Pekan Kondom Nasional
Baru baru ini Menkes mengumandangkan Pekan Kondom Nasional...
mungkin ditinjau dari kesehatan "" itu benar "" katanya bisa mencegah penularan/penyebaran AIDS dan sejenisnya,,,Namun bila ditinjau secara sosiologis hal tersebut kurang tepat. Dengan alasan:
1. Remaja /warga masyarakat sebagian akan beranggapan bahwa berhubungan badan itu sah sah saja, asalkan tidak timbul dampak penyakit.
2. Remaja/warga masyarakat sebagian akan mengabaikan norma-norma agama dalam berperilaku di masyarakat.
3. Diduga akan menimbulkan perilaku yang menyimpang di masyarakat, yaitu makin berkembangmeluasnya perlaku seks bebas;
oleh karena itu, saya secara pribadi menghimbau kepada semua pihak agar cara pencegahan penularan Virus HIV AIDS dan sejenisnya, dapat dilakukan dg cara-cara yang tidak menimbulkan dampak negatif di masyarakat.
trim dah baca , artikel ini...mari kita bangun bangsa yang lebih bermartabat,,salam sosiologi.
Tampilkan postingan dengan label REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA. Tampilkan semua postingan
Rabu, Desember 04, 2013
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Senin, Mei 18, 2009
Proses Pembentukan Kepribadian

Manusia ketika dilahirkan dalam kondisi bersih, suci dan tidak ternoda sedikitpun. Namun mengapa setelah manusia itu melewati jalan kehidupan menjadi berperilaku jahat, selalu merugikan orang lain, tidak mau tunduk pada norma ideal di masyarakat, ingin menang sendiri tanpa mau mempedulikan kepentingan orang lain, tidak mau ingat dengan Sang Pencipta, selalu berkata dusta, suka memfitnah orang lain, senang bila orang lain terkena musibah, bangga diri ketika telah berbuat salah, selalu ingin dihormati orang lain, negative thingking dan seabrek perilaku, watak, dan sifat yang bertentangan dengan fitrohnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
Proses pembentukan watak, karakter, perilaku dan sifat seseorang sebenarnya telah terawali ketika masih didalam kandungan.Ketika ibu mengandung bayi, saat itulah kontak batin dan lahiriah antara sang ibu dengan sang bayi sedang berlangsung.Ketika sang ibu berkata-kata kotor, suka memfitnah maka kontak batin itu telah tersalurkan kedalam diri sang bayi. Dalam ajaran agama Islam ketika sang janin berusia 4 bulan maka dianjurkan untuk dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an ( misalnya Surat Maryam/surat Yusuf, dsb ) hal tersebut dikandung maksud bahwa pada diri janin tertransfer nilai-nilai/ajaran suci dari Al Qur’an.Bukankah janin yang telah berusia 120 hari telah ditiupkan ruh didalamnya.Maka disaat itulah peran orang tua akan ikut mewarnai karakter/sifat anaknya sejak dini.
Ketika sang bayi telah terlahir, mulailah ia berinteraksi dengan lingkungan di mana ia berada. Pada saat ini pula, peran orang tua masih dominan terhadap perkembangan anaknya itu. Anak yang selalu dibimbing dengan akidah, akhlak yang baik tentunya akan memiliki perilaku yang berbeda dengan anak yang dibiarkan begitu saja mengikuti apa yang ada disekitarnya.

Ketika sang anak sudah menemukan teman sepermainan ( masa kanak-kanak ), disinilah pengaruh yang diberikan oleh teman sepermainan akan mulai ikut mewarnai perkembangan kepribadian sang anak tersebut. Bila ia berinteraksi dengan anak-anak yang jauh dari nilai-nilai agama maka ia akan dengan mudah meyerap perilaku tersebut. Pada masa kanak-kanak ini proses imitasi dan identifikasi sangat menonjol dalam respon yang dilakukan oleh sang anak tersebut. Pada masa ini proses untuk menilai, mengontrol, memfilter belum dimiliki oleh sang anak tersebut. Maka pandai-pandailah orang tua dalam mengarahkan dan membimbing anaknya secara selektif untuk mencari teman sepermainannya. Bila proses imitasi dan identifikasi yang negative lebih dominan maka akan terbentuk karakter anak yang negative pula.
Ketika memasuki masa remaja, peran orang tua mulai “tergantikan” oleh peran sosialisasi yang lain. Ketika masa kanak-kanak telah terbentuk karakter yang negative maka pada masa remaja ini karakter negative tersebut akan tumbuh subur ketika ia menemukan teman bermain yang “setipe”karakternya.Pada diri anak akan mulai muncul konsep dalam pikirannya bahwa dirinya telah tumbuh lebih dewasa dan berhak untuk bertindak sesuai dengan kehendak hatinya. Pada tahap ini , walaupun peran orang tua mulai berkurang, namun sikap bijak dari orang tua masih sangat dibutuhkan untuk mengarahkan perilaku anaknya. Orang tua masih memiliki kewenangan untuk memberikan action kepada anaknya untuk dapat berperilaku yang baik.Jangan sampai orang tua lepas tanggung jawab terhadap pembentukan kepribadian kepada anaknya dan hanya menyerahkan kepada pihak sekolah.
Memasuki pada masa dewasa maka seseorang telah memilih/memiliki bentuk dari watak,sifat , karakter dan perilakunya. Pembentukan karakter ketika dewasa ini sebenarnya telah terawali dari semenjak didalam kandungan,masa kanak-kanak, masa remaja dan akhirnya mengkristal pada diri individu pada usia dewasa. Pada masa ini bila telah terbentuk watak yang negative maka sulit sekali untuk melakukan perubahan karena watak tersebut telah terinternalisasi ke dalam diri pribadi seseorang. Pada tahap ini seseorang telah dengan sadar memiliki karakter yang dipilihnya/dimilikinya dengan berbagai konsekuensi /akibat dari sifatnya yang bermuara pada tindakan sosialnya. Misalnya seseorang telah memilih karakter sebagai seorang pencuri, maka ia telah menyadari bahwa tindakan mencuri akan memiliki konsekuensi yang akan ditanggungnya, misalnya dikucilkan masyarakat, masuk penjara bahkan dihakimi masa sampai meninggal. Pada masa dewasa ini, seorang individu memiliki hak sepenuhnya terhadap diri pribadinya untuk di bawa kemana. Pada diri seseorang akan terjadi pergulatan antara sifat yang baik dan sifat yang buruk. Bila bekal menuju dewasa lebih dominan yang buruk maka pertarungan antara yang baik dan buruh akan dimenangkan yang buruk ( % lebih besar ) dan sebaliknya, ketika bekal menuju dewasa lebih dominan yang baik maka pergulatan dalam diri pribadi akan dimenangkan oleh sifar/karakter yang baik.
Oleh karena itu peran aktif dari orang tua untuk membentuk karakter anaknya.Hendaknya orang tua dapat memberikan contoh /tauladan dan perilaku yang baik sehingga anak akan teridentifikasi berperilaku baik karena mencontoh perilaku orang tuanya.Disamping itu peran individu, dan lingkungan sosial lebih luas sangat-sangat mempengaruhi pembentukan watak/kepribadian seseorang. Apalagi bagi remaja ( SMP dan SMA ) tantangan kehidupan sekarang ini semakit berat.Sekarang begitu mudahnya seorang remaja untuk mengakses berbagai informasi.Manfaatkan kemajuan iptek secara arif dan bijaksana. Bila proses sosialisasinya terhadap informasi yang negative maka ujung-ujungnya sudah dapat ditebak ( misalnya, kasus miras, narkoba, free sex dan pemerkosaan, pornoaksi dan pornografi banyak dilakukan oleh kalangan remaja ).Pandai-pandailah remaja untuk mensikapi perkembangan iptek yang semakin “maju”.Jangan sampai salah melangkah yang tentunya akan berakibat buruk dikemudian hari.
Eka, 18 Mei 2009, 22.17
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Sabtu, Maret 07, 2009
PENTINGNYA BERDO’A
Assalaamu’alaikum wr.wb
Terkadang kita lupa bedo’a sebelum dan sesudah beraktivitas. Bahkan kita sering menyepelekan do’a.Kita menganggap doa’ tidaklah penting, yang terpenting adalah usaha/kerja/aktivitas.Kita lebih mengedepankan rasionalitas kita dalam mencapai suatu hal.
Menurut penulis”do’a memiliki peran yang sangat urgen/penting.
Pertama, dengan berdo’a kita telah menyandarkan aktivitas kita kepada Tuhan Yang Maha Kehendak.Kita sebagai orang beragama tentunya mempercayai dan menyakini bahwa, apapun yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendakNya, apabila Ia berkehendak maka jadilah sesuatu yang dikehendakinya itu. Dengan berdo’a, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar tujuan kita melakukan aktivitas direstuinya sehingga akan terwujud.Kita adalah manusia biasa yang tak memiliki kuasa apapun bila dibandingkan dengan kekuasaan Yang Maha Kehendak.Oleh karena itu jangan pernah kita lupa memohon kepada Tuhan agar kita diberikan jalan yang lurus sehingga tujuan kita berdo’ terwujud.
Kedua, do’a memiliki kekuatan psykologis ( terutama bagi orang yang berdo’a). Dengan berdo’a, seseorang akan memiliki dorongan dari dalam diri untuk mewujudkan sesuatu yang diidamkan.Seseorang akan lebih memiliki motivasi dalam bekerja sehingga ia akan lebih memiliki energy yang lebih dalam berkarya.Bila kita memiliki semangat yang besar maka hal itu akan mempengaruhi kesungguh-sungguhan dalam beraktivitas.Hal tersebut tentunya akan mempengarui terhadap hasil yang akan diraih.
Dengan dua argumentasi diatas maka janganlah melupakan do’a sebelum dan sesudah beraktivitas.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Wassalaamu”alikum Wr.wb
Saran dan pesan dapat dikirimkan ke blog ini atau ke alamat e-mail.ekasmanda.gunawan@gmal.com
Terkadang kita lupa bedo’a sebelum dan sesudah beraktivitas. Bahkan kita sering menyepelekan do’a.Kita menganggap doa’ tidaklah penting, yang terpenting adalah usaha/kerja/aktivitas.Kita lebih mengedepankan rasionalitas kita dalam mencapai suatu hal.
Menurut penulis”do’a memiliki peran yang sangat urgen/penting.
Pertama, dengan berdo’a kita telah menyandarkan aktivitas kita kepada Tuhan Yang Maha Kehendak.Kita sebagai orang beragama tentunya mempercayai dan menyakini bahwa, apapun yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendakNya, apabila Ia berkehendak maka jadilah sesuatu yang dikehendakinya itu. Dengan berdo’a, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar tujuan kita melakukan aktivitas direstuinya sehingga akan terwujud.Kita adalah manusia biasa yang tak memiliki kuasa apapun bila dibandingkan dengan kekuasaan Yang Maha Kehendak.Oleh karena itu jangan pernah kita lupa memohon kepada Tuhan agar kita diberikan jalan yang lurus sehingga tujuan kita berdo’ terwujud.
Kedua, do’a memiliki kekuatan psykologis ( terutama bagi orang yang berdo’a). Dengan berdo’a, seseorang akan memiliki dorongan dari dalam diri untuk mewujudkan sesuatu yang diidamkan.Seseorang akan lebih memiliki motivasi dalam bekerja sehingga ia akan lebih memiliki energy yang lebih dalam berkarya.Bila kita memiliki semangat yang besar maka hal itu akan mempengaruhi kesungguh-sungguhan dalam beraktivitas.Hal tersebut tentunya akan mempengarui terhadap hasil yang akan diraih.
Dengan dua argumentasi diatas maka janganlah melupakan do’a sebelum dan sesudah beraktivitas.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Wassalaamu”alikum Wr.wb
Saran dan pesan dapat dikirimkan ke blog ini atau ke alamat e-mail.ekasmanda.gunawan@gmal.com
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Senin, Maret 02, 2009
BERLATIH MENJAGA KESUCIAN PIKIRAN DAN BATIN
Sebagaimana kita ketahui belakangan ini banyak kita jumpai berbagai masalah demoralisasi, seperti perselingkuhan, pergaulan bebes dikalangan pelajar dan seabreg masalah lain, sebenarnya bersumber dari hilangnya kesucian batin dan pikiran. Karena kesucian batin dan pikiran merupakan salah satu factor dominan yang dapat mengendalikan hawa nafsu,syahwat dan tindakan kotor lainnya.
Dengan kesucian batin dan pikiran merupakan suatu kondisi jiwa dimana seseorang dapat mengendalikan manusia dari berbagai perbuatan yang bertentangan dari kaidah agama dan masyarakat.Kesucian batin dan pikiran ini perlu untuk diupayakan baik laki-laki maupun perempuan.Apalagi remaja merupakan masa yang penuh dengan gejolak jiwa. Bila gejolak jiwa ini tidak dikendalikan dengan kesucian pikiran dan batin, tidak menutup kemungkinan para remaja melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kaidah agama.
Kesucian tidak hanya terbatas dengan memakai pakain saja tapi juga menjelma dalam pikiran, panglihatan, perhiasan, ucapan, dan tindakan. Kesucian pikiran dan batin dapat dilatih dengan membatasi pandangan, pendengaran, perbuatan terhadap hal-hal yang negative Alihkan pandangan negative tersebut kepada hal-hal yang positif.
Upaya lain, bila pikiran kita melayang-layang ke hal-hal yang negative, lakukan segera suatu aktivitas yang positif, sehingga lambat laun pikiran negative itu akan tersingkir.
Lakukanlah tindakan sesuai dengan kaidah agama. Misalnya agama menganjurkan untuk menjauhi zina, maka kita harus dengan sekuat tenaga untuk menjauhi/meninggalkan zina tersebut.
Perbanyaklah mengingat nama Tuhan dengan berdzikir.Dengan cara seperti ini maka pikiran dan batin kita akan terlatih untuk bersih.Dan selalu ingatlah bahwa semua perbuatan kita nanti akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan kesucian pikiran dan batin , mudah-mudahan kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita sehingga kita dapat sukses mengarungi kehidupan ini.
Eka, 2 Maret 2009
Dengan kesucian batin dan pikiran merupakan suatu kondisi jiwa dimana seseorang dapat mengendalikan manusia dari berbagai perbuatan yang bertentangan dari kaidah agama dan masyarakat.Kesucian batin dan pikiran ini perlu untuk diupayakan baik laki-laki maupun perempuan.Apalagi remaja merupakan masa yang penuh dengan gejolak jiwa. Bila gejolak jiwa ini tidak dikendalikan dengan kesucian pikiran dan batin, tidak menutup kemungkinan para remaja melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kaidah agama.
Kesucian tidak hanya terbatas dengan memakai pakain saja tapi juga menjelma dalam pikiran, panglihatan, perhiasan, ucapan, dan tindakan. Kesucian pikiran dan batin dapat dilatih dengan membatasi pandangan, pendengaran, perbuatan terhadap hal-hal yang negative Alihkan pandangan negative tersebut kepada hal-hal yang positif.
Upaya lain, bila pikiran kita melayang-layang ke hal-hal yang negative, lakukan segera suatu aktivitas yang positif, sehingga lambat laun pikiran negative itu akan tersingkir.
Lakukanlah tindakan sesuai dengan kaidah agama. Misalnya agama menganjurkan untuk menjauhi zina, maka kita harus dengan sekuat tenaga untuk menjauhi/meninggalkan zina tersebut.
Perbanyaklah mengingat nama Tuhan dengan berdzikir.Dengan cara seperti ini maka pikiran dan batin kita akan terlatih untuk bersih.Dan selalu ingatlah bahwa semua perbuatan kita nanti akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan kesucian pikiran dan batin , mudah-mudahan kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita sehingga kita dapat sukses mengarungi kehidupan ini.
Eka, 2 Maret 2009
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Jumat, Februari 27, 2009
HIDUP DENGAN DAMAI
Assalaamu’alaikum Wr.Wb
Semua manusia, tua, muda, laki-laki, perempuan, pejabat maupun rakyat biasa, guru maupun siswa…..tentu selalu punya cita-cita dapat menikmati hidup dengan damai dan tenang .Namun pada kenyataannya hanya sedikit saja yang dapat mencapainya.Sering kita mendengar lewat mas media banyak orang yang stress, kehilangan akal sehatnya, hidup selalu dikejar-kejar rasa bersalah yang tiada akhir, rumah tangga selalu dilanda petaka, hubungan guru dan murid yang tidak harmonis bahkan tak jarang ada yang bunuh diri.Tentunya kita berharap hal yang demikian kita tidak mengalami.Banyak diantara kita hanya mengejar kesenangan belaka tanpa memperhatikan kaidah norma dan nilai yang berlaku, yang pada akhirnya petaka yang kita dapat. Pada kesempatan ini, penulis mencoba berbagi pengetahuan semoga kita dapat menikmati hidup ini dengan kedamaian baik lahir maupun batin.
yang pertama
Cobalah untuk berpegang pada kaidah agama yang dianut.Agama mengajarkan kepada kita untuk selalu menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Tidak diperkenankan hanya berat di salah satu aspek kehidupan saja, namun keduanya harus bersama-sama untuk diupayakan sebaik mungkin sesuai dengan kadar kemampuan yang dimiliki.
Yang kedua
Cobalah untuk mematuhi segala peraturan atau akidah yang dibuat oleh masyarakat disekitar kita, bagaimanapun kita tidak akan dapat melepaskan diri dari lingkungan dimana kita berada.Aturan masyarakat dibuat agar hubungan/kehidupan masyarakat menjadi teratur.Bila kita melanggar kaidah/aturan masyarakat, akan terasa bahwa kita telah melakukan kesalahan dengan lingkungan dimana kita berada. Hal tersebut akan menimbulkan ketidaktenagan dalam hidup bermasyarakat.
Yang ketiga
Cobalah selesaikan setiap masalah yang timbul dengan siapapun dengan cara yang arif dan bijaksana.Penyelesaian masalah yang tidak tuntas justru dapat menimbulkan masalah baru.Bila secara pribadi memiliki kendala untuk menyelesaikan masalah tersebut maka mintalah pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Yang keempat
Cobalah secara rutin untuk berbagi masalah dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sering kali kita menumpahkan masalah kepada orang lain sebagai sasaran kemarahan yang kita pendam.Cobalah untuk memasrahkan segala problema hidup kepada Tuhan sehingga kita memiliki sandaran spiritual.Hal tersebut akan membawa ketenangan batin yang luar biasa.Tentunya hal itu diimbangi dengan upaya dan usaha yang berlandaskan kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat dan prinsip-prinsip ketuhanan.
Yang kelima
Cobalah untuk menjadi pemaaf bagi orang lain yang telah melukai hati kita.Hal tersebut memang tidaklah mudah, butuh kesungguhan dan latihan keikhlasan hati.Dengan kita memaafkan kesalahan orang lain maka satu masalah yang menyelimuti hati kita akan hilang.
Yang keenam
Cobalah bersikap tenang bila menghadapi masalah, Jangan panic , jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, pikirkan secara masak-masak sebelum mengambil keputusan.Keputusan yang tergesa-gesa tanpa berpikir panjang , biasanya akan menambah penderitaan hidup.
yang ketujuh
Cobalah untuk memahami pendapat atau keinginan orang lain. Jangan biasakan untuk memaksakan kehendak,pendapat,keinginan dan kepentingan pribadi.Bila itu terjadi hanya akan menimbulkan benturan kepentingan dengan orang lain.
yang kedelapan
cobalah untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.Jangan pernah menggerutu atas apa yang menimpa kita.
Jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar kita selalu diberi petunjuk dalam mengarungi kehidupan ini.
Salam untuk pembaca
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb
Semua manusia, tua, muda, laki-laki, perempuan, pejabat maupun rakyat biasa, guru maupun siswa…..tentu selalu punya cita-cita dapat menikmati hidup dengan damai dan tenang .Namun pada kenyataannya hanya sedikit saja yang dapat mencapainya.Sering kita mendengar lewat mas media banyak orang yang stress, kehilangan akal sehatnya, hidup selalu dikejar-kejar rasa bersalah yang tiada akhir, rumah tangga selalu dilanda petaka, hubungan guru dan murid yang tidak harmonis bahkan tak jarang ada yang bunuh diri.Tentunya kita berharap hal yang demikian kita tidak mengalami.Banyak diantara kita hanya mengejar kesenangan belaka tanpa memperhatikan kaidah norma dan nilai yang berlaku, yang pada akhirnya petaka yang kita dapat. Pada kesempatan ini, penulis mencoba berbagi pengetahuan semoga kita dapat menikmati hidup ini dengan kedamaian baik lahir maupun batin.
yang pertama
Cobalah untuk berpegang pada kaidah agama yang dianut.Agama mengajarkan kepada kita untuk selalu menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Tidak diperkenankan hanya berat di salah satu aspek kehidupan saja, namun keduanya harus bersama-sama untuk diupayakan sebaik mungkin sesuai dengan kadar kemampuan yang dimiliki.
Yang kedua
Cobalah untuk mematuhi segala peraturan atau akidah yang dibuat oleh masyarakat disekitar kita, bagaimanapun kita tidak akan dapat melepaskan diri dari lingkungan dimana kita berada.Aturan masyarakat dibuat agar hubungan/kehidupan masyarakat menjadi teratur.Bila kita melanggar kaidah/aturan masyarakat, akan terasa bahwa kita telah melakukan kesalahan dengan lingkungan dimana kita berada. Hal tersebut akan menimbulkan ketidaktenagan dalam hidup bermasyarakat.
Yang ketiga
Cobalah selesaikan setiap masalah yang timbul dengan siapapun dengan cara yang arif dan bijaksana.Penyelesaian masalah yang tidak tuntas justru dapat menimbulkan masalah baru.Bila secara pribadi memiliki kendala untuk menyelesaikan masalah tersebut maka mintalah pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Yang keempat
Cobalah secara rutin untuk berbagi masalah dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sering kali kita menumpahkan masalah kepada orang lain sebagai sasaran kemarahan yang kita pendam.Cobalah untuk memasrahkan segala problema hidup kepada Tuhan sehingga kita memiliki sandaran spiritual.Hal tersebut akan membawa ketenangan batin yang luar biasa.Tentunya hal itu diimbangi dengan upaya dan usaha yang berlandaskan kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat dan prinsip-prinsip ketuhanan.
Yang kelima
Cobalah untuk menjadi pemaaf bagi orang lain yang telah melukai hati kita.Hal tersebut memang tidaklah mudah, butuh kesungguhan dan latihan keikhlasan hati.Dengan kita memaafkan kesalahan orang lain maka satu masalah yang menyelimuti hati kita akan hilang.
Yang keenam
Cobalah bersikap tenang bila menghadapi masalah, Jangan panic , jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, pikirkan secara masak-masak sebelum mengambil keputusan.Keputusan yang tergesa-gesa tanpa berpikir panjang , biasanya akan menambah penderitaan hidup.
yang ketujuh
Cobalah untuk memahami pendapat atau keinginan orang lain. Jangan biasakan untuk memaksakan kehendak,pendapat,keinginan dan kepentingan pribadi.Bila itu terjadi hanya akan menimbulkan benturan kepentingan dengan orang lain.
yang kedelapan
cobalah untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.Jangan pernah menggerutu atas apa yang menimpa kita.
Jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar kita selalu diberi petunjuk dalam mengarungi kehidupan ini.
Salam untuk pembaca
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Rabu, Februari 25, 2009
UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI
Assalaamu’alaikum wr. Wb
Kepercayaan diri sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam menata/menyongsong masa depan.Tingkat kepercayaan diri yang tinggi akan memberikan dorongan psykis dan fisik dalam mengambil keputusan yang sangat berharga bagi kehidupan manusia itu sendiri. Sebaliknya orang yang tingkat kepercayaan dirinya rendah akan berakibat selalu ragu-ragu atas keputusan yang akan diambilnya.Dengan kepercayaan diri yang tinggi, seseorang akan lepas dari ketergantungan dari orang lain. Ia mampu menentukan hal-hal apakah yang harus diambil ( terbaik ) bagi dirinya dan dan menjauhkan diri/meninggalkan terhadap hal-hal yang dapat merugikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Remaja adalah masa usia untuk pencarian jati diri.Pada saat inilah, pentingnya dibangun suatu konsep bahwa remaja harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga ke depan bangsa ini memiliki penerus bangsa yang tangguh, tidak mudah dikadali oleh bangsa lain.Apabila remaja tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, hampir dapat dipastikan kita akan menjadi bangsa yang selalu didekte oleh bangsa lain.Marilah bersama-sama membentuk kepercayaan diri yang tinggi pada remaja.
Pembentukan kepercayaan diri tidak dapat dilepaskan dari terbentuknya KONSEP DIRI YANG MATANG. Konsep diri ini merupakan penting dalam perkembangan kepribadian seseorang karena sebagai penentu bagaimana seseorang bersikap, berpikir, bertindak dan bertingkah laku. Melalui konsep diri inilah bagaimana seseorang bercermin untuk melakukan penilaian kekuatan, kesanggupan, keberanian,keberartian segenap apa yang dimilikinya. Dengan demikian, pembentukan kepercayaan diri ini sangat tergantung dan dipengaruhi oleh konsep diri yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, semakin mantap konsep diri, maka pembentukan rasa kepercayaan diripun akan terbentuk.
Dalam pembentukan KONSEP DIRI yang matang perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Seseorang perlu untuk belajar bagaimana membangun control diri.Dengan control diri yang tinggi seseorang akan memiliki kemampuan untuk menumbuhkan keberanian dan pengaturan emsosi.Kontrol diri akan terbentuk bila seseorang mengembangkan konsep berfikir positif dan berfikir aktif.Dengan berfikir positif dan aktif ini seseorang akan memiliki kemampuan untuk menentukan hal terbauk yang akan diambil.
2. Ciptakan suasana yang dapat menyenangkan akan membentuk kondisi jiwa yang positif.Sebaliknya suasana sedih, marah, pesimis, rendah diri akan membentuk konsep diri yang negative pula, Segala sesuatu akan terlihat negative pula.
3. Tumbuhkan kepercayaan pada diri bahwa setiap manusia memiliki kelebihan daripada yang lain.Tunjukkan pada orang lain bahwa akupun mampu melakukan hal yang dapat dilakukan orang lain. Perasaan rendah diri perlu untuk dibuang jauh-jauh.Jangan biarkan perasaan rendah diri itu bersemayam dalam diri ini.
4. Lihatlah potensi-potensi diri yang dapat dikembangkan.Misalnya memiliki kemampuan dalam hal music. Asahlah kemampuan dibidang music tersebut sehingga dapat mencapai titik yang optimal. Hal tersebut akan membawa pengaruh yang kuat pada diri sendiri untuk memunculkan konsep bahwa aku memiliki kepercayaan diri.
5. Jangan pernah putus asa dalam mencapai tujuan.Tumbuhkan semangat dalam diri untuk meraih hal yang telah dicitakan.Jadikan kegagalan sebagai pemacu semangat untuk berusaha kearah yang lebih baik.
6. Tunjukkan kepada orang lain bahwa diriku, hidupku dan karyaku dapat bermanfaat.Jangan pernah ada kata dalam hati bahwa hidupku adalah sia-sia atau aku tak berguna bagi orang lain.Apabila hal terakhir ini tidak dibuang jauh-jauh maka sulitlah kiranya membangun kepercayaan diri yang tinggi.
7. Dan jangan lupa selalu berdoa semoga Tuhan memberikan hidayah yang terbaik bagi kita.
Dengan berbagai upaya tersebut diatas diharapka remaja dapat sukses dalam belajar dan lebih-lebih dapat menjadi generasi bangsa yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan jaman.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.
Wassalaam
Eka, 25 Feb.2009.
Kepercayaan diri sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam menata/menyongsong masa depan.Tingkat kepercayaan diri yang tinggi akan memberikan dorongan psykis dan fisik dalam mengambil keputusan yang sangat berharga bagi kehidupan manusia itu sendiri. Sebaliknya orang yang tingkat kepercayaan dirinya rendah akan berakibat selalu ragu-ragu atas keputusan yang akan diambilnya.Dengan kepercayaan diri yang tinggi, seseorang akan lepas dari ketergantungan dari orang lain. Ia mampu menentukan hal-hal apakah yang harus diambil ( terbaik ) bagi dirinya dan dan menjauhkan diri/meninggalkan terhadap hal-hal yang dapat merugikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Remaja adalah masa usia untuk pencarian jati diri.Pada saat inilah, pentingnya dibangun suatu konsep bahwa remaja harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga ke depan bangsa ini memiliki penerus bangsa yang tangguh, tidak mudah dikadali oleh bangsa lain.Apabila remaja tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, hampir dapat dipastikan kita akan menjadi bangsa yang selalu didekte oleh bangsa lain.Marilah bersama-sama membentuk kepercayaan diri yang tinggi pada remaja.
Pembentukan kepercayaan diri tidak dapat dilepaskan dari terbentuknya KONSEP DIRI YANG MATANG. Konsep diri ini merupakan penting dalam perkembangan kepribadian seseorang karena sebagai penentu bagaimana seseorang bersikap, berpikir, bertindak dan bertingkah laku. Melalui konsep diri inilah bagaimana seseorang bercermin untuk melakukan penilaian kekuatan, kesanggupan, keberanian,keberartian segenap apa yang dimilikinya. Dengan demikian, pembentukan kepercayaan diri ini sangat tergantung dan dipengaruhi oleh konsep diri yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, semakin mantap konsep diri, maka pembentukan rasa kepercayaan diripun akan terbentuk.
Dalam pembentukan KONSEP DIRI yang matang perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Seseorang perlu untuk belajar bagaimana membangun control diri.Dengan control diri yang tinggi seseorang akan memiliki kemampuan untuk menumbuhkan keberanian dan pengaturan emsosi.Kontrol diri akan terbentuk bila seseorang mengembangkan konsep berfikir positif dan berfikir aktif.Dengan berfikir positif dan aktif ini seseorang akan memiliki kemampuan untuk menentukan hal terbauk yang akan diambil.
2. Ciptakan suasana yang dapat menyenangkan akan membentuk kondisi jiwa yang positif.Sebaliknya suasana sedih, marah, pesimis, rendah diri akan membentuk konsep diri yang negative pula, Segala sesuatu akan terlihat negative pula.
3. Tumbuhkan kepercayaan pada diri bahwa setiap manusia memiliki kelebihan daripada yang lain.Tunjukkan pada orang lain bahwa akupun mampu melakukan hal yang dapat dilakukan orang lain. Perasaan rendah diri perlu untuk dibuang jauh-jauh.Jangan biarkan perasaan rendah diri itu bersemayam dalam diri ini.
4. Lihatlah potensi-potensi diri yang dapat dikembangkan.Misalnya memiliki kemampuan dalam hal music. Asahlah kemampuan dibidang music tersebut sehingga dapat mencapai titik yang optimal. Hal tersebut akan membawa pengaruh yang kuat pada diri sendiri untuk memunculkan konsep bahwa aku memiliki kepercayaan diri.
5. Jangan pernah putus asa dalam mencapai tujuan.Tumbuhkan semangat dalam diri untuk meraih hal yang telah dicitakan.Jadikan kegagalan sebagai pemacu semangat untuk berusaha kearah yang lebih baik.
6. Tunjukkan kepada orang lain bahwa diriku, hidupku dan karyaku dapat bermanfaat.Jangan pernah ada kata dalam hati bahwa hidupku adalah sia-sia atau aku tak berguna bagi orang lain.Apabila hal terakhir ini tidak dibuang jauh-jauh maka sulitlah kiranya membangun kepercayaan diri yang tinggi.
7. Dan jangan lupa selalu berdoa semoga Tuhan memberikan hidayah yang terbaik bagi kita.
Dengan berbagai upaya tersebut diatas diharapka remaja dapat sukses dalam belajar dan lebih-lebih dapat menjadi generasi bangsa yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan jaman.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.
Wassalaam
Eka, 25 Feb.2009.
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Selasa, Februari 24, 2009
TIPS MEMBERSIHKAN PIKIRAN KOTOR
Dunia ini diciptakan berpasang pasangan, ada langit ada bumi, ada baik ada buruk, ada perbuatan baik ada perbuatan buruk, ada jalan yang lurus ada pula jalan yang sesat.Demikian juga ada pikiran besih ada pula pikiran kotor.
Manusia diciptakan dalam keadaan fitroh, bersih , tanpa noda sedikitpun. Dalam perkembangannya warna diri dapat dipengaruhi oleh bagaimana orang tua dalam membentuk karakternya, karena orang tua merupakan pelaku sosialisasi pertama bagi manusia yang baru terlahir. Berikutnya ketika individu bergaul dengan lingkungannya, ia akan bertemu dengan berbagai warna kehidupan.Warna kehidupan yang dominan itulah yang akan mewarnai dirinya.
Setiap individu/manusia telah dibekali dengan berbagai sarana hidup oleh Tuhan, misalnya : tubuh, nyawa, nafsu, hati , pikiran dan sebagainya.Disamping itu manusia juga diberikan sarana pelengkap kehidupan, misalnya: ajaran agama, nilai, norma dan lainnya. Di kehidupan ini juga disediakan jalan kesesatan, jalan keburukan, hal itu untuk menguji manusia, jalan manakah yang akan ditempuh.Manusia memiliki hak otonomi untuk menentukan kemana tubuh/jiwa ini akan dibawa.
Keberhasilan diri dalam memilih jalan hidup tidaklah mudah, hal itu dapat diraih dengan berbagai usaha.Misalnya dalam agama islam ada kewajiban untuk Tholabul ‘ilmi. Dengan kita belajar tentang ilmu/ajaran agama dengan baik dan benar maka kita akan memiliki dasar hidup yang kuat untuk menentukan warna kehidupan yang terbentang dihadapan kita.
Berdasarkan landasan diatas berikut ini akan disampaikan upaya untuk menghindari pikiran kotor:
1. Tanamkan keyakinan bahwa pikiran kotor adalah hal yang bertentangan dengan hakekat ajaran agama manapun.
2. Tanamkan keyakinan bahwa pikiran kotor juga dapat merugikan bagi manusia itu sendiri.Bagaimana tidak bila pikiran kotor itu mendominasi , kita tidak akan dapat menjalankan kodrat manusia dengan baik.
3. Kita harus mampu untuk mengembalikan kesucian pikiran dengan jalan kembali pada akidah yang telah diberikan oleh Tuhan.
4. Tanamkan keyakinan bahwa ,” tubuh ini dulu diciptakan dalam keadaan suci mengapa harus aku kotori.”
5. Tanamkan keyakinan bahwa pikiran kotor adalah musuh dalam diri yang harus dibuang jauh-jauh.
6. Lakukanlah berbagai aktivitas kehidupan yang positif , sehingga akan menutup ruang dipikiran kita agar tidak ditempati oleh hal-hal yang negative.
7. Sering-seringlah berinteraksi/berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki perilaku yang baik.
8. Hindari hal-hal yang dapat merangsang timbulnya pikiran kotor ( missal gambar, tulisan dsb ).
9. Tanamkan tekad yang kuat untuk menghindari pikiran/perbuatan kotor.
10. Dan jangan lupa selalu berdo’a kepada Tuhan agar diberikan petunjuk ke jalan yang lurus.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.
Eka, 24 Feb. 2009
Manusia diciptakan dalam keadaan fitroh, bersih , tanpa noda sedikitpun. Dalam perkembangannya warna diri dapat dipengaruhi oleh bagaimana orang tua dalam membentuk karakternya, karena orang tua merupakan pelaku sosialisasi pertama bagi manusia yang baru terlahir. Berikutnya ketika individu bergaul dengan lingkungannya, ia akan bertemu dengan berbagai warna kehidupan.Warna kehidupan yang dominan itulah yang akan mewarnai dirinya.
Setiap individu/manusia telah dibekali dengan berbagai sarana hidup oleh Tuhan, misalnya : tubuh, nyawa, nafsu, hati , pikiran dan sebagainya.Disamping itu manusia juga diberikan sarana pelengkap kehidupan, misalnya: ajaran agama, nilai, norma dan lainnya. Di kehidupan ini juga disediakan jalan kesesatan, jalan keburukan, hal itu untuk menguji manusia, jalan manakah yang akan ditempuh.Manusia memiliki hak otonomi untuk menentukan kemana tubuh/jiwa ini akan dibawa.
Keberhasilan diri dalam memilih jalan hidup tidaklah mudah, hal itu dapat diraih dengan berbagai usaha.Misalnya dalam agama islam ada kewajiban untuk Tholabul ‘ilmi. Dengan kita belajar tentang ilmu/ajaran agama dengan baik dan benar maka kita akan memiliki dasar hidup yang kuat untuk menentukan warna kehidupan yang terbentang dihadapan kita.
Berdasarkan landasan diatas berikut ini akan disampaikan upaya untuk menghindari pikiran kotor:
1. Tanamkan keyakinan bahwa pikiran kotor adalah hal yang bertentangan dengan hakekat ajaran agama manapun.
2. Tanamkan keyakinan bahwa pikiran kotor juga dapat merugikan bagi manusia itu sendiri.Bagaimana tidak bila pikiran kotor itu mendominasi , kita tidak akan dapat menjalankan kodrat manusia dengan baik.
3. Kita harus mampu untuk mengembalikan kesucian pikiran dengan jalan kembali pada akidah yang telah diberikan oleh Tuhan.
4. Tanamkan keyakinan bahwa ,” tubuh ini dulu diciptakan dalam keadaan suci mengapa harus aku kotori.”
5. Tanamkan keyakinan bahwa pikiran kotor adalah musuh dalam diri yang harus dibuang jauh-jauh.
6. Lakukanlah berbagai aktivitas kehidupan yang positif , sehingga akan menutup ruang dipikiran kita agar tidak ditempati oleh hal-hal yang negative.
7. Sering-seringlah berinteraksi/berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki perilaku yang baik.
8. Hindari hal-hal yang dapat merangsang timbulnya pikiran kotor ( missal gambar, tulisan dsb ).
9. Tanamkan tekad yang kuat untuk menghindari pikiran/perbuatan kotor.
10. Dan jangan lupa selalu berdo’a kepada Tuhan agar diberikan petunjuk ke jalan yang lurus.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.
Eka, 24 Feb. 2009
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Senin, Februari 23, 2009
MENGATASI RASA MALAS
Upaya Menghindari /mengatasi Kemalasan
Ketidakberhasilan remaja dalam menggapai prestasi akademik maupun non akademik dapat disebabkan karena sifat malas yang telah menjadi bagian dari diri kita. Kita tidak menjadi termotivasi untuk berkarya lebih baik.Apabila penyakit malas ini tidak segera untuk diantisipasi dan dicarikan jalan keluarnya maka dapat berakibat kegagalan dalam meraih masa depan.
Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas sekolah, mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan hari itu dan masih banyak yang lainnya.
Orang yang malas biasanya memiliki ketakutan terhadapkonsekuensi dengan suatu pekerjaan tertentu.Takut tidak berhasil, takut nilainya jelek takut tidak dihargai oleh gurunya sehingga dalam hati kita sering muncul kata-kata “ nanti dululah nanti juga selesai, ah waktu kan masih lama nggak usah tergesa-gesa” . yang pada akhirnya bila waktu deadline sudah tiba kita sendiri yang akan menanggung konsekuensinya. Kita menjadi tidak focus, pekerjaan dikerjakan acak-acakan dan pada akhirnya hasil yang kita peroleh juga tidak maksimal.
Kebiasaan malas dapat timbul karena sudah ada bayangan dalam diri kita setumpuk pekerjaan yang sulit dikerjakan.Dengan bayangan seperti itu kita semakin enggan untuk memulai untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang seharusnya dapat kita selesaikan saat itu juga.Celakanya kalau kita sering membiasakan tidak segera menyelesaikan pekerjaan akan timbul beban pikiran yang tidak terkendali dan tidak menutup kemungkinan timbul stress..
Upaya untuk mengurangi/menghilangkan rasa malas , a.l :
1. Katakan pada diri kita aku harus mengerjkan saat ini juga.
2. Jangan memiliki bayangan yang negative tentang tugas/pekerjaan.
3. Aku mampu untuk menyelesaikan tugas.
4. Aku ingin menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.
5. Bila sekarang aku dapat menyelesaikan tugas maka esok bebanku akan ringan.
6. Buatlah rencana pengerjaan tugas sebaik mungkin ( sesuai dengan prioritas )
7. Buatlah motto “ Malas No ----- Giat Yes.
Semoga tulisan ini bermanfaat, keberhasilan belajar di tanganmu
Eka , 23 Feb 2009
Ketidakberhasilan remaja dalam menggapai prestasi akademik maupun non akademik dapat disebabkan karena sifat malas yang telah menjadi bagian dari diri kita. Kita tidak menjadi termotivasi untuk berkarya lebih baik.Apabila penyakit malas ini tidak segera untuk diantisipasi dan dicarikan jalan keluarnya maka dapat berakibat kegagalan dalam meraih masa depan.
Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas sekolah, mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan hari itu dan masih banyak yang lainnya.
Orang yang malas biasanya memiliki ketakutan terhadapkonsekuensi dengan suatu pekerjaan tertentu.Takut tidak berhasil, takut nilainya jelek takut tidak dihargai oleh gurunya sehingga dalam hati kita sering muncul kata-kata “ nanti dululah nanti juga selesai, ah waktu kan masih lama nggak usah tergesa-gesa” . yang pada akhirnya bila waktu deadline sudah tiba kita sendiri yang akan menanggung konsekuensinya. Kita menjadi tidak focus, pekerjaan dikerjakan acak-acakan dan pada akhirnya hasil yang kita peroleh juga tidak maksimal.
Kebiasaan malas dapat timbul karena sudah ada bayangan dalam diri kita setumpuk pekerjaan yang sulit dikerjakan.Dengan bayangan seperti itu kita semakin enggan untuk memulai untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang seharusnya dapat kita selesaikan saat itu juga.Celakanya kalau kita sering membiasakan tidak segera menyelesaikan pekerjaan akan timbul beban pikiran yang tidak terkendali dan tidak menutup kemungkinan timbul stress..
Upaya untuk mengurangi/menghilangkan rasa malas , a.l :
1. Katakan pada diri kita aku harus mengerjkan saat ini juga.
2. Jangan memiliki bayangan yang negative tentang tugas/pekerjaan.
3. Aku mampu untuk menyelesaikan tugas.
4. Aku ingin menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.
5. Bila sekarang aku dapat menyelesaikan tugas maka esok bebanku akan ringan.
6. Buatlah rencana pengerjaan tugas sebaik mungkin ( sesuai dengan prioritas )
7. Buatlah motto “ Malas No ----- Giat Yes.
Semoga tulisan ini bermanfaat, keberhasilan belajar di tanganmu
Eka , 23 Feb 2009
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Sabtu, Februari 21, 2009
MAU SUKSES BELAJAR, KENALILAH DIRIMU
Keberhasilah siswa dalam menuntut ilmu disebabkan oleh beberapa faktor. Pada kesempatan ini penulis akan mengulas tentang pengenalan lebih dalam pada diri sendiri.
Dengan pengenalan pada diri yang lebih mendalam diharapkan kita dapat menentukan langkah ke depan dengan arif dan bijaksana.Pernahkah kita menanyakan kepada diri kita sendiri tentang segala sesuatu yang ada pada diri kita. Sering kali kita mengabaikan hal ini. Bahkan sering kita tidak mengenal diri kita sendiri. Bahkan celakanya kita sering mencari-cari aib yang dimiliki oleh orang lain, sementara diri kita sendiri kita sama sekali tidak mengenal. Khususnya remaja dimana masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa yang penuh dengan liku-likuknya. Bertanyalah pada diri sendiri, buatlah daftar tentang hal ikhwal diri kita. Mulai dari bangun tidur sampai dengan kita beraktivitas hingga kita tertidur kembali. Berikut ini penulis rincikan hal-hal yang perlu untuk ditanyakan pada diri sendiri,aantara lain :
1. sudahkah aku beribadah dengan benar ?
2. sudah tepatkah cara belajarku selama ini ?
3. Menu makanan apakah yang tidak cocok untuk diriku ?
4. Sudahkah aku membuat rencana belajar dengan baik ?
5. Apakah aku takut untuk berpendapat ?
6. Apakah masih tersimpan dendam dihatiku pada orang lain ?
7. Apakah aku sering membuat masalah dengan orang lain ?
8. Hal apakah yang dapat membuat aku tidak senang ?
9. Makanan apakah yang sering membuat sakitku kambuh ?
10. Pernahkan aku berpikir untuk memperbaiki sikapku ?
11. Sudahkan aku berterimakasih kepada Tuhan yang telah memberiku RIZKI ?
12.Apakah pada diriku memiliki sifat sombong, kikir, dengki ?
13.Apakah aku termasuk orang yang tidak pernah mengerti dengan orang lain ?
14.Apakah aku pernah menyakiti hati kedua orang tuaku ?
15.Pernahkah aku memohon maaf kepada kedua orang tuaku ?
tentunya masih banyak hal lain yang dapat kita tanyakan pada diri kita.
Dengan kita mengetahu siapa diri kita sesungguhnya( terutama hal negatif ) maka kita dapat mencari penawarnya/usaha untuk memperbaikinya.Sehingga hal-hal negatif yang ada pada diri kita dapat kita hapus, kita bersihkan dan kita ganti dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Tentunya untuk mencari penawarnya bila kita mampu maka lakukannya, namun bila kita tidak mampu berkonsultasilah kepada orang-orang yang dianggap mampu untuk mencarikan jalan keluarnya. Utarakan secara arif pada mereka sehingga masalah yang selama ini menyelimuti diri kita akan terpecahkan dan dapat dicari solusi terbaik.
Jangan sampai hal negatif yang ada pada diri kita turus berkembang sehingga membentuk karakter yang negatif. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan dapat mengganggu pencapaian proses belajar yang maksimal.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya, amin.
Dengan pengenalan pada diri yang lebih mendalam diharapkan kita dapat menentukan langkah ke depan dengan arif dan bijaksana.Pernahkah kita menanyakan kepada diri kita sendiri tentang segala sesuatu yang ada pada diri kita. Sering kali kita mengabaikan hal ini. Bahkan sering kita tidak mengenal diri kita sendiri. Bahkan celakanya kita sering mencari-cari aib yang dimiliki oleh orang lain, sementara diri kita sendiri kita sama sekali tidak mengenal. Khususnya remaja dimana masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa yang penuh dengan liku-likuknya. Bertanyalah pada diri sendiri, buatlah daftar tentang hal ikhwal diri kita. Mulai dari bangun tidur sampai dengan kita beraktivitas hingga kita tertidur kembali. Berikut ini penulis rincikan hal-hal yang perlu untuk ditanyakan pada diri sendiri,aantara lain :
1. sudahkah aku beribadah dengan benar ?
2. sudah tepatkah cara belajarku selama ini ?
3. Menu makanan apakah yang tidak cocok untuk diriku ?
4. Sudahkah aku membuat rencana belajar dengan baik ?
5. Apakah aku takut untuk berpendapat ?
6. Apakah masih tersimpan dendam dihatiku pada orang lain ?
7. Apakah aku sering membuat masalah dengan orang lain ?
8. Hal apakah yang dapat membuat aku tidak senang ?
9. Makanan apakah yang sering membuat sakitku kambuh ?
10. Pernahkan aku berpikir untuk memperbaiki sikapku ?
11. Sudahkan aku berterimakasih kepada Tuhan yang telah memberiku RIZKI ?
12.Apakah pada diriku memiliki sifat sombong, kikir, dengki ?
13.Apakah aku termasuk orang yang tidak pernah mengerti dengan orang lain ?
14.Apakah aku pernah menyakiti hati kedua orang tuaku ?
15.Pernahkah aku memohon maaf kepada kedua orang tuaku ?
tentunya masih banyak hal lain yang dapat kita tanyakan pada diri kita.
Dengan kita mengetahu siapa diri kita sesungguhnya( terutama hal negatif ) maka kita dapat mencari penawarnya/usaha untuk memperbaikinya.Sehingga hal-hal negatif yang ada pada diri kita dapat kita hapus, kita bersihkan dan kita ganti dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Tentunya untuk mencari penawarnya bila kita mampu maka lakukannya, namun bila kita tidak mampu berkonsultasilah kepada orang-orang yang dianggap mampu untuk mencarikan jalan keluarnya. Utarakan secara arif pada mereka sehingga masalah yang selama ini menyelimuti diri kita akan terpecahkan dan dapat dicari solusi terbaik.
Jangan sampai hal negatif yang ada pada diri kita turus berkembang sehingga membentuk karakter yang negatif. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan dapat mengganggu pencapaian proses belajar yang maksimal.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya, amin.
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Selasa, Februari 17, 2009
BERFIKIR KRITIS DALAM BELAJAR
Seorang pelajar ketika belajar/membaca kadang hanya sebatas pembacaan secara tekstual atas bahan bacaan yang sedang dibaca atau dipelajari.Untuk lebih mendatangkan hasil yang maksimal perlu kiranya kita/pelajar mengembangkan berpikir kritis.
Langkah-langkah dalam berfikir kritis adalah sebagai berikut :
1. Memasuki proses belajar/membaca dengan pikiran yang terbuka.
Bila kita masuk dengan pikiran terbuka kita akan memiliki sikap mau menerima pendapat/jalan pikiran/konsep dari pihak lain. Sebaiknya kalau kita ketika proses belajar mengedepankan berfikit yang tertutup, justru hal itu akan menghambat kita dalam mengembangkan berfikir secara kritis.
2. Pikirkan, hal-hal apa sajakah yang kamu ketehui tentang tema/topic yang sedang dipelajari.Hal ini akan memberikan umpan bagi pikiran kita untuk menerawang konten materi yang kita pelajari.
3. Jelaskan pada diri sendiri tujuan apa yang akan anda peroleh dengan mempelajari tema/topic/suatu masalah yang dipelajari.Hal ini akan memberikan dorongan untuk lebih intensif mempelajari hal tersebut.
4. Tanyakan pada diri kamu tentang sumber-sumber yang akan dijadikan acuan dalam belajar. Dengan sumber yang cukup atau memadahi maka proses belajar tadi akan memiliki landasan teori yang kuat.Sehingga pada akhir kegiatan belajar kesimpulan yang diambil tidaklah meragukan.
5. Hubung-hubungkan setiap variable yang terdapat pada tema/topic yang sedang dipelajari.Misalnya hubungan sebab akibat. Karena ada suatu sebab tertentu maka akan berakibat /memunculkan hal lain.
6. Puncaknya adalah pembuatan kesimpulan dari hubungan sebab akibat tadi yang telah melalui proses analisis.
Dengan berfikir kritis tersebut, proses belajar tidak hanya sebagai kegiatan rutinitas tetapi kita telah meningkatkan kualitas dari cara kita belajar/membaca sehingga menghasilkan out put belajar yang optimal.
Selamat mencoba semoga berhasil dan tercapai cita-citamu
Eka,17 Feb.2009
Langkah-langkah dalam berfikir kritis adalah sebagai berikut :
1. Memasuki proses belajar/membaca dengan pikiran yang terbuka.
Bila kita masuk dengan pikiran terbuka kita akan memiliki sikap mau menerima pendapat/jalan pikiran/konsep dari pihak lain. Sebaiknya kalau kita ketika proses belajar mengedepankan berfikit yang tertutup, justru hal itu akan menghambat kita dalam mengembangkan berfikir secara kritis.
2. Pikirkan, hal-hal apa sajakah yang kamu ketehui tentang tema/topic yang sedang dipelajari.Hal ini akan memberikan umpan bagi pikiran kita untuk menerawang konten materi yang kita pelajari.
3. Jelaskan pada diri sendiri tujuan apa yang akan anda peroleh dengan mempelajari tema/topic/suatu masalah yang dipelajari.Hal ini akan memberikan dorongan untuk lebih intensif mempelajari hal tersebut.
4. Tanyakan pada diri kamu tentang sumber-sumber yang akan dijadikan acuan dalam belajar. Dengan sumber yang cukup atau memadahi maka proses belajar tadi akan memiliki landasan teori yang kuat.Sehingga pada akhir kegiatan belajar kesimpulan yang diambil tidaklah meragukan.
5. Hubung-hubungkan setiap variable yang terdapat pada tema/topic yang sedang dipelajari.Misalnya hubungan sebab akibat. Karena ada suatu sebab tertentu maka akan berakibat /memunculkan hal lain.
6. Puncaknya adalah pembuatan kesimpulan dari hubungan sebab akibat tadi yang telah melalui proses analisis.
Dengan berfikir kritis tersebut, proses belajar tidak hanya sebagai kegiatan rutinitas tetapi kita telah meningkatkan kualitas dari cara kita belajar/membaca sehingga menghasilkan out put belajar yang optimal.
Selamat mencoba semoga berhasil dan tercapai cita-citamu
Eka,17 Feb.2009
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Senin, Februari 16, 2009
CARA MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR
CARA MENUMBUHKAN MOTIVASI
Belakangan ini siswa tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi. Siswa lebih tertarik pada hal-hal yang sebenarnya kurang bermanfaat. Berikut ini beberapa cara untuk membangkitkan motivasi belajar :
1. Tumbuhkan keyakinan pada diri kita bahwa kita memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah kita canangkan. Jangan sampai timbul keraguan pada diri kita.
2. Kita harus memiliki rasa tanggungjawab atas sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita.
3. Menerima setiap resiko yang kita alami dengan lapang dada.
4. Katakana pada diri kita bahwa kegagalan yang kita alami adalah sukses yang tertunda dan akan tercapai dilain waktu sehingga kita punya semangat untuk terus belajar.
5. merayakan prestasi anda jika dapat mencapai tujuan anda .
6. Ciptakan trik-trik baru yang dapat membuat kita besemangat, misalnya cara-cara belajar.
Eka 17 2 09
Belakangan ini siswa tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi. Siswa lebih tertarik pada hal-hal yang sebenarnya kurang bermanfaat. Berikut ini beberapa cara untuk membangkitkan motivasi belajar :
1. Tumbuhkan keyakinan pada diri kita bahwa kita memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah kita canangkan. Jangan sampai timbul keraguan pada diri kita.
2. Kita harus memiliki rasa tanggungjawab atas sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita.
3. Menerima setiap resiko yang kita alami dengan lapang dada.
4. Katakana pada diri kita bahwa kegagalan yang kita alami adalah sukses yang tertunda dan akan tercapai dilain waktu sehingga kita punya semangat untuk terus belajar.
5. merayakan prestasi anda jika dapat mencapai tujuan anda .
6. Ciptakan trik-trik baru yang dapat membuat kita besemangat, misalnya cara-cara belajar.
Eka 17 2 09
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
UPAYA MENGATASI STRES
UPAYA MENGATASI STRES/BEBAN PIKIRAN
1. Pertama-tama, anda harus belajar mengenali stres:
Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Melepaskan diri dari alkohol, narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-indikasi dari gelaja stres. Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres.
2. Jika anda merasa stres mengaruhi pelajaran anda,
langkah pertama adalah mencari bantuan melalui pusat koseling di sekolah anda.
3. Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?
4. Perhatikan lingkunga sekitar anda
Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.
5. Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan
Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.
6. Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.
7. Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.
8. Hindari reaksi yang berlebihan;
Lakukan tindakan sesuai dengan takarannya, jangan berlebihan. Bila dirasa sudah cukup tidak perlu untuk ditambah-tambah lagi.
9. Tidur secukupnya
tidur yang cukup dapat memulihkan kelehahan fisik dan psykis
10. Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri
tentukan tujuan tujuan hidup kalian sesuai dengan kemampuan/bakat dan minat yang dimiliki.
11. Jangan membebani diri anda secara berlebihan
dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.
12. Ubahlah cara pandang anda
dengan mengubah cara pandang tentang suatu hal.Misalnya selama ini cara pandang lebih mengarah pada hal-hal yang negative diubah menjadi cara pandang positif.
13. Lakukan sesuatu untuk orang lain
cobalah untuk hidup ini bermanfaat untuk orang lain karena itu akan mhagiaan memberikan kebahagiaan tersendiri manakala kita berguna bagi orang lain.
14. Hindari stress
Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun/ dengan kegiatan yang menyenagkan kita.
15. Tingkatkan ketahanan diri anda
kita harus memiliki ketahanan terhadap berbagai masalah yang sedang menimpa kita. Jangan cepat mengeluh atau menyerah. Katakan pada diri kita bahwa kita mampu untuk mengatasi masalah tersebut.
Eka, 17 2 2009
1. Pertama-tama, anda harus belajar mengenali stres:
Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Melepaskan diri dari alkohol, narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-indikasi dari gelaja stres. Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres.
2. Jika anda merasa stres mengaruhi pelajaran anda,
langkah pertama adalah mencari bantuan melalui pusat koseling di sekolah anda.
3. Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?
4. Perhatikan lingkunga sekitar anda
Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.
5. Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan
Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.
6. Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.
7. Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.
8. Hindari reaksi yang berlebihan;
Lakukan tindakan sesuai dengan takarannya, jangan berlebihan. Bila dirasa sudah cukup tidak perlu untuk ditambah-tambah lagi.
9. Tidur secukupnya
tidur yang cukup dapat memulihkan kelehahan fisik dan psykis
10. Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri
tentukan tujuan tujuan hidup kalian sesuai dengan kemampuan/bakat dan minat yang dimiliki.
11. Jangan membebani diri anda secara berlebihan
dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.
12. Ubahlah cara pandang anda
dengan mengubah cara pandang tentang suatu hal.Misalnya selama ini cara pandang lebih mengarah pada hal-hal yang negative diubah menjadi cara pandang positif.
13. Lakukan sesuatu untuk orang lain
cobalah untuk hidup ini bermanfaat untuk orang lain karena itu akan mhagiaan memberikan kebahagiaan tersendiri manakala kita berguna bagi orang lain.
14. Hindari stress
Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun/ dengan kegiatan yang menyenagkan kita.
15. Tingkatkan ketahanan diri anda
kita harus memiliki ketahanan terhadap berbagai masalah yang sedang menimpa kita. Jangan cepat mengeluh atau menyerah. Katakan pada diri kita bahwa kita mampu untuk mengatasi masalah tersebut.
Eka, 17 2 2009
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
KELUARGA YANG HARMONIS
Harmonisasi DI Keluarga Bagi Pelajar
Lingkungan pendidikan sangatlah luas, meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat secara umum. Keberhasilan pendidikan bagi seorang pelajar tidak hanya ditentukan semata-mata oleh keberhasilan kegiatan pembelajaran di sekolah namun juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang lain, misalnya lingkungan masyarakat yang mendukung dan hubungan antar anggota di keluarga.
Sebagaimana kita ketahui keluarga merupakan media untuk melaksanakan sosialisasi berbagai nilai dan norma yang berlaku di masyarakat kepada anggota keluarga terutama adalah anak.Proses sosialisasi yang berhasil akan membentuk watak/karakter/sifat yang baik bagi anak, yaitu sesuai dengan kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat. Namun sebaliknya bila pross sosialisasi yang tidak berhasil akan menyebabkan pada anak akan memiliki sifat/perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang brlaku di masyarakat.
Disamping fungsi sosialisasi, keluarga masih memiliki fungsi yang lain misalnya afeksi. Fungsi ini lebih menekankan untuk saling memberi kasih sayang kepada semua anggota keluarga. Rasa kasih sayang ini perlu untuk terus ditumbuhkembangkan dan diciptakan dalam segala bentuk interaksi di dalam keluarga.Anak tidak boleh dipandang sebagai obyek bagi orang tua namun juga perlu dipandang sebagai subyek yang membutuhkan kasih sayang dan diberikan partisipasi yang lebih luas dalam mengembangkan hubungan yang serasi di keluarga.
Anak dikeluarga diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga anak tidak merasa dikekang dalam keluarga oleh orang tuanya. Pada anak juga perlu dilatih untuk saling memberikan pemahaman bahwa orang tua memiliki peran untuk membentuk dan mengarahkan pertumbuhan sikap pada anaknya.Pola hubungan yang seimbang ini diharapkan akan menciptakan interaksi di keluarga yang seimbang.Bila proses hubungan keluarga yang berpusat pada orang tua yang dikembangkan akan menyebabkan anak tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan kecakapan yang dimilikinya, Namun bila proses interaksi perpusat pada anak sepenuhnya tanpa dibimbim oleh orang tua akan membentuk pribadi anak yang yang bertentangan dengan norma masyarakat.
Setiap masalah yang terjadi di keluarga harus siselesaikan dengan arif dan bijaksana.Apabila tidak akan mengganggu anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Ketika kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung anak tidak dapat berkonsentrasi untuk mengikuti pelajaran karena pikirannya terganggu oleh masalah yang sedang terjadi di keluarga.
eka, 17 2 09
Lingkungan pendidikan sangatlah luas, meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat secara umum. Keberhasilan pendidikan bagi seorang pelajar tidak hanya ditentukan semata-mata oleh keberhasilan kegiatan pembelajaran di sekolah namun juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang lain, misalnya lingkungan masyarakat yang mendukung dan hubungan antar anggota di keluarga.
Sebagaimana kita ketahui keluarga merupakan media untuk melaksanakan sosialisasi berbagai nilai dan norma yang berlaku di masyarakat kepada anggota keluarga terutama adalah anak.Proses sosialisasi yang berhasil akan membentuk watak/karakter/sifat yang baik bagi anak, yaitu sesuai dengan kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat. Namun sebaliknya bila pross sosialisasi yang tidak berhasil akan menyebabkan pada anak akan memiliki sifat/perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang brlaku di masyarakat.
Disamping fungsi sosialisasi, keluarga masih memiliki fungsi yang lain misalnya afeksi. Fungsi ini lebih menekankan untuk saling memberi kasih sayang kepada semua anggota keluarga. Rasa kasih sayang ini perlu untuk terus ditumbuhkembangkan dan diciptakan dalam segala bentuk interaksi di dalam keluarga.Anak tidak boleh dipandang sebagai obyek bagi orang tua namun juga perlu dipandang sebagai subyek yang membutuhkan kasih sayang dan diberikan partisipasi yang lebih luas dalam mengembangkan hubungan yang serasi di keluarga.
Anak dikeluarga diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga anak tidak merasa dikekang dalam keluarga oleh orang tuanya. Pada anak juga perlu dilatih untuk saling memberikan pemahaman bahwa orang tua memiliki peran untuk membentuk dan mengarahkan pertumbuhan sikap pada anaknya.Pola hubungan yang seimbang ini diharapkan akan menciptakan interaksi di keluarga yang seimbang.Bila proses hubungan keluarga yang berpusat pada orang tua yang dikembangkan akan menyebabkan anak tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan kecakapan yang dimilikinya, Namun bila proses interaksi perpusat pada anak sepenuhnya tanpa dibimbim oleh orang tua akan membentuk pribadi anak yang yang bertentangan dengan norma masyarakat.
Setiap masalah yang terjadi di keluarga harus siselesaikan dengan arif dan bijaksana.Apabila tidak akan mengganggu anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Ketika kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung anak tidak dapat berkonsentrasi untuk mengikuti pelajaran karena pikirannya terganggu oleh masalah yang sedang terjadi di keluarga.
eka, 17 2 09
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Sabtu, Februari 14, 2009
Pentingnya Managemen Pikiran
Managemen Pikiran dan dipadukan dengan qolbu.
Kita sering tidak menyadari betapa pentingnya memanage pikiran kita.Pikiran yang ada pada diri kita dibiarkan tanpa kendali, tanpa tujuan dan tanpa dasar yang benar.Keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya juga sangat ditentukan oleh keberhasilan dirinya dalam memanage pikiran.
Pikiran yang tidak dimanage dengan baik dan dikendalikan secara proporsional cenderung akan bergerak semaunya sendiri.Padahal pikiran yang dimiliki oleh manusia akan mendasari dirinya dalam melakukan tindakan sosial.Sebelum kita melakukan suatu perbuatan, pikiran selalu akan berkata pada diri kita, apakah perbuatan yang akan kita lakukan tersebut bermanfaat, apakah akan membawa dampak positif ataukah sebaliknya.Manusia dibekali oleh Alloh suatu kemampuan untuk mengendalikan pikiran tersebut sehingga kita dapat menentukan jenis/bentuk/macam hal apakah yang seharusnya ada pada pikiran tersebut. Tinggal manusia itu sendiri mau mengasah diri untuk mengendalikan pikiran atau tidak.
Dengan kemampuan mengendalikan pikiran tersebut maka krenik-krenik yang ada pada pikiran kita dapat kita arahkan dapat kita bentuk sesuai dengan kaidah/norma/aturan/tujuan hidup yang mulia atau segala sesuatu yang menjada dasar hakekat hidup ( nilai dari Alloh ).Krenik-krenik pikiran yang negatif/tidak bermanfaat bahkan merugikan orang lain disamping juga dapat merugikan diri sendiri dapat kita hapus/buang dan kita ganti dengan krenik-krenik pikiran yang positif dan dapat membawa kemanfaatan/kemaslahatan bagi kehidupan baik diri sendiri maupun orang lain.
Manusia disamping dibekali dengan akal/pikiran juga dibekali dengan qolbu/hati nurani.Apabila kita mampu untuk memadukan pikiran dan qolbu/hati nurani maka Insya Alloh kita akan dapat hidup sesuai dengan apa yang telah digariskan olehNya.Demikian juga dalam hidup bermasyarakat kita juga dituntut untuk dapat memanage pikiran yang kita padu dengan qolbu sehingga akan melahirkan perilaku sosial yang sesuai dengan kaidah sosial yang berlaku.
Sebagai pelajar memanage pikiran dan memadukan dengan qolbu merupakan suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.Mengingat tantangan globalisasi yang semakin mendera kehidupan remaja begiti kuat maka dibutuhkan ketangguhan pikiran untuk menghadapi hal tersebut.Apabila remaja gagal dalam menanage pikiran dengan baik maka dapat diperkirakan bahwa kehancuran mentalitas dan moralitas remaja dimasa-masa mendatang akan semakin meningkat. Remaja harus mengambil keputusan dalam pikirannya, hal manakah yang harus dilakukan dan hal manakah yang harus ditinggalkan.Pikiran yang tidak penting harus dibuang jauh-jauh.Remaja seharusnya memusatkan pikirannya pada studi/proses pembelajaran. Namun belakangan ini tampak sekali bahwa pelajar telah mengesampingkan peran ini.Pelajar mulai enggan untuk belajar karena yang ada dalam alam pikirannya adalah, misalnya bemain game, PS, chating, pacaran, dan masih aktifitas lain yang serharusnya itu diminimalisir agar peran utama remaja sebagai penerus bangsa tidak terabaikan.
Kesimpulannya sukses tidaknya remaja dalam studi sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam memanage pikiran dan dipadukan dengan qolbunya.
eka-140209
Kita sering tidak menyadari betapa pentingnya memanage pikiran kita.Pikiran yang ada pada diri kita dibiarkan tanpa kendali, tanpa tujuan dan tanpa dasar yang benar.Keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya juga sangat ditentukan oleh keberhasilan dirinya dalam memanage pikiran.
Pikiran yang tidak dimanage dengan baik dan dikendalikan secara proporsional cenderung akan bergerak semaunya sendiri.Padahal pikiran yang dimiliki oleh manusia akan mendasari dirinya dalam melakukan tindakan sosial.Sebelum kita melakukan suatu perbuatan, pikiran selalu akan berkata pada diri kita, apakah perbuatan yang akan kita lakukan tersebut bermanfaat, apakah akan membawa dampak positif ataukah sebaliknya.Manusia dibekali oleh Alloh suatu kemampuan untuk mengendalikan pikiran tersebut sehingga kita dapat menentukan jenis/bentuk/macam hal apakah yang seharusnya ada pada pikiran tersebut. Tinggal manusia itu sendiri mau mengasah diri untuk mengendalikan pikiran atau tidak.
Dengan kemampuan mengendalikan pikiran tersebut maka krenik-krenik yang ada pada pikiran kita dapat kita arahkan dapat kita bentuk sesuai dengan kaidah/norma/aturan/tujuan hidup yang mulia atau segala sesuatu yang menjada dasar hakekat hidup ( nilai dari Alloh ).Krenik-krenik pikiran yang negatif/tidak bermanfaat bahkan merugikan orang lain disamping juga dapat merugikan diri sendiri dapat kita hapus/buang dan kita ganti dengan krenik-krenik pikiran yang positif dan dapat membawa kemanfaatan/kemaslahatan bagi kehidupan baik diri sendiri maupun orang lain.
Manusia disamping dibekali dengan akal/pikiran juga dibekali dengan qolbu/hati nurani.Apabila kita mampu untuk memadukan pikiran dan qolbu/hati nurani maka Insya Alloh kita akan dapat hidup sesuai dengan apa yang telah digariskan olehNya.Demikian juga dalam hidup bermasyarakat kita juga dituntut untuk dapat memanage pikiran yang kita padu dengan qolbu sehingga akan melahirkan perilaku sosial yang sesuai dengan kaidah sosial yang berlaku.
Sebagai pelajar memanage pikiran dan memadukan dengan qolbu merupakan suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.Mengingat tantangan globalisasi yang semakin mendera kehidupan remaja begiti kuat maka dibutuhkan ketangguhan pikiran untuk menghadapi hal tersebut.Apabila remaja gagal dalam menanage pikiran dengan baik maka dapat diperkirakan bahwa kehancuran mentalitas dan moralitas remaja dimasa-masa mendatang akan semakin meningkat. Remaja harus mengambil keputusan dalam pikirannya, hal manakah yang harus dilakukan dan hal manakah yang harus ditinggalkan.Pikiran yang tidak penting harus dibuang jauh-jauh.Remaja seharusnya memusatkan pikirannya pada studi/proses pembelajaran. Namun belakangan ini tampak sekali bahwa pelajar telah mengesampingkan peran ini.Pelajar mulai enggan untuk belajar karena yang ada dalam alam pikirannya adalah, misalnya bemain game, PS, chating, pacaran, dan masih aktifitas lain yang serharusnya itu diminimalisir agar peran utama remaja sebagai penerus bangsa tidak terabaikan.
Kesimpulannya sukses tidaknya remaja dalam studi sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam memanage pikiran dan dipadukan dengan qolbunya.
eka-140209
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Kamis, Februari 12, 2009
Remaja Perlu Mengendalikan Emosi
Remaja Perlu Mengendalikan Emosi
Perubahan-perubahan fizikal, emosi dan sosial semasa remaja memberi kesan terhadap kesihatan mental.
Masalah-Masalah Yang Sering Dihadapi Remaja
Keliru dengan peranan dan tanggungjawab diri
Sering merasa diri disalahfahamkan dan dipersalahkan
Merasa diri dilayan secara tidak adil
Kesunyian
Sukar memahami emosi
Susah membuat keputusan
Hubungan Dengan IbuBapa
Remaja yang mempunyai hubungan baik dengan ibubapa mereka sering menjalin perhubungan yang mesra dengan orang lain. Mereka juga kurang mengalami masalah kesihatan mental.
Cara-Cara Menjalin Perhubungan Yang Lebih Rapat Dengan IbuBapa
Menghormati dan sedia meneriam tunjuk-ajar dan teguran mereka
Membincangkan masalah anda dengan mereka
Meluahkan perasaan dan pendapat anda secata terus terang
Tunjukkan kasih sayang anda melalui kata-kata ataupun perbuatan
Cuba memahami masalah dan beban ibubapa anda
Meraikan harijadi mereka
Ingatlah bahawa ibubapa menyayangi anda dan mahukan yang terbaik untuk anda
MENANGANI EMOSI
Keupayaan memahami emosi adalah penting di dalam kehidupan harian
Apabila Anda Merasa Marah
Tarik nafas sedalam-dalamnya. Beredar dari suasana tegang (jika perlu)
Berfikir sebelum bertindak
Tanya diri sendiri
Kenapa saya marah ?
Apalah punca masalah ?
Apakah yang telah saya lakukan ?
PENYELESAIAN KONFLIK
Kenalpasti punca konflik
Dengan dulu apa yang hendak disampaikan oleh orang lain
Nyatakan apa yang anda kehendaki dan mengapa anda marah
Janganlah menyalahkan orang lain
Tumpukan perhatian kepada tindakan yang menyebabkan konflik
Bertenang semasa menerangkan pendapat anda
Bincangkan bersama cara-cara penyelesaian masalah
Carilah penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak
Remaja yang Positif
Bertimbang rasa
Yakin terhadap diri sendiri
Sedia menerima nasihat dan teguran
Sabar
Bertanggungjawab
Rajin dan suka menolong
Mahir berkomunikasi
Bila Kalian ingin informasi selengengkapnya dapat mengunjungi :
http://www.sabah.org.my/bm/nasihat/artikel_remaja/remaja_konflik.asp
Perubahan-perubahan fizikal, emosi dan sosial semasa remaja memberi kesan terhadap kesihatan mental.
Masalah-Masalah Yang Sering Dihadapi Remaja
Keliru dengan peranan dan tanggungjawab diri
Sering merasa diri disalahfahamkan dan dipersalahkan
Merasa diri dilayan secara tidak adil
Kesunyian
Sukar memahami emosi
Susah membuat keputusan
Hubungan Dengan IbuBapa
Remaja yang mempunyai hubungan baik dengan ibubapa mereka sering menjalin perhubungan yang mesra dengan orang lain. Mereka juga kurang mengalami masalah kesihatan mental.
Cara-Cara Menjalin Perhubungan Yang Lebih Rapat Dengan IbuBapa
Menghormati dan sedia meneriam tunjuk-ajar dan teguran mereka
Membincangkan masalah anda dengan mereka
Meluahkan perasaan dan pendapat anda secata terus terang
Tunjukkan kasih sayang anda melalui kata-kata ataupun perbuatan
Cuba memahami masalah dan beban ibubapa anda
Meraikan harijadi mereka
Ingatlah bahawa ibubapa menyayangi anda dan mahukan yang terbaik untuk anda
MENANGANI EMOSI
Keupayaan memahami emosi adalah penting di dalam kehidupan harian
Apabila Anda Merasa Marah
Tarik nafas sedalam-dalamnya. Beredar dari suasana tegang (jika perlu)
Berfikir sebelum bertindak
Tanya diri sendiri
Kenapa saya marah ?
Apalah punca masalah ?
Apakah yang telah saya lakukan ?
PENYELESAIAN KONFLIK
Kenalpasti punca konflik
Dengan dulu apa yang hendak disampaikan oleh orang lain
Nyatakan apa yang anda kehendaki dan mengapa anda marah
Janganlah menyalahkan orang lain
Tumpukan perhatian kepada tindakan yang menyebabkan konflik
Bertenang semasa menerangkan pendapat anda
Bincangkan bersama cara-cara penyelesaian masalah
Carilah penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak
Remaja yang Positif
Bertimbang rasa
Yakin terhadap diri sendiri
Sedia menerima nasihat dan teguran
Sabar
Bertanggungjawab
Rajin dan suka menolong
Mahir berkomunikasi
Bila Kalian ingin informasi selengengkapnya dapat mengunjungi :
http://www.sabah.org.my/bm/nasihat/artikel_remaja/remaja_konflik.asp
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Selasa, Februari 10, 2009
Pentingnya Konseling Bagi Remaja
REMAJA PERLU MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR TENTANG MASA PUBERTAS.
Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh remaja adalah penyesuaian terhadap perubahan hormon reproduksi yang sudah mulai berfungsi. Setelah mendapatkan pengalaman pertama dalam hal menstruasi untuk yang perempuan dan mimpi basah untuk yang laki-laki. Selain itu juga keingintahuan yang besar terhadap hal-hal yang berbau seks dan kengintahuan tentang cara untuk menyalurkan dorongan seks . Karena seksualitas masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat kita, maka remaja seringkali mencari informasi seputar seksualitas dari sumber-sumber yang seringkali tidak dapat dipertanggungjawaban.Hal tersebut justru menimbilkan perilaku sek remaja yang salah.
Banyaknya persoalan seksualitas di kalangan remaja selain disebabkan oleh anggapan tabu tentang seks di masyarakat yang berakibat remaja kurang memiliki pengetahuan tentang masalah seksualitas yang benar, juga disebabkan karena tidak adanya dukungan dari sistem, berupa kebijakan dalam bidang kesehatan yang kurang mempertimbangkan kepentingan, kebutuhan dan partsipasi dari remaja.
Selama ini apabila kita berbicara mengenai seks maka yang terbersit dalam benak sebagian besar orang adalah hubungan seks, padahal seks itu artinya adalah jenis kelamin. Jenis kelamin ini membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis, sedangkan seksualitas menyangkut : dimensi biologis, yaitu berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan kesehatannya ; dimensi psikologis, di mana seksualitas berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual ; dimensi sosial, berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar manusia serta bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks ; dan dimensi kultural, menunjukkan bahwa perilaku seks itu merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat.Dengan pandangan dan pengetahuan sek yang benar pada remaja maka diharapkan dapat mencegah timbulnya pengaruh negative bagi perkembangan fisiologis dan psyikologis remaja itu sendiri.Pada kenyataannya pihak wanita yang sering berada pada posisi yang dirugikan, tidak memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan atas dirinya.Hal inilah yang menyebabkan wanita sebagai korban pengetahuan sek yang salah.Masih ditambah lagi berbagai masalah yang akan dialami oleh seorang wanita manakala terjadi keterlanjuran perilaku sek yang tidak benar, misalnya kehamilan, keguguran, penyakit menular bahkan nyawa.
Untuk membantu remaja menyelesaikan masalahnya secara bertangung jawab, diperlukan keberpihakan terhadap remaja, yang muncul dalam bentuk pemahaman, empati dan dukungan kepada remaja. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat membantu remaja dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya termasuk seksualitas adalah dengan melalui konseling. Mendapatkan informasi mengenai seksualitas merupakan hak semua orang termasuk remaja. Selama ini sarana-sarana yang dipakai remaja untuk memenuhi keingintahuannya tentang masalah seksualitas ini didapatkan dari berbagai sumber, buku-buku populer, diskusi dengan teman-temnnya, nonton film / video, dan lain sebagainya. Informasi seperti in seringkali tidak benar, penuh dengan mitos dan bias gender. Melalui konseling seksualitas, remaja akan memperoleh info yang benar, proporsional dan bertanggung jawab dari konselor yang bersangkutan. Remaja juga dapat berdiskusi dengan konselor mengenai problem seksualitas sehingga pada akhirnya remaja bisa memahami nilai pribadinya, sikap dan perilaku seksualnya, serta belajar untuk mengambil keputusan lebih lanjut. Dengan demikian, ketika remaja mempunyai masalah, dia akan mendapatkan dukungan dari orang yang bisa memahami keadaannya.
Juga perlu dirubahnya image bahwa pengetahuan sek untuk remaja itu tabu, harus dirubah menjadi pengetahuan tentang sek yang benar adalah perlu untuk semua warga masyaakat, termasuk didalamnya remaja.
Peran dari BP di sekolah juga sangat diharapkan dapat membntu remaja untuk mendapatkan pengetahuan tetang sek.BP masih dianggap sebagai polisi sekolah sehingga BP sebagai konselor bagi siswa tidak berfungsi. Oleh karena itu peran BP sebagai konselor bagi remaja yang memiliki masalah tentang seksualitas dapat memperoleh pengetahuan yang cukup dan benar.
Dengan berbagai solusi tersebut diharapkan remaja dapat melalui masa remaja dengan sukses, dapat berhasil dalam studinya.Remaja akan tumbuh kematangan kejiwaanya, kedewasaan dalam berfikir dan bertingkah laku sehingga menjadi remaja yang tangguh dalam menghadapi berbagai problematikanya dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi pembaca, amin.
Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh remaja adalah penyesuaian terhadap perubahan hormon reproduksi yang sudah mulai berfungsi. Setelah mendapatkan pengalaman pertama dalam hal menstruasi untuk yang perempuan dan mimpi basah untuk yang laki-laki. Selain itu juga keingintahuan yang besar terhadap hal-hal yang berbau seks dan kengintahuan tentang cara untuk menyalurkan dorongan seks . Karena seksualitas masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat kita, maka remaja seringkali mencari informasi seputar seksualitas dari sumber-sumber yang seringkali tidak dapat dipertanggungjawaban.Hal tersebut justru menimbilkan perilaku sek remaja yang salah.
Banyaknya persoalan seksualitas di kalangan remaja selain disebabkan oleh anggapan tabu tentang seks di masyarakat yang berakibat remaja kurang memiliki pengetahuan tentang masalah seksualitas yang benar, juga disebabkan karena tidak adanya dukungan dari sistem, berupa kebijakan dalam bidang kesehatan yang kurang mempertimbangkan kepentingan, kebutuhan dan partsipasi dari remaja.
Selama ini apabila kita berbicara mengenai seks maka yang terbersit dalam benak sebagian besar orang adalah hubungan seks, padahal seks itu artinya adalah jenis kelamin. Jenis kelamin ini membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis, sedangkan seksualitas menyangkut : dimensi biologis, yaitu berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan kesehatannya ; dimensi psikologis, di mana seksualitas berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual ; dimensi sosial, berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar manusia serta bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks ; dan dimensi kultural, menunjukkan bahwa perilaku seks itu merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat.Dengan pandangan dan pengetahuan sek yang benar pada remaja maka diharapkan dapat mencegah timbulnya pengaruh negative bagi perkembangan fisiologis dan psyikologis remaja itu sendiri.Pada kenyataannya pihak wanita yang sering berada pada posisi yang dirugikan, tidak memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan atas dirinya.Hal inilah yang menyebabkan wanita sebagai korban pengetahuan sek yang salah.Masih ditambah lagi berbagai masalah yang akan dialami oleh seorang wanita manakala terjadi keterlanjuran perilaku sek yang tidak benar, misalnya kehamilan, keguguran, penyakit menular bahkan nyawa.
Untuk membantu remaja menyelesaikan masalahnya secara bertangung jawab, diperlukan keberpihakan terhadap remaja, yang muncul dalam bentuk pemahaman, empati dan dukungan kepada remaja. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat membantu remaja dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya termasuk seksualitas adalah dengan melalui konseling. Mendapatkan informasi mengenai seksualitas merupakan hak semua orang termasuk remaja. Selama ini sarana-sarana yang dipakai remaja untuk memenuhi keingintahuannya tentang masalah seksualitas ini didapatkan dari berbagai sumber, buku-buku populer, diskusi dengan teman-temnnya, nonton film / video, dan lain sebagainya. Informasi seperti in seringkali tidak benar, penuh dengan mitos dan bias gender. Melalui konseling seksualitas, remaja akan memperoleh info yang benar, proporsional dan bertanggung jawab dari konselor yang bersangkutan. Remaja juga dapat berdiskusi dengan konselor mengenai problem seksualitas sehingga pada akhirnya remaja bisa memahami nilai pribadinya, sikap dan perilaku seksualnya, serta belajar untuk mengambil keputusan lebih lanjut. Dengan demikian, ketika remaja mempunyai masalah, dia akan mendapatkan dukungan dari orang yang bisa memahami keadaannya.
Juga perlu dirubahnya image bahwa pengetahuan sek untuk remaja itu tabu, harus dirubah menjadi pengetahuan tentang sek yang benar adalah perlu untuk semua warga masyaakat, termasuk didalamnya remaja.
Peran dari BP di sekolah juga sangat diharapkan dapat membntu remaja untuk mendapatkan pengetahuan tetang sek.BP masih dianggap sebagai polisi sekolah sehingga BP sebagai konselor bagi siswa tidak berfungsi. Oleh karena itu peran BP sebagai konselor bagi remaja yang memiliki masalah tentang seksualitas dapat memperoleh pengetahuan yang cukup dan benar.
Dengan berbagai solusi tersebut diharapkan remaja dapat melalui masa remaja dengan sukses, dapat berhasil dalam studinya.Remaja akan tumbuh kematangan kejiwaanya, kedewasaan dalam berfikir dan bertingkah laku sehingga menjadi remaja yang tangguh dalam menghadapi berbagai problematikanya dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi pembaca, amin.
Label:
REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
