Selasa, Agustus 11, 2009

Tugas Siswa tentang Pengamatan Gejala Sosial

PENGAMATAN SOSIAL

Pengamatan social yang saya ambil yaitu tentang pembangunan mushola yang terjadi di masyarakat tempat saya tinggal. Di setiap desa mesti mempunyai mushola yang digunakan untuk beribadah masyarakat secara bersama-sama. Berdasarkan pengamatan,sebelum pembangunan dilaksakan masyarakat mengadakan musyawarah bersama. Karena mushola tersebut akan digunakn bersama-sama. Tiap minggunya warga mengadakan kumpulan RT untuk saling memusyawarahkan tentang bagaimana cara mengembangkan lingkungan sekitarnya seperti pembangunan mushola, perbaikan jalan / jembatan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ternyata untuk membangun mushola tersebut telah jauh-jauh hari dipikirkan dan masyarakat telah mempersiapkan dana untuk pembangunan dari kas RT yang tiap minggunya mereka kumpulkan. Pembangunan mushola membutuhkan cukup banyak uang. Selain dari kas RT mereka mendapatkan tambahan uang dari para donatur,yang kebanyakan dari masyarakat itu sendiri.

Untuk memperlancar pembangunan masyarakat juga telah membentuk suatu panitia, agar pembangunan itu dapat dilaksanakan dengan baik. Tiap masyarakat ayng ditunjuk akan menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam pembangunan itu masyarakat tidak menggunakan tenaga bantuan tetapi masyarakat itu sendiri yang mengerjakan pembangunan secara gotong royong. Warga masyarakat mengerjakan pembangunanya secara bergatian sesuai jadwal yang telah dibentuk berdasarkan kelompok. Mereka yang bekerja tidak ingin mendapatkan imbalan, karena hasil pembangunannya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Tiap harinya juga masyarakat diminta bantuannya untuk memberikan makanan seikhlasnya secara bergantian sesuai jadwal masing-masing. Masyarakat tidak merasa keberatan dengan hal tersebut sebab rasa solidaritas antar warga masih sangat erat.

Pembangunan yang dikerjakan secara bergotong royong ini lebih cepat terselesaikan dan tidak memakan waktu yang panjang sehingga dapat digunakan segera. Dengan biaya yang seadanya masyarakat akan memperoleh hasil yang sangat luar biasa, sebab mereka melakukanya semua semata-mata juga untuk beribadah. Dalam pembangunan ini tidak hanya pihak tua yang mengerjakannya tapi para pemuda juga ikut gotongroyong membantu yang lain. Dalam hal ini yang harus dibutuhkan adalah rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi untuk bersama, tidak saling egois. Sedikit demi sedikit pembangunan terselesaikan berkat gotongroyong masyarakat itu sendiri. Dalam pembangunan ini tidak ada masyarakat yang dibeda bedakan, entah itu dari orang kaya ataupun miskin,itu semua untuk kepentingan bersama. Masyarakat tersebut tidak ingin yang mewah, tetapi mereka lebih mengutamakan kegunaan/ manfaat dari mushola itu. Selain untuk beribadah, mushola tersebut digunakan untuk masyarakat saling berinteraksi, saling mengenal satu sama lain, saling silahturahmi ketika mereka sedang beribadah bersama. Karena sekarang banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga orang tersebut tidak sempat bertemu dengan warga lainnya.



ADESTYA DINI SUMANTRI
XII.IS.1/3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar