Jumat, Januari 15, 2010

KONSEP SUKU BANGSA

1. Konsep Suku Bangsa
Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Kesadaran dan identitas tersebut diperkuat akan kesatuan bahasa yang digunakan, serta dengan kesatuan kebudayaan yang timbul karena suatu ciri khas dari suku bangsa itu sendiri bukan karena pengaruh dari luar. Kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat berwujud sebagai komunitas desa, kota, kelompok kekerabatan, atau kelompok adat lainnya yang memunculkan cirri khas dari masyarakat tersebut. Dalam kenyataannya konsep suku bangsa sangatlah kompleks, karena dalam kenyataan batas dari kesatuan manusia yang merasakan diri terikat akan keseragaman kebudayaan tersebut dapat meluas maupun menyempit tergantung situasi dan kondisi pada saat itu. Menurut para ahli antropologi selain meneliti besar-kecilnya jumlah penduduk dalam kesatuan masyarakat suku bangsa, mereka juga membedakan kesatuan masyarakat suku-suku bangsa di dunia berdasarkan atas kriteria mata pencaharian dan system ekonomi yaitu
Masyarakat pemburu dan peramu (hunting and gathering societies), yang pada masa kini sudah jarang ditemui. Mereka biasanya tinggal di daerah-daerah yang terisolasi di daerah-daerah pinggiran atau terpencil.
Masyarakat peternak (pastoral societies), masih ada masa kini, biasanya mereka tinggal di daerah yang masih ada stepa atau sabana atau daerah rumputan. Kehidupan suku-suku bangsa peternak sangatlah mobilisasi, karena mereka selalu berpindah-pindah tergantung musim-musim yang sedang berlangsung dengan membuat perkemahan dan biasanya mereka bersifat sangat agresif.
Masyarakat peladang (societies of shifting cultivators), dalam kehidupannya mereka membuka hutan untuk dijadikan lading dan bila sudah memanen dua sampai tiga kali, mereka meninggalkan ladang tersebut kemudian membuka lading lagi di hutan lainnya. Keadaan ini berlangsung sampai ke ladang yang pertama kali mereka buka yaitu sekitar 12 sampai 13 tahun lamanya dan biasanya mereka sudah menetap.
Masyarakat nelayan (fishing communities), mereka hidup di sepanjang pantai, hal ini dilakukan agar memudahkan mereka bila akan melaut untuk mencari ikan di laut. Kebudayaan nelayan biasanya mereka mengetahui teknologi pembuatah perahu, cara-cara navigasi di laut, memiliki oraganisasi social yang dapat menampung system pembagian kerja dan lain-lainnya.
 Masyarakat petani pedesaan (peasant communities), merupakan komunitas paling besar di dunia dan kebudayaan yang berkembang biasanya berorientasi terhadap kebudayaan dari otoritas yang lebih tinggi yaitu perkotaan administratif.
 Masyarakat perkotaan kompleks (complex urban societies), di dalamnya akan terjadi gejala hubungan interaksi antar suku-suku bangsa yang ada di kota besar. Dan biasanya akan menimbulkan masalah dengan adanya hubungan antar suku-suku bangsa tersebut.


2. Konsep Daerah Kebudayaan
Daerah kebudayaan (culture area) merupakan suatu penggabungan atau penggolongan (yang dilakukan oleh para ahli antropologi) dari suku-suku bangsa yang dalam masing-masing kebudayaannya beraneka ragam dengan mempunyai beberapa unsur yang serupa. Dalam hal ini merupakan suatu system klasifikasi yang mengelompokan beraaneka warna suku bangsa di suatu daerah beradasarkan atas beberapa persamaan yang terdapat di dalam unsur kebudayaannya. Saran-saran ini dikemukakan oleh F. Boas seorang pakar antropologi dari Amerika. Dalam klaifikasi persamaan ini berupa alat-alat berburu, alat-alat bertani, alat-alat transportasi, senjata, bentuk-bentuk perhiasan, gaya berpakaian, system organisasi, system perekonomian, upacara keagamaan, dan adat istiadat. Tetapi, metode ini mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu bial suatu verifikasi yang lebih mendalam ternyata kan mengaburkan culture area.

3. Suku-Suku Bangsa di Indonesia
Seorang ahli antropologi Indonesia wajib untuk mengenalbentuk-bentuk masyarakat dan kebudayaan di wilayahnya sendiri. Selain itu juga, mereka harus mengetahui cukup mendalam masyarakat dan kebudayaan-kebudayaan di wilayah negara-negara tetangga. Menurut Van Villenhoven, klasifikasi dari aneka warna suku bangsa di wilayah Indonesia biasanya masih berdasarkan sistem hukum adat yaitu
NO Suku Bangsa NO Suku Bangsa
1. Aceh 9. Gorontalo
2. Gayo-Alas dan Batak 10. Toraja
2a. Nias dan Batu 11 Sulawesi Selatan
3. Minangkabau 12 Ternate
3a. Mentawai 13. Ambon-Maluku
4. Sumatera Selatan 13a. Kepulauan Barat Daya
4a. Enggano 14 Papua
5. Melayu 15 Bali dan Lombok
6. Bangka dan Biliton 16 Jawa Tengah dan Jawa Timur
7. Kalimantan 17 Surakarta dan Yogyakarta
8a. Sangir-Talaud 18 Jawa Barat

4. Ras, Bahasa, dan Kebudayaan
Sekelompok manusia yang mempunyai ciri-ciri ras tertentu yang sama, belum tentu mempunyai bahasa induk yang sama di daerah tertentu.denganadanya perbedaan ras antar manusia di dunia ini, akan mencapai kemantapan dalam waktu yang cukup lama ketika manusia menyebar ke seluruh penjuru dunia dan membuat kebudayaan baru dengan induk bahasa yang berbeda.
Sumber : http://www.indoforum.org/showthread.php?t=79205

1 komentar:

  1. Demi ALLAH saya benar-benar yakin dan percaya angka gaib PAK MANDALA telah saya buktikan juga kemarin saya dapat,awalnya saya ragu tapi saya mencoba meghubungi lgi dan meminta angka juga sama PAK MANDALA, 3D SGP akhirnya tembus menang 175 juta, sekarang sya sudah buka toko pakaian dan melunasi semua utang saya yg ada di bank, trimaksih PAK MANDALA jasamu takkan kami lupakan, ini bukan janji tpi bukti silahkan bergabung dengan PAK MANDALA DI 082348985714


    Demi ALLAH saya benar-benar yakin dan percaya angka gaib PAK MANDALA telah saya buktikan juga kemarin saya dapat,awalnya saya ragu tapi saya mencoba meghubungi lgi dan meminta angka juga sama PAK MANDALA, 3D SGP akhirnya tembus menang 175 juta, sekarang sya sudah buka toko pakaian dan melunasi semua utang saya yg ada di bank, trimaksih PAK MANDALA jasamu takkan kami lupakan, ini bukan janji tpi bukti silahkan bergabung dengan PAK MANDALA DI 082348985714


    BalasHapus