dan industrialisasi langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap terwujudnya proses urbanisasi. Urbanisasi yang disatu pihak dilihat sebagai cara hidup kota dan dipihak yang lain dilihat sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota secara langsung ataupun tidak langsung dipengaruhi oleh adanya kemajuan teknologi dan industrialisasi. Dari contoh orang Bali tersebut di atas, para buruh tani yang telah tidak mempunyai pekerjaan di desa terpaksa harus meninggalkan desanya mencari pekerjaan di tempat-tempat dimana kesempatan untuk bekerja masih ada. Kesempatan bekerja yang kemungkinan terbesar masih ada adalah di kota, karena di kota mata pencaharian tidak didasarkan pada mengolah lingkungan alam untuk memperoleh bahan mentah, tetapi berdasarkan atas jasa. Perubahan mata pencaharian dari mengolah alam kepada jasa dimungkinkan oleh tingkat perkembangan teknologi dan industrialisasi.
Proses urbanisasi juga menyebabkan adanya percepatan proses perubahan dalam masyarakat, baik yang ditinggalkan maupun yang didatangi, yang juga mewujudkan adanya proses penataan kehidupan sosial kembali oleh mereka yang menjadi warga masyarakat yang bersangkutan. Orang-orang desa yang datang ke kota yang biasanya hidup dalam berbagai peraturan adat yang ketat berkenaan dengan masalah moral, dapat berubah dan menerima norma-norma yang longgar berkenaan dengan masalah moral ini mengakibatkan adanya berbagai masalah keluarga dan sosial di antara mereka.
PENERIMAAN TERHADAP PERUBAHAN
Di antara berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya sesuatu unsur kebudayaan baru atau asing dalam suatu masyarakat yang biasanya cukup berperan adalah:
1. Terbiasanya masyarakat tersebut mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut, yang mempunyai kebudayaan yang berbeda. Sebuah masyarakat yang terbuka bagi hubungan-hubungan dengan orang yang beraneka ragam kebudayaannya, cenderung menghasilkan warga masyarakat yang bersikap terbuka terhadap unsur-unsur kebudayaan asing. Sikap mudah menerima kebudayaan asing lebih-lebih lagi nampak menonjol kalau masyarakat tersebut menekankan pada ide bahwa kemajuan dapat dicapai dengan adanya sesuatu yang baru, yaitu baik yang datang dan berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, maupun yang berasal dari kebudayaan yang datang dari luar.
2. Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam kebudayaan tersebut ditentukan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran agama; dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada dalam masyarakat tersebut; maka penerimaan unsur-unsur kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami kelambatan karena harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan pada ajaran agama yang berlaku. Dengan demikian, suatu unsur kebudayaan baru akan dapat diterima jika unsur kebudayaan yang baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku, dan karenanya tidak akan merusak pranata-pranata yang sudah ada.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem otoriter akan sukar untuk dapat menerima suatu unsur kebudayaan baru, kecuali kalau unsur kebudayaan baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh rezim yang berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka.
4. Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut. Di pedesaan di pulau Jawa, adanya sepeda sebagai alat pengangkut dapat menjadi landasan memudahkan di terimanya sepeda motor di daerah pedesaan di Jawa; dan memang dalam kenyataan demikian.
5. Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan, dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya. Contohnya adalah diterimanya radio transistor dengan mudah oleh warga masyarakat Indonesia, dan bahkan dari golongan berpenghasilan rendah merupakan benda yang biasa dipunyai.
Dari beberapa pokok pembicaraan yang dikemukakan di atas berkenaan dengan penerimaan unsur-unsur baru, dapat dikatakan bahwa inovasi bisa terdapat karena: 1) inovasi tersebut bertentangan dengan pola-pola kebudayaan yang sudah ada; 2) kalau inovasi tersebut akan mengakibatkan perubahan pola-pola kebudayaan dan struktur sosial yang sudah ada dan menggantikannya dengan yang baru; 3) kalau inovasi tersebut bersifat mendasar berkenaan dengan pandangan hidup atau nilai yang ada dalam masyarakat bersangkutan: misalnya “free lover” untuk masyarakat Indonesia akan ditentang kalau harus diterima sebagai suatu cara hidup; 4) disamping itu bila inovasi itu dianggap terlalu mahal biayanya juga akan terhambat dalam penciptaannya maupun dalam penyebaran atau difusinya, terkecuali kalau oleh kelompok yang digolongkan sebagai “vested interests” (suatu kelompok yang mempunyai pengaruh atas kehidupan sosial dan mempunyai andil untuk menarik keuntungan atas kehidupan sosial yang ada) inovasi tersebut dianggap menguntungkan maka inovasi akan diterima.
Penerimaan atas unsur baru atau inovasi dapat mengakibatkan terwujudnya berbagai kekacauan sosial yang merupakan perwujudan- perwujudan dari proses perubahan sosial, sebelum inovasi tersebut diterima dengan mantap dan menjadi baku dalam tata kehidupan sosial yang berlaku dalam masyarakat. Kekacauan sosial tersebut biasanya dinamakan sebagai disorganisasi sosial (social disorganization). Dalam keadaan kekacauan sosial ini, aturan-aturan atau norma-norma lama sudah tidak berlaku lagi atau sebagian-sebagian masih berlaku sedangkan aturan-aturan atau norma-norma lama tersebut dalam mengatur kehidupan sosial warga masyarakat. Sehingga dalam tahap ini terdapat semacam kebingungan atau kekacauan dalam berbagai bidang kehidupan sosial.
Bila unsur-unsur baru telah mantap diterima dan norma-norma atau aturan-aturan baru telah mantap menjadi pegangan dalam berbagai kegiatan sosial, maka dapatlah dikatakan bahwa masyarakat tersebut telah mencapai tingkat tertib sosial lagi. Tidak selamanya suatu penerimaan inovasi menimbulkan kekacauan sosial. Kekacauan sosial terwujud bila inovasi tersebut menyebabkan adanya perubahan-perubahan yang mendasar pada pranata-pranata yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.
KESIMPULAN
Uraian dalam tulisan ini telah memberikan suatu penjelasan mengenai hakekat perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia, faktor-faktor yang turut mempengaruhi tingkat dan corak perkembangan itu, dan implikasi dari perubahan tersebut terhadap kehidupan manusia bermasyarakat.
Suatu perubahan sosial selalu terwujud dalam bentuk adanya kekacauan dalam kehidupan sosial; tetapi tidak semua perubahan ini mewujudkan kekacauan sosial yang besar. Yang terbanyak adalah adanya kekacauan dalam ruang-ruang lingkup kehidupan sosial yang kecil dan yang biasanya terjadi dimulai dalam kehidupan keluarga. Kekacauan sosial dapat mengakibatkan adanya konflik-konflik sosial, tetapi suatu konflik sosial tidak dapat berlangsung terus menerus. Karena manusia tidak dapat hidup dalam suatu keadaan kekacauan terus menerus, maka pada suatu saat suatu kedamaian terwujud dan suatu ketertiban sosial baru menjadi landasan dalam kehidupan sosial masyarakat yang bersangkutan. Usaha-usaha mengatasi kekacauan biasanya juga berasal dari dalam lingkungan masyarakat itu sendiri, yaitu sejumlah warga masyarakat yang menyadari kerugian-kerugian dari adanya kekacauan; tetapi bisa juga oleh adanya kekuatan yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
Sumber : Parsudi Suparlan
Disampaitkan di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sub-Proyek Pembinaan MKDU- Konsorsium Antar Bidang, Penataran Pengajar ISD, Wisma PEMDA ; Bukit Tinggi, 13-19 April 1981
http://prasetijo.wordpress.com/2009/02/12/perubahan-sosial/

Sabtu, Oktober 31, 2009

PROSES PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Oleh : Prof. Dr. Awan Mutakin, M.Pd
a. Pendahuluan
Dalam suatu proses modernisasi, suatu proses perubahan yang direncanakan, melibatkan semua kondisi atau nilai-nilai sosial dan kebudayaan secara integratif. Atas dasar ini, semua fihak, apakah tokoh ? Tokoh masyarakat, formal atau non-formal, anggota masyarakat lainnya, apakah dalam skala individual atau pun dalam skala kelompok, seyogianya memahami dan menyadari, bahwa, manakala salah satu aspek atau unsur sosial atau kebudayaan mengalami perubahan, maka unsur-unsur lainnya mesti menghadapi dan mengharmonisikan kondisinya dengan unsur-unsur lain yang telah berubah terlebih dulu.

Oleh karena itu mesti memahami dan menyadari bahwa sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan ada yang berkualifikasi norma (norm) dan nilai (value). Di mana norma skala keberlakuannya tergantung pada aspek waktu, ruang (tempat, dan kelompok sosial yang bersangkutan; sedangkan nilai (value) skala keberlakuannya lebih universal. Dalam tatanan masyarakat yang maju atau modern, maka nilai-nilai sosial dan kultural yang bersifat universal mendominasi dan mengisi semua mosaik kehidupan masyarakat yang bersangkutan.

b. Orientasi Perubahan
Yang dimaksudkan orientasi atau arah perubahan di sini meliputi beberapa orientasi, antara lain (1) perubahan dengan orientasi pada upaya meninggalkan faktor-faktor atau unsur-unsur kehidupan sosial yang mesti ditinggalkan atau diubah, (2) perubahan dengan orientasi pada suatu bentuk atau unsur yang memang bentuk atau unsur baru, (3) suatu perubahan yang berorientasi pada bentuk, unsur, atau nilai yang telah eksis atau ada pada masa lampau. Tidaklah jarang suatu masyarakat atau bangsa yang selain berupaya mengadakan proses modernisasi pada berbagai bidang kehidupan, apakah aspek ekonomis, birokrasi, pertahanan keamanan, dan bidang iptek; namun demikian, tidaklah luput perhatian masyarakat atau bangsa yang bersangkutan untuk berupaya menyelusuri, mengeksplorasi, dan menggali serta menemukan unsur-unsur atau nilai-nilai kepribadian atau jatidiri sebagai bangsa yang bermartabat.
Tidaklah jarang, bahwa tokoh-tokoh dan ungkapan-ungkapan yang bernuansa seni sastra pada masa lampau, baik suatu fenomena yang bernuansa imajinasi, yang ditampilkan oleh berbagai bentuk ceritera rakyat atau folklore. Semuanya lazim menyadarkan atau menampilkan nilai-nilai keteladanan, baik dalam aspek gagasan, aspek pengorganisasian dan kegiatan sosial, maupun dalam aspek-aspek kebendaan. Aspek-aspek ini senantiasa dimuati oleh nilai-nilai kearifan dan kebijakan yang memberikan acuan bagaimana orang mesti berfikir, berasa, berkarsa dan berkarya dalam upaya bertanggung jawab pada dirinya, pada sesamanya, dan pada lingkungannya, serta pada Sang Khalik Yang Maha Murbeng Alam ini. Nilai-nilai seperti inilah yang menjadi nuansa-nuansa dalam membagun kepribadian atau jatidiri sebagian besar masyarakat atau suatu kelompok bangsa dimanapun mereka berada.

Dalam memantapkan orientasi suatu proses perubahan, ada beberapa faktor yang memberikan kekuatan pada gerak perubahan tersebut, yang antara lain adalah sebagai berikut, (1) suatu sikap, baik skala individu maupun skala kelompok, yang mampu menghargai karya pihak lain, tanpa dilihat dari skala besar atau kecilnya produktivitas kerja itu sendiri, (2) adanya kemampuan untuk mentolerir adanya sejumlah penyimpangan dari bentuk-bentuk atau unsur-unsur rutinitas, sebab pada hakekatnya salah satu pendorong perubahan adanya individu-individu yang menyimpang dari hal-hal yang rutin. Memang salah satu ciri yang hakiki dari makhluk yang disebut manusia itu adalah sebagai makhluk yang disebut homo deviant, makhluk yang suka menyimpang dari unsur-unsur rutinitas, (3) mengokohkan suatu kebiasaan atau sikap mental yang mampu memberikan penghargaan (reward) kepada pihak lain (individual, kelompok) yang berprestasi dalam berinovasi, baik dalam bidang sosial, ekonomi, dan iptek, (4) adanya atau tersedianya fasilitas dan pelayanan pendidikan dan pelatihan yang memiliki spesifikasi dan kualifikasi progresif, demokratis, dan terbuka bagi semua fihak yang membutuhkannya.

Precedent dari suatu proses perubahan sosial tidak mesti diorientasikan pada isu kemajuan atau progress semata, sebab tidaklah mustahil bahwa proses perubahan sosial itu justru mengarah ke isu kemunduran atau kearah suatu regress, atau mungkin mengarah pada suatu degradasi pada sejumlah aspek atau nilai kehidupan dalam masyarakat yang bersangkutan. Suatu proses regresi atau kemunduran dan degradasi (luntur atau berkurangnya suatu derajat atau kualifikasi bentuk-bentuk atau niali-nilai dalam masyarakat), tidak hanya suatu arah atau orientasi perubahan secara linier, tetapi tidak jarang terjadi karena justru sebagai dampak sampingan dari keberhasilan suatu proses perubahan. Sebagai contoh perubahan aspek iptek, dari iptek yang bersahaja ke iptek yang modern (maju), mungkin menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada unsur-unsur atau nilai-nilai yang tengah berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan, yang sering disebut sebagai culture-shock atau kejutan-kejutan budaya yang terjadi pada tatanan kehidupan suatu masyarakat yang tengah menghadapi berbagai perubahan.

c. Modernisasi Sebagai Kasus Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Modernisasi, menunjukkan suatu proses dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik, material dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal, rasional, dan fungsional. Lazimnya suka dipertentangkan dengan nilai-nilai tradisi. Modernisasi berasal dari kata modern (maju), modernity (modernitas), yang diartikan sebagai nilai-nilai yang keberlakuan dalam aspek ruang, waktu, dan kelompok sosialnya lebih luas atau universal, itulah spesifikasi nilai atau values. Sedangkan yang lazim dipertentangkan dengan konsep modern adalah tradisi, yang berarti barang sesuatu yang diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Umumnya tradisi meliputi sejumlah norma (norms) yang keberlakuannya tergantung pada (depend on) ruang (tempat), waktu, dan kelompok (masyarakat) tertentu. Artinya keberlakuannya terbatas, tidak bersifat universal seperti yang berlaku bagi nilai-nilai atau values. Sebagai contoh atau kasus, seyogianya manusia mengenakkan pakaian, ini merupakan atau termasuk kualifikasi nilai (value). Semua fihak cenderung mengakui dan menganut nilai atau value ini. Namun, pakaian model apa yang harus dikenakan itu? Perkara model pakaian yang disukai, yang disenangi, yang biasa dikenakan, itulah yang menjadi urusan norma-norma yang dari tempat ke tempat, dari waktu ke waktu, dan dari kelompok ke kelompok akan lebih cenderung beraneka ragam.
Spesifikasi norma-norma dan tradisi bila dilihat atas dasar proses modernisasi adalah sebagai berikut, (1) ada norma-norma yang bersumber dari tradisi itu, boleh dikatakan sebagai penghambat kemajuan atau proses modernisasi, (2) ada pula sejumlah norma atau tradisi yang memiliki potensi untuk dikembangkan, disempurnakan, dilakukan pencerahan, atau dimodifikasi sehingga kondusif dalam menghadapi proses modernisasi, (3) ada pula yang betul-betul memiliki konsistensi dan relevansi dengan nilai-nilai baru. Dalam kaitannya dengan modernisasi masyarakat dengan nilai-nilai tradisi ini, maka ditampilkan spesifikasi atau kualifikasi masyarakat modern, yaitu bahwa masyarakat atau orang yang tergolong modern (maju) adalah mereka yang terbebas dari kepercayaan terhadap tahyul. Konsep modernisasi digunakan untuk menamakan serangkaian perubahan yang terjadi pada seluruh aspek kehidupan masyarakat tradisional sebagai suatu upaya mewujudkan masyarakat yang bersangkutan menjadi suatu masyarakat industrial. Modernisasi menunjukkan suatu perkembangan dari struktur sistem sosial, suatu bentuk perubahan yang berkelanjutan pada aspek-aspek kehidupan ekonomi, politik, pendidikan, tradisi dan kepercayaan dari suatu masyarakat, atau satuan sosial tertentu.
Modernisasi suatu kelompok satuan sosial atau masyarakat, menampilkan suatu pengertian yang berkenaan dengan bentuk upaya untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sadar dan kondusif terhadap tuntutan dari tatanan kehidupan yang semakin meng-global pada saat kini dan mendatang. Diharapkan dari proses menduniakan seseorang atau masyarakat yang bersangkutan, manakala dihadapkan pada arus globalisasi tatanan kehidupan manusia, suatu masyarakat tertentu (misalnya masyarakat Indonesia) tidaklah sekedar memperlihatkan suatu fenomena kebengongan semata, tetapi diharapkan mampu merespons, melibatkan diri dan memanfaatkannya secara signifikan bagi eksistensi bagi dirinya, sesamanya, dan lingkungan sekitarnya. Adapun spesifikasi sikap mental seseorang atau kelompok yang kondusif untuk mengadopsi dan mengadaptasi proses modernisasi adalah, (1) nilai budaya atau sikap mental yang senantiasa berorientasi ke masa depan dan dengan cermat mencoba merencanakan masa depannya, (2) nilai budaya atau sikap mental yang senantiasa berhasrat mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensi-potensi sumber daya alam, dan terbuka bagi pengembangan inovasi bidang iptek. Dalam hal ini, memang iptek bisa dibeli, dipinjam dan diambil alih dari iptek produk asing, namun dalam penerapannya memerlukan proses adaptasi yang sering lebih rumit daripada mengembangkan iptek baru, (3) nilai budaya atau sikap mental yang siap menilai tinggi suatu prestasi dan tidak menilai tinggi status sosial, karena status ini seringkali dijadikan suatu predikat yang bernuansa gengsi pribadi yang sifat normatif, sedangkan penilai obyektif hanya bisa didasarkan pada konsep seperti apa yang dikemukakan oleh D.C. Mc Clelland (Koentjaraningrat, 1985), yaitu achievement-oriented, (4) nilai budaya atau sikap mental yang bersedia menilai tinggi usaha fihak lain yang mampu meraih prestasi atas kerja kerasnya sendiri.
Tanpa harus suatu masyarakat berubah seperti orang Barat, dan tanpa harus bergaya hidup seperti orang Barat, namun unsur-unsur iptek Barat tidak ada salahnya untuk ditiru, diambil alih, diadopsi, diadaptasi, dipinjam, bahkan dibeli. Manakala persyaratan ini telah dipenuhi dan keempat nilai budaya atau sikap mental yang telah ditampilkan telah dimiliki oleh suatu masyarakat tersebut. Khusus untuk masyarakat di Indonesia, sejarah masa lampau mengajarkan bahwa sistem ekonomi, politik, dan kebudayaan dari kerajaan-kerajaan besar di Asia seperti India dan Cina, yang diadopsi dan diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara ini, seperti Sriwijaya dan Majapahit, namun fakta sejarah tidak membuktikan bahwa orang-orang Sriwijaya dan Majapahit, dalam pengadopsian dan pengadaptasian nilai-nilai kebudayaan tadi sekaligus menjadi orang India atau Cina.
Proses modernisasi sampai saat ini masih tampak dimonopoli oleh masyarakat perkotaan (urban community), terutama di kota-kota Negara Sedang Berkembang, seperti halnya di Indonesia. Kota-kota di negara-negara sedang berkembang menjadi pusat-pusat modernisasi yang diaktualisasikan oleh berbagai bentuk kegiatan pembangunan, baik aspek fisik-material, sosio-kultural, maupun aspek mental-spiritual. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini, menjadikan daerah perkotaan sebagai daerah yang banyak menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi penduduk pedesaan, terutama bagi generasi mudanya. Obsesi semacam ini menjadi pendorong kuat bagi penduduk pedesaan untuk beramai-ramai membanjiri dan memadati setiap sudut daerah perkotaan, dalam suatu proses sosial yang disebut urbanisasi. Fenomena demografis seperti ini, selanjutnya menjadi salah satu sumber permasalahan bagi kebijakan-kebijakan dalam upaya penataan ruang dan kehidupan masyarakat perkotaan. Sampai dengan saat sekarang ini masalah perkotaan ini masih menunjukkan gelagat yang semakin ruwet dan kompleks.
Sumber: http://mgmpips.wordpress.com/2007/03/05/proses-perubahan-sosial-budaya/

Sabtu, Oktober 24, 2009

NILAI UTS SOSIOLOGI KELAS XI IS , SEM .1 Th 2009-2010



Tetaplah terus belajar hingga tercapai cita-citamu..Amin

DAFTAR NILAI UTS SEM.1 TH.2009-2010, MAPEL SOSIOLOGI KELAS XII IS



Selamat bagi kalian yang telah mencapai nilai batas tuntas dan
bagi yang belum tuntas masih ada waktu untuk belajar .
Semoga di ujian nasional 2010 kalian lebih siap.
Salam sejahtera bagi kalian semua.
Mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah saya lakukan.

Sabtu, Oktober 10, 2009

Masalah Pokok Nilai dalam Masyarakat ( Sitorus, 2000 : 30 )

Menurut Kluckhon , semua nilai dalam setiap kebudayaan pada dasarnya memiliki 5 masalah pokok, yaitu :
1. Nilai mengenai hakikat hidup manusia.
2. Nilai mengenai hakikat karya manusia.
3. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu.
4. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam.
5. Nilai mengenai hakikat manusia dengan sesamanya.

CIRI-CIRI NILAI ( Sarilan.M Ali, 2007 : 15 )

1. Terbntuk melalui proses belajar dan melalui interaksi social antarindividu maupun antar kelompok masyarakat.
2. Memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap setiap individu karena pernbedaan antara kebudayaan yang satu dengan yang lain.
3. Terseleksi dari berbagai aspek kehidupan.
4. Dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang dan dapat disosilaisasikan melalui komunikasi dan pergaulan di masyarakat.

Kamis, Oktober 08, 2009

Peran di Masyarakat

Peran yang melekat pada diri seseorang, harus dibedakan dengan posisi dalam pergaulan di masyarakat.Posisi merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam organisasi di masyarakat. Sedangkan peran lebih menunukkan pada fungsi, artinya seseorang yang menduduki posisi tertentu dalam msyarakat dan menjalankan peran yang melekat pada posisi tersebut.Suatu peran yang dimiliki oleh individu mencakup 3 hal, yaitu :
1. peran meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi seseorang di masyarakat.
2. peran merupakan suatu konsep ikhwal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat.
3. peran merupakan perilaku individu yang penting bagi struktur sosial di masyarakat.
sumber J.Dwi Narwoko,2007.

Rabu, September 30, 2009

Perbedaan Stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial.

Secara simpel perbedaan stratifikasi sosial dengan diferensiasi sosial adalah :

stratifikasi sosial adalah pembedaan warga masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat ( bawah, tengah, atas ).
maksudnya : diwarga masyarakat terdapat perbedaan kepemilikan ukuran pelapisan sosial.Warga masyarakat yang kaya maka ditempatkan di stata paling atas. dan sebaliknya.

diferensiasi sosial : pembedaan/pengelompokan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial secara sejajar/horizontal.
maksudnya : di masyarakat terdapat warga, bila dikelompokkan sesuai dengan identitas kelompoknya akan terlihat adanya perbedaan ciri kelompoknya, Antarkelompok satu dengan yang lain tidak ada perbedaan tinggi rendahnya stratanya.
misal: kelompok yang didasarkan agama , ada kelompok agama Islam, Nasrani , Hindu dll.

Rabu, September 16, 2009

Bagian Proposal


Berikut contoh bagian proposal

Senin, September 07, 2009

Penggolongn Perilaku Menyimpang

1. Tindakan nonconform, yaitu tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku.Contohnya menegenakan sandal butut ke kampus, meninggalkan jam-jam kuliah, merokok do area larangan merokok, membuang sampah bukan pada tempatnya dsb.
2. Tindakan antisocial, tindakan yang melawan kebiasaan masyarakat atan kepentingan umum. Bentuk tindakan itu antara lain: menarik diri dari pergaulan, tidak mau berteman, keinginan untuk bunuh diri, minum-minumman keras, menggunakan narkotika, homoseksual dll.
3. Tindakan kriminanl, yaitu tindakan yang nyata-nyata telah melanggar hokum tertulis dan mengancam jiwa atu keselamatan orang lain.Misalnya : pencurian, perampokan, perkosaan pembunuhan, korupsi dll.

Sumber bacaan: J.D Narwoko, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, 2007

Minggu, September 06, 2009

Self Motivated Learning (Belajar Mandiri )

Keberhasilan belajar dan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh banyak factor, mulai dari minat belajar siswa, cara penyampaian materi , bahan ajar dan masih banyak factor yang lain.

Pendekatan pembelajaran juga merupakan suatu factor yang ikut mempengaruhi keberhasilan suatu proses belajar / pembelajaran. Selama ini masih banyak kegiatan pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru menjadi pusat perhatian dalam setiap kegiatan pembelajaran. Suatu pendekaran pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek pembelajaran kurang tersentuh. Seorang guru belum menyentuh lebih dalam kepada peserta didiknya. Peserta didik hanya sebatas dijadikan obyek pembelajaran. Guru hanya sebatas menyampaikan materi pelejaran kepada siswa, dengan tidak memperhatikan bahwa pada diri siswa berminat , tertarik dan termotivasi terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut. Dengan jkondisi pembelajaran tersebut maka hasil dari proses pembelajaran kurang maksimal. Sudah saatnya perlu untuk dicoba suatu pendekatan pembelajaran yang sdikenal dengan istilah “ Self Motivated Learning”

Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat dan motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki. Penetapan kompetensi sebagai tujuan belajar, cara pencapaiannya, waktu belajar, tempat belajar, sumber belajar maupun evaluasi belajar ditentukan oleh pembelajar sendiri ( Haris Mudjiman, 2008 )

Keberhasilan belajar mandiri dipengaruhi oleh a.l . kekuatan motivasi belajar, kemampuan belajar dan ketersediaan sumber belajar.( Haris M, 2008 ). Pada kenyataannya ke tiga hal tersebut menjadi kendala diberbagai lembaga pendidikan. Misalnya , rendanya motivasi anak untuk belajar/ membaca / mengikuti kegiatan pembelajaran. Ditambah lagi kurangnya sumber bahan belajar yang memadahi.

Kamis, Agustus 20, 2009

Karnaval di Kebumen, Rabu 19 Agustus 2009

Karnaval merupakan suatu kegiatan yang rutin dilakukan oleh beberapa masyarakat Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Kebumen. Berbagai hasil pembangunan di sajikan dalam acara karnaval tahun ini. Kedepan kegiatan karnaval ini perlu ditata sedemikian rupa sehingga pelaksanaan karnaval ini dapat berjalan dengan baik.u yang terbuang.Jarak antara peserta satu dengan yang lain cukup jauh sehingga banyak wakt Hingga pukul 17.30 kegiatan ini belum selesai sehingga banyak pononton telah meninggalkan tempat. Lebih baik dilaksanakan pagi hari sehingga waktu lebih longgar sehingga semua peserta karnaval dapat menunaikan kegiatan karnaval hingga tuntas, atau diatur sedemikian rupa sehingga karnaval dapat berjalan dengan baik.Berikut ini adalah beberapa gambar kegiatan karnaval di Kebumen











Sabtu, Agustus 15, 2009

Assalammualaikum
Bagi anda yang ingin menjelajahi peta di dunia , lengkap dengan informasi didalamnya, dapat anda kunjungi situs ini...http://www.panoramio.com/map/#lt=-7.648812&ln=109.679089&z=2&k=2&a=1&tab=1....
semoga informasi ini bermanfaat....wasaalam

Hasil Pengamatan Siswa di Buluspesantren

DI BALIK LAYAR PERTANDINGAN SEPAK BOLA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI di DESAKU

Seperti biasa setiap mendekati bulan agustus di Desaku mengadakan pertandingan sepak bola antar pedukuhan se desa Bocor,Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Setelah 2 tahun belakangan ini tidak diadakan dikarenakan sering terjadi disintegrasi antar pedukuhan dengan pedukuhan lawannya setelah selesai bertanding. Namun untuk tahun ini digelar kembali pertandingan sepak bola sepedukuhan di desa Bocor tersebut.
Untuk tahun-tahun sebelumnya saya hanya perperan sebagai penonton karena dianggap belum cukup umur untuk ikut bertanding dengan lawan-lawan yang kebanyakan orang-orang tua di dalamnya. Untuk tahun ini aku terlibat di dalamnya sebagai pemain dan aku baru tahu hal-hal apa saja yang ada didalamnya. Di sinilah aku akan melakukan pengamatan social,sebenarnya bagaimana sih hal-hal di dalamnya..??Dari mulai persiapan 1-2 hari sebelum giliran bertanding sampai selesainya pertandingan.
Tahun ini pertandingan telah berlangsung sejak pertengahan bulan Juli lalu.
Pedukuhanku yaitu pedukuhan Pedati merupakan juara bertahan 2 x berturut-turut,untuk itu kami punya beban untuk mempertahankannya.
Dukuhku harus 5 kali bertanding. Pada saat akan pertandingan pertama mereka para pemain termasuk aku didalamnya berkumpul pada malam jum’at. Mulai dari sinilah aku mulai tahu kebiasaan-kebiasaan yang dari dulu dilakukan tiap tahunnya. Ternyata kita digiring menuju pemakaman yang ada di Dukuhku. Kita menuju sebuah makam yang disebut sebut sebagai makam orang tertua di Dukuhku, sebut saja sebagai “makam Mbae di Dukuh pedati”. Entah apa yang dilakukan, aku sendiri juga tidak tahu,,mungkin yasinan,,atau apa??
Tapi yang jelas selah selesai para seseorang yang di depan membakar kemenyan dan masing-masing pemain maju satu-satu menuju kemenyan yang dibakar tadi. Berdoa sebentar sambil menjulurkan kedua tangan diatas kemenyan tadi. Setelah selesai, tangan tadi diusapkan ke dua kaki dan tangan. Mungkin kepercayaan mereka itu bisa menbuat kakinya kuat. Setelah masing-masing pemain telah mendapat giliran kamipun pulang.
Malam sebelum pertandingan kamipun berkumpul lagi dan hal yang sama tadipun dilakukan kembali.
Sore sebelum bertanding kami berkumpul sekitar pukul 15.00. Sebelum berangkat kamipun digiring kembali menuju makam Mbae tadi.Banyak yang bilang untuk pamit dan minta restu pada Mbae. Suatu kepercayaan yang dijalankan sebelum tiba waktu giliran bertanding. Hal-hal yang sama juga dilakukan pada tiap-tiap pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dan ternyata masih banyak juga hal yang baru saya ketahui setelah ikut dalam pertandingan ini. Sesaat sebelum pertandingan di tengah lapangan dimilai, ternyata banyak juga dari team dukuh lain yang menaruh kembang dan kemenyan di tiap-tiap gawang dan tiap-tiap sudut lapangan.
Saat pertandingan dimulai,ternyata di sini skill bukanlah factor pertama yang dibutuhkan, melainkan kekuatan fisik,otot dan mental yang kuat, karena pertandingan sepak bola di desa berbeda dengan pertandingan di sekolah antar teman. Tidak hanya para pemain yang bertanding yang perasaannya mulai memanas, para seporter dari kedua belah pihakpun mulai cek-cok dengan mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas. Di sinilah mental pemain diperlukan untuk kata-kata seporter dari team lain yang ditujukan padanya. Saya pernah mendengar sendiri dari dalam lapangan suatu perkataan yang tertuju padaku..”tugel bae kae sikil karo tangane,gempori!!!!!!”(dalam bahasa Kebumen)...ternyata memang kebanyakan pemain belakang (back) dari masing-masing dukuh di tugaskan untuk hal-hal tersebut, melumpuhkan pemain yang dinilai pandai agar bagian tubuh mereka dapat terluka dan akhirnya keluar dari pertandingan, sehingga lawan sudah tidak lagi memiliki pemain yang baik di dalam pertandingan.
Setelah selesai, pulang dan berkumpul, merekapun saling membicarakan apa yang terjadi di pertandingan tadi. Ada yang bilang dengan puasnya bahwa tadi dapat mencederai kaki si “A”, ada yang amat kesal karna dirinya sendiri yang dicederai, ada yang sebagai supporter bilang kalau ada isu-isu bahwa si “A" di incar untuk di cederai dalam pertandingan tadi, dan masih banyak lagi perbincangan-perbincangn yang menurutku sangat tidak layak dilakukan. Ironis memang,namun itulah adanya. Dengan segala cara mereka laukan untuk bisa menang. Bukan hadiah yang mereka pertahankan melainkan harga diri yang dibawa masing-masing pedukuhan.
Ternyata di tiap kekalahan bukan kalah dalam skill bermain sepak bola yang kebanyakan orang bicarakan, melainkan kebanyakn orang bilang hal itu disebabkan karena“kalah dukun”. Ya,ternyata di tiap-tiap dukuh masing-masing memiliki seseorang yang sebut saja “orang pintar”, termasuk di Dukuhku sendiri.
Mungkin bagi para orang yang belum tahu, pertandingn tersebut merupakan sebuah pertandingan yang dinilai biasa. Dan sebelum aku ikut serta sebagai pemain di Dukuhkupun aku menilai seperti itu..
Memang inilah suatu hal yang ada di baliknya, dan dilakukan tiap tahunnya untuk persiapan pertandingan sepak bola dalam memperingati hari kemerdekaan.


_TERIMA KASIH_

NAMA : NANA S
KELAS : XII IS 2
NO : 27

Selasa, Agustus 11, 2009

Tugas Siswa tentang Pengamatan Gejala Sosial

PENGAMATAN SOSIAL

Pengamatan social yang saya ambil yaitu tentang pembangunan mushola yang terjadi di masyarakat tempat saya tinggal. Di setiap desa mesti mempunyai mushola yang digunakan untuk beribadah masyarakat secara bersama-sama. Berdasarkan pengamatan,sebelum pembangunan dilaksakan masyarakat mengadakan musyawarah bersama. Karena mushola tersebut akan digunakn bersama-sama. Tiap minggunya warga mengadakan kumpulan RT untuk saling memusyawarahkan tentang bagaimana cara mengembangkan lingkungan sekitarnya seperti pembangunan mushola, perbaikan jalan / jembatan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ternyata untuk membangun mushola tersebut telah jauh-jauh hari dipikirkan dan masyarakat telah mempersiapkan dana untuk pembangunan dari kas RT yang tiap minggunya mereka kumpulkan. Pembangunan mushola membutuhkan cukup banyak uang. Selain dari kas RT mereka mendapatkan tambahan uang dari para donatur,yang kebanyakan dari masyarakat itu sendiri.

Untuk memperlancar pembangunan masyarakat juga telah membentuk suatu panitia, agar pembangunan itu dapat dilaksanakan dengan baik. Tiap masyarakat ayng ditunjuk akan menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam pembangunan itu masyarakat tidak menggunakan tenaga bantuan tetapi masyarakat itu sendiri yang mengerjakan pembangunan secara gotong royong. Warga masyarakat mengerjakan pembangunanya secara bergatian sesuai jadwal yang telah dibentuk berdasarkan kelompok. Mereka yang bekerja tidak ingin mendapatkan imbalan, karena hasil pembangunannya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Tiap harinya juga masyarakat diminta bantuannya untuk memberikan makanan seikhlasnya secara bergantian sesuai jadwal masing-masing. Masyarakat tidak merasa keberatan dengan hal tersebut sebab rasa solidaritas antar warga masih sangat erat.

Pembangunan yang dikerjakan secara bergotong royong ini lebih cepat terselesaikan dan tidak memakan waktu yang panjang sehingga dapat digunakan segera. Dengan biaya yang seadanya masyarakat akan memperoleh hasil yang sangat luar biasa, sebab mereka melakukanya semua semata-mata juga untuk beribadah. Dalam pembangunan ini tidak hanya pihak tua yang mengerjakannya tapi para pemuda juga ikut gotongroyong membantu yang lain. Dalam hal ini yang harus dibutuhkan adalah rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi untuk bersama, tidak saling egois. Sedikit demi sedikit pembangunan terselesaikan berkat gotongroyong masyarakat itu sendiri. Dalam pembangunan ini tidak ada masyarakat yang dibeda bedakan, entah itu dari orang kaya ataupun miskin,itu semua untuk kepentingan bersama. Masyarakat tersebut tidak ingin yang mewah, tetapi mereka lebih mengutamakan kegunaan/ manfaat dari mushola itu. Selain untuk beribadah, mushola tersebut digunakan untuk masyarakat saling berinteraksi, saling mengenal satu sama lain, saling silahturahmi ketika mereka sedang beribadah bersama. Karena sekarang banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga orang tersebut tidak sempat bertemu dengan warga lainnya.



ADESTYA DINI SUMANTRI
XII.IS.1/3

Jumat, Agustus 07, 2009

Innalilahi wainnailaihi raji'un

Jumat, Agustus 07, 2009
Innalilahi wainnailaihi raji'un
Data WS Rendra
(1935 M - 2009 M)
Sumber : http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-rohaniawan/217

Nama : WILLIBRORDUS SURENDRA BROTO RENDRA
Lahir : Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935
Meninggal : Jakarta, 7 Agustus 2009
Agama : Islam
Pendidikan :
-SMA St. Josef, Solo
-Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada
-American Academy of Dramatic Arts, New York, AS (1967)

Karir :
-Pendiri/Pemimpin dan sekaligus sebagai sutradara, penulis skenario dan pemain Bengkel Teater, Yogya (1967 -- sekarang) Sebagai penulis puisi dan drama, ia menghasilkan antara lain: -Sekda
-Perjuangan Suku Naga (drama)
-Ballada orang-orang tercinta (1957)
-Blues untuk Bonnie (1970)
-Potret Pembangunan dalam Puisi (1980) (kumpulan puisi)
-Pamphleten van een Dichter, Holland, 1979
-State of Emergency, Australia (1980) Naskah-naskah pentasnya: Bip-bop
-Oedipus Rex
-Khasidah Barzanji
-Perang Troya tidak akan Meletus

Kegiatan Lain :
-Pemain Film. Memperoleh Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957)
-Anugerah Seni dari Departemen P dan K (1969)
-Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975)

Alamat Rumah :
Jalan Mangga, Perumnas Depok I, Bogor

Intinya, dengan mengambil tema tertentu, tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. Sama sekali tak ada pola gerak. Seluruh gerak terjadi secara spontan. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor.

Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. Sejak muda, saya telah malang-melintang di dunia teater. Bahkan, kemudian saya dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas, istri, dan juga materi. Bahkan tidak tanggung-tanggung, dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu, saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan, BRA Sitoresmi Prabuningrat, yang kemudian menjadi istri saya yang kedua.

Tetapi justru, melalui perkawinan dengan putri keraton inilah, akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. Sebelumnya saya beragama Katolik. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. Tetapi, keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga.

Bahkan, setelah perkawinan dengan istri yang ketiga, Ken Zuraida, saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan bukan suatu kebetulan, jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa.

Bagi saya, puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. Tetapi lebih dari itu, puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Dan, itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an.

"Mengingat kematian adalah bagian dari Iman".

Terima Kasih buat Mas Dodi di Bantul

Rabu, Juli 29, 2009

Kegiatan Diskusi dan Presentasi Kelas IS









Kegiatan pembelajaran yang bervariasi akan memberikan suasana kelas yang kondusif dalam penyampaian materi. Siswa tidak merasa jemu, statis, dan bosan dengan metode pembelajaran yang monoton. Sebagai seorang guru, idealnya mampu membawakan dan mengatur metode pembelajarannya , sehingga kegiatan pembelajaran akan menarik. Hal tersebut perlu untuk dilakukan agar siswa tetap konsentrasi ke pelajaran.Oelh karena itu seorang guru dituntuk untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam penyampaian materi. Untuk penguasaan materi tidak perlu diragukan lagi karena guru sekarang sudah berstandar pendidikan S 1. Namun untuk penguasaan metode pembelajaran yang variatif , perlu untuk terus berusaha untuk menguasainya. Dengan demikian suasana KBM akan terus hidup, siswa tidak bosan dan yang penting adalah materi dapat dikuasi siswa dengan suasana yang menyenangkan.

sumber: penataran guru pemandu LPMP Jateng Januari 2009

Selasa, Juli 28, 2009

Moving Class

Hari Selasa, 28 Juli 2009 mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran Moving Class. Kegiatan pembelajaran ini merupakan sesuatu yang sangat baru bagi institusi SMA 2 Kebumen, tentunya banyak sekali persiapan-persiapan untuk mengantisipasi segala sesuatunya yang berkaitan dengan moving class. Yang sangat mendesak adalah ketersediaan ruangan kelas yang berfungsi sebagai ruang mapel.
Pada kegiatan pembelajaran moving kelas ini bagi siswa tentunya perlu penyesuaian karena harus sering-sering berpindah ruang pembelajaran dan tentunya berpindahnya dari suatu ruang pembelajaran ke ruang pembelajaran yang lain akan memakan waktu minimal..10 menit. Hal tersebut disebabkan karena antar ruang pembelajaran berjarak cukup jauh. Apalagi bila anak tidak dengan segera untuk melakukan perpindahan ruang pembelajaran.
Dengan sering berpindah ke ruang lain dapat menyebabkan siswa cepat lelah. Bila hal ini tidak diantisipasi dapat menyebabkan kurang konsentrasinya siswa dalam belajar.
Semua hal diatas memang memerlukan penyesuaian dan kelengkapan fasilitas untuk mendukung kegiatan moving class.
Semoga semua komponen sekolah dapat bekerja dengan baik sehingga kegiatan pembelajaran moving class dapat berjalan dengan baik..salam untuk semua