Rabu, Juni 17, 2009

Belajar Meningkatkan Kepekaan Social

Kita perlu belajar meningkatkan kepekaan social. Dengan kepekaan social yang tinggi kita akan dapat menjalankan seluruh aktivitas dan tindakan social dilingkungan kita berada dengan nyaman. Namun bila kepekaan social kita rendah maka berbagai masalah akan kita jumpai.
Misalnya, ketika kita berada dilingkungan pedesaan maka kita harus mau memahami, mempelajari segala sesuatu yang berlaku di daerah tersebut. Misalnya di suatu desa akan merasa tidak nyaman bila terdapat suatu aktivitas dari anggotanya yang bertentangan dengan kaidah yang berlaku di daerah tersebut. Bila pada hari-hari biasa di daerah itu terasa nyaman, tenang dan hening. Namun bila tiba-tiba terdapat suatu kegiatan “ band music “ dengan sound system yang begitu keras maka akan mengganggu ketenangan dan kenyamanan di daerah itu. Dan ditambah lagi aktivitas “ band itu “ berlangsung hingga larut malam ( melebihi jam 22.00 ) tentunya akan semakin mengurangi kenyamanan untuk beristirahat di malam hari. Kegiatan yang dipandang dan dirasakan oleh masyarakat setempat mengganggu system sosialnya maka dapat menimbulkan rasa tidak senang. Rasa tidak senang yang bertumpuk-tumpuk akan memupuk kebencian. Apabila kebencian sudah memuncak maka akan menimbulkan tindakan “ konflik”. Oleh karena itu perlunya kita untuk memiliki kepekaaan social yang tinggi.
Kita dapat mengatur kegiatan, misalnya kita batasi sampai dengan pukul 21.00. Atau kita dapat menggunakan sound system dengan suara yang diperkecil sehingga suara yang dihasilkan oleh sound system itu tidak mengganggu lingkungan sekitar .Atau kita menyewa sebuah gedung pertunjukan yang jauh dari lingkungan masyarakat setempat. Atau di musyawarahkan antara warga masyarakat dengan suatu institusi yang menjalankan aktivitas tersebut.
Perlu kita sadari bahwa di masyarakat semua unsure itu saling terkait sehingga akan membentuk suatu system. Misalnya suatu lembaga pendidikan akan berhasil dalam melaksanakan tugas pendidikannya manakala dapat berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan masyarakat dimana lembaga pendidikan itu berada. Bila lembaga pendidikan itu bersikap cuek, tidak mau memahami karakter/ kaidah masyarakat setempat maka akan berakibat tujuan pendidikan yang akan mengalami kendala. Selama ini “sepertinya”kurang terjalin suatu interaksi yang harmonis antara pihak lembaga pendidikan dengan lingkungan masyarakat. Seolah-olah pihak lembaga pendidikan tidak memperhatikan keberadaan dan pengaruh yang akan ditimbulkan bila keharmonisan dengan lingkungan sekitar tidak dijaga.
Idealnya ketika akan melakukan suatu aktivitas yang sekiranya akan memiliki imbas terhadap lingkungan hendaknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Segala sesuatunya harus melalui kajian social yang mendalam. Bila perlu dibuat suatu forumkerjasama antara pihak lembaga pendidikan dengan masyarakat setempat. Dengan cara demikian maka gesekan-gesekan dapat dihindari.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya.


eka. 17 Jui 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar