Senin, Januari 18, 2010

Teori Penyimpangan yg Berprespektif sosiologis

1. Anomie
Teori ini menyatakan bahwa penyimpangan adalah akibat dari adanya berbagai ketegangan dalam struktur social sehingga ada individu-individu yang mengalamai tekanan dan akhirnya menjadi menyimpang.Teori dikemukakan oleh Robert Merton sekitar tahun 1930 an.
Situasi anomie berakibat negative bagi sekelompok masyarakat, di mana untuk mencapai tujuan statusnya mereka terpaksa melakukannya melalui cara-cara yang tidak sah, di antaranya penyimpangan atau kejahatan.

2. Teori sosialisasi
Teori ini menyatakan bahwa penyimpangan perilaku adalah akibat dari proses belajar, penguasaan sikap atau tindakan yang dipelajari dari norma-norma yang menyimpang, terutama dari sub kultur.Teori tersebut lebih dikenal dengan istilah Asosiasi diferensial. Teori ini di kemukakan oleh Sutherland. ( cotoh : perilaku homoseksual ).

3. Teori Labeling
Teori ini menjelaskan penyimpangan dikategorikan labeling ketika perilaku telah sampai pada tahap penyimpangan sekunder.Analisis pemberian cap tersebut dipusatkan pada reaksi orang lain. Artinya ada orang-orang yang memberikan definisi, julukan atau pemberian label pad individu-individu yang menurut penilaian orang tersebut adalah menyimpang.Teori labeling dikemukakan oleh Becker. Lebih lanjut dikatakan teori labeling didasarkan reaksi atau sanksi dari penonton social bukan berdasarkan norma.

4. Teori control
Penyimpangan merupakan hasil dari kekosongan control atau pengendalian social. Teori ini dibangun atas dasar pandangan bahwa setiap manusia cenderung untuk tidak patuh pada hokum atau memiliki dorongan untuk melakukan pelanggaran hukum.Teori ini dikemukakan oleh Hirschi 1969.
Menurutnya dalam control social terdapat empat unsure utama yaitu attachement(kasih saying), commitment( tanggung jawab),involvement (partisipasi) dan believe(kepercayaan/keyakinan).

5. Teori konflik
Teori konflik ini menitik beratkan pada analisis asal usul terciptanya suatu aturan atau tertib social.Perspektif konflik memahami masyarakt sebagai kelompok-kelompok dengan kekuasaan yang berlebih akan menciptakan hokum dan aturan-aturan yang menjamin kepentingan mereka ( Quinney,1979). Sebagai contoh pada Negara kapitalis telah menciptakan suatu aturan yang lebih mengutamakan kaum capital, sehingga bagi kelas bawah tidak memiliki kesempatan untuk bersaing sehingga mereka melakukan suatu tindakan yang menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan.

Sumber : J.Dwi Narwoko, Sosiologi teks pengantar dan terapan, 2007, h.109-120.

3 komentar:

  1. Menarik pak. Kebetulan saya lagi nyari baca-bacaan ttg sosiologi nih. Soalnya baru dinyatakan jadi Mahasiswa Sosiologi UI.

    BalasHapus
  2. semoga sosiologi dapat memberikan peran positif bagi kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

    BalasHapus
  3. permisi pak. saya siswa kelas 1 SMA di depok. mau tanya, kalau contoh dari teori anomie di keluarga itu kyk gimana ya? trmksh:)

    BalasHapus