Secara simpel perbedaan stratifikasi sosial dengan diferensiasi sosial adalah :
stratifikasi sosial adalah pembedaan warga masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat ( bawah, tengah, atas ).
maksudnya : diwarga masyarakat terdapat perbedaan kepemilikan ukuran pelapisan sosial.Warga masyarakat yang kaya maka ditempatkan di stata paling atas. dan sebaliknya.
diferensiasi sosial : pembedaan/pengelompokan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial secara sejajar/horizontal.
maksudnya : di masyarakat terdapat warga, bila dikelompokkan sesuai dengan identitas kelompoknya akan terlihat adanya perbedaan ciri kelompoknya, Antarkelompok satu dengan yang lain tidak ada perbedaan tinggi rendahnya stratanya.
misal: kelompok yang didasarkan agama , ada kelompok agama Islam, Nasrani , Hindu dll.
Rabu, September 30, 2009
Rabu, September 16, 2009
Senin, September 07, 2009
Penggolongn Perilaku Menyimpang
1. Tindakan nonconform, yaitu tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku.Contohnya menegenakan sandal butut ke kampus, meninggalkan jam-jam kuliah, merokok do area larangan merokok, membuang sampah bukan pada tempatnya dsb.
2. Tindakan antisocial, tindakan yang melawan kebiasaan masyarakat atan kepentingan umum. Bentuk tindakan itu antara lain: menarik diri dari pergaulan, tidak mau berteman, keinginan untuk bunuh diri, minum-minumman keras, menggunakan narkotika, homoseksual dll.
3. Tindakan kriminanl, yaitu tindakan yang nyata-nyata telah melanggar hokum tertulis dan mengancam jiwa atu keselamatan orang lain.Misalnya : pencurian, perampokan, perkosaan pembunuhan, korupsi dll.
Sumber bacaan: J.D Narwoko, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, 2007
2. Tindakan antisocial, tindakan yang melawan kebiasaan masyarakat atan kepentingan umum. Bentuk tindakan itu antara lain: menarik diri dari pergaulan, tidak mau berteman, keinginan untuk bunuh diri, minum-minumman keras, menggunakan narkotika, homoseksual dll.
3. Tindakan kriminanl, yaitu tindakan yang nyata-nyata telah melanggar hokum tertulis dan mengancam jiwa atu keselamatan orang lain.Misalnya : pencurian, perampokan, perkosaan pembunuhan, korupsi dll.
Sumber bacaan: J.D Narwoko, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, 2007
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Minggu, September 06, 2009
Self Motivated Learning (Belajar Mandiri )
Keberhasilan belajar dan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh banyak factor, mulai dari minat belajar siswa, cara penyampaian materi , bahan ajar dan masih banyak factor yang lain.
Pendekatan pembelajaran juga merupakan suatu factor yang ikut mempengaruhi keberhasilan suatu proses belajar / pembelajaran. Selama ini masih banyak kegiatan pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru menjadi pusat perhatian dalam setiap kegiatan pembelajaran. Suatu pendekaran pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek pembelajaran kurang tersentuh. Seorang guru belum menyentuh lebih dalam kepada peserta didiknya. Peserta didik hanya sebatas dijadikan obyek pembelajaran. Guru hanya sebatas menyampaikan materi pelejaran kepada siswa, dengan tidak memperhatikan bahwa pada diri siswa berminat , tertarik dan termotivasi terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut. Dengan jkondisi pembelajaran tersebut maka hasil dari proses pembelajaran kurang maksimal. Sudah saatnya perlu untuk dicoba suatu pendekatan pembelajaran yang sdikenal dengan istilah “ Self Motivated Learning”
Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat dan motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki. Penetapan kompetensi sebagai tujuan belajar, cara pencapaiannya, waktu belajar, tempat belajar, sumber belajar maupun evaluasi belajar ditentukan oleh pembelajar sendiri ( Haris Mudjiman, 2008 )
Keberhasilan belajar mandiri dipengaruhi oleh a.l . kekuatan motivasi belajar, kemampuan belajar dan ketersediaan sumber belajar.( Haris M, 2008 ). Pada kenyataannya ke tiga hal tersebut menjadi kendala diberbagai lembaga pendidikan. Misalnya , rendanya motivasi anak untuk belajar/ membaca / mengikuti kegiatan pembelajaran. Ditambah lagi kurangnya sumber bahan belajar yang memadahi.
Pendekatan pembelajaran juga merupakan suatu factor yang ikut mempengaruhi keberhasilan suatu proses belajar / pembelajaran. Selama ini masih banyak kegiatan pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru menjadi pusat perhatian dalam setiap kegiatan pembelajaran. Suatu pendekaran pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek pembelajaran kurang tersentuh. Seorang guru belum menyentuh lebih dalam kepada peserta didiknya. Peserta didik hanya sebatas dijadikan obyek pembelajaran. Guru hanya sebatas menyampaikan materi pelejaran kepada siswa, dengan tidak memperhatikan bahwa pada diri siswa berminat , tertarik dan termotivasi terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut. Dengan jkondisi pembelajaran tersebut maka hasil dari proses pembelajaran kurang maksimal. Sudah saatnya perlu untuk dicoba suatu pendekatan pembelajaran yang sdikenal dengan istilah “ Self Motivated Learning”
Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat dan motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki. Penetapan kompetensi sebagai tujuan belajar, cara pencapaiannya, waktu belajar, tempat belajar, sumber belajar maupun evaluasi belajar ditentukan oleh pembelajar sendiri ( Haris Mudjiman, 2008 )
Keberhasilan belajar mandiri dipengaruhi oleh a.l . kekuatan motivasi belajar, kemampuan belajar dan ketersediaan sumber belajar.( Haris M, 2008 ). Pada kenyataannya ke tiga hal tersebut menjadi kendala diberbagai lembaga pendidikan. Misalnya , rendanya motivasi anak untuk belajar/ membaca / mengikuti kegiatan pembelajaran. Ditambah lagi kurangnya sumber bahan belajar yang memadahi.
Kamis, Agustus 20, 2009
Karnaval di Kebumen, Rabu 19 Agustus 2009
Karnaval merupakan suatu kegiatan yang rutin dilakukan oleh beberapa masyarakat Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Kebumen. Berbagai hasil pembangunan di sajikan dalam acara karnaval tahun ini. Kedepan kegiatan karnaval ini perlu ditata sedemikian rupa sehingga pelaksanaan karnaval ini dapat berjalan dengan baik.u yang terbuang.Jarak antara peserta satu dengan yang lain cukup jauh sehingga banyak wakt Hingga pukul 17.30 kegiatan ini belum selesai sehingga banyak pononton telah meninggalkan tempat. Lebih baik dilaksanakan pagi hari sehingga waktu lebih longgar sehingga semua peserta karnaval dapat menunaikan kegiatan karnaval hingga tuntas, atau diatur sedemikian rupa sehingga karnaval dapat berjalan dengan baik.Berikut ini adalah beberapa gambar kegiatan karnaval di Kebumen





Sabtu, Agustus 15, 2009
Assalammualaikum
Bagi anda yang ingin menjelajahi peta di dunia , lengkap dengan informasi didalamnya, dapat anda kunjungi situs ini...http://www.panoramio.com/map/#lt=-7.648812&ln=109.679089&z=2&k=2&a=1&tab=1....
semoga informasi ini bermanfaat....wasaalam
Bagi anda yang ingin menjelajahi peta di dunia , lengkap dengan informasi didalamnya, dapat anda kunjungi situs ini...http://www.panoramio.com/map/#lt=-7.648812&ln=109.679089&z=2&k=2&a=1&tab=1....
semoga informasi ini bermanfaat....wasaalam
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Hasil Pengamatan Siswa di Buluspesantren
DI BALIK LAYAR PERTANDINGAN SEPAK BOLA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI di DESAKU
Seperti biasa setiap mendekati bulan agustus di Desaku mengadakan pertandingan sepak bola antar pedukuhan se desa Bocor,Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Setelah 2 tahun belakangan ini tidak diadakan dikarenakan sering terjadi disintegrasi antar pedukuhan dengan pedukuhan lawannya setelah selesai bertanding. Namun untuk tahun ini digelar kembali pertandingan sepak bola sepedukuhan di desa Bocor tersebut.
Untuk tahun-tahun sebelumnya saya hanya perperan sebagai penonton karena dianggap belum cukup umur untuk ikut bertanding dengan lawan-lawan yang kebanyakan orang-orang tua di dalamnya. Untuk tahun ini aku terlibat di dalamnya sebagai pemain dan aku baru tahu hal-hal apa saja yang ada didalamnya. Di sinilah aku akan melakukan pengamatan social,sebenarnya bagaimana sih hal-hal di dalamnya..??Dari mulai persiapan 1-2 hari sebelum giliran bertanding sampai selesainya pertandingan.
Tahun ini pertandingan telah berlangsung sejak pertengahan bulan Juli lalu.
Pedukuhanku yaitu pedukuhan Pedati merupakan juara bertahan 2 x berturut-turut,untuk itu kami punya beban untuk mempertahankannya.
Dukuhku harus 5 kali bertanding. Pada saat akan pertandingan pertama mereka para pemain termasuk aku didalamnya berkumpul pada malam jum’at. Mulai dari sinilah aku mulai tahu kebiasaan-kebiasaan yang dari dulu dilakukan tiap tahunnya. Ternyata kita digiring menuju pemakaman yang ada di Dukuhku. Kita menuju sebuah makam yang disebut sebut sebagai makam orang tertua di Dukuhku, sebut saja sebagai “makam Mbae di Dukuh pedati”. Entah apa yang dilakukan, aku sendiri juga tidak tahu,,mungkin yasinan,,atau apa??
Tapi yang jelas selah selesai para seseorang yang di depan membakar kemenyan dan masing-masing pemain maju satu-satu menuju kemenyan yang dibakar tadi. Berdoa sebentar sambil menjulurkan kedua tangan diatas kemenyan tadi. Setelah selesai, tangan tadi diusapkan ke dua kaki dan tangan. Mungkin kepercayaan mereka itu bisa menbuat kakinya kuat. Setelah masing-masing pemain telah mendapat giliran kamipun pulang.
Malam sebelum pertandingan kamipun berkumpul lagi dan hal yang sama tadipun dilakukan kembali.
Sore sebelum bertanding kami berkumpul sekitar pukul 15.00. Sebelum berangkat kamipun digiring kembali menuju makam Mbae tadi.Banyak yang bilang untuk pamit dan minta restu pada Mbae. Suatu kepercayaan yang dijalankan sebelum tiba waktu giliran bertanding. Hal-hal yang sama juga dilakukan pada tiap-tiap pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dan ternyata masih banyak juga hal yang baru saya ketahui setelah ikut dalam pertandingan ini. Sesaat sebelum pertandingan di tengah lapangan dimilai, ternyata banyak juga dari team dukuh lain yang menaruh kembang dan kemenyan di tiap-tiap gawang dan tiap-tiap sudut lapangan.
Saat pertandingan dimulai,ternyata di sini skill bukanlah factor pertama yang dibutuhkan, melainkan kekuatan fisik,otot dan mental yang kuat, karena pertandingan sepak bola di desa berbeda dengan pertandingan di sekolah antar teman. Tidak hanya para pemain yang bertanding yang perasaannya mulai memanas, para seporter dari kedua belah pihakpun mulai cek-cok dengan mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas. Di sinilah mental pemain diperlukan untuk kata-kata seporter dari team lain yang ditujukan padanya. Saya pernah mendengar sendiri dari dalam lapangan suatu perkataan yang tertuju padaku..”tugel bae kae sikil karo tangane,gempori!!!!!!”(dalam bahasa Kebumen)...ternyata memang kebanyakan pemain belakang (back) dari masing-masing dukuh di tugaskan untuk hal-hal tersebut, melumpuhkan pemain yang dinilai pandai agar bagian tubuh mereka dapat terluka dan akhirnya keluar dari pertandingan, sehingga lawan sudah tidak lagi memiliki pemain yang baik di dalam pertandingan.
Setelah selesai, pulang dan berkumpul, merekapun saling membicarakan apa yang terjadi di pertandingan tadi. Ada yang bilang dengan puasnya bahwa tadi dapat mencederai kaki si “A”, ada yang amat kesal karna dirinya sendiri yang dicederai, ada yang sebagai supporter bilang kalau ada isu-isu bahwa si “A" di incar untuk di cederai dalam pertandingan tadi, dan masih banyak lagi perbincangan-perbincangn yang menurutku sangat tidak layak dilakukan. Ironis memang,namun itulah adanya. Dengan segala cara mereka laukan untuk bisa menang. Bukan hadiah yang mereka pertahankan melainkan harga diri yang dibawa masing-masing pedukuhan.
Ternyata di tiap kekalahan bukan kalah dalam skill bermain sepak bola yang kebanyakan orang bicarakan, melainkan kebanyakn orang bilang hal itu disebabkan karena“kalah dukun”. Ya,ternyata di tiap-tiap dukuh masing-masing memiliki seseorang yang sebut saja “orang pintar”, termasuk di Dukuhku sendiri.
Mungkin bagi para orang yang belum tahu, pertandingn tersebut merupakan sebuah pertandingan yang dinilai biasa. Dan sebelum aku ikut serta sebagai pemain di Dukuhkupun aku menilai seperti itu..
Memang inilah suatu hal yang ada di baliknya, dan dilakukan tiap tahunnya untuk persiapan pertandingan sepak bola dalam memperingati hari kemerdekaan.
_TERIMA KASIH_
NAMA : NANA S
KELAS : XII IS 2
NO : 27
Seperti biasa setiap mendekati bulan agustus di Desaku mengadakan pertandingan sepak bola antar pedukuhan se desa Bocor,Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Setelah 2 tahun belakangan ini tidak diadakan dikarenakan sering terjadi disintegrasi antar pedukuhan dengan pedukuhan lawannya setelah selesai bertanding. Namun untuk tahun ini digelar kembali pertandingan sepak bola sepedukuhan di desa Bocor tersebut.
Untuk tahun-tahun sebelumnya saya hanya perperan sebagai penonton karena dianggap belum cukup umur untuk ikut bertanding dengan lawan-lawan yang kebanyakan orang-orang tua di dalamnya. Untuk tahun ini aku terlibat di dalamnya sebagai pemain dan aku baru tahu hal-hal apa saja yang ada didalamnya. Di sinilah aku akan melakukan pengamatan social,sebenarnya bagaimana sih hal-hal di dalamnya..??Dari mulai persiapan 1-2 hari sebelum giliran bertanding sampai selesainya pertandingan.
Tahun ini pertandingan telah berlangsung sejak pertengahan bulan Juli lalu.
Pedukuhanku yaitu pedukuhan Pedati merupakan juara bertahan 2 x berturut-turut,untuk itu kami punya beban untuk mempertahankannya.
Dukuhku harus 5 kali bertanding. Pada saat akan pertandingan pertama mereka para pemain termasuk aku didalamnya berkumpul pada malam jum’at. Mulai dari sinilah aku mulai tahu kebiasaan-kebiasaan yang dari dulu dilakukan tiap tahunnya. Ternyata kita digiring menuju pemakaman yang ada di Dukuhku. Kita menuju sebuah makam yang disebut sebut sebagai makam orang tertua di Dukuhku, sebut saja sebagai “makam Mbae di Dukuh pedati”. Entah apa yang dilakukan, aku sendiri juga tidak tahu,,mungkin yasinan,,atau apa??
Tapi yang jelas selah selesai para seseorang yang di depan membakar kemenyan dan masing-masing pemain maju satu-satu menuju kemenyan yang dibakar tadi. Berdoa sebentar sambil menjulurkan kedua tangan diatas kemenyan tadi. Setelah selesai, tangan tadi diusapkan ke dua kaki dan tangan. Mungkin kepercayaan mereka itu bisa menbuat kakinya kuat. Setelah masing-masing pemain telah mendapat giliran kamipun pulang.
Malam sebelum pertandingan kamipun berkumpul lagi dan hal yang sama tadipun dilakukan kembali.
Sore sebelum bertanding kami berkumpul sekitar pukul 15.00. Sebelum berangkat kamipun digiring kembali menuju makam Mbae tadi.Banyak yang bilang untuk pamit dan minta restu pada Mbae. Suatu kepercayaan yang dijalankan sebelum tiba waktu giliran bertanding. Hal-hal yang sama juga dilakukan pada tiap-tiap pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dan ternyata masih banyak juga hal yang baru saya ketahui setelah ikut dalam pertandingan ini. Sesaat sebelum pertandingan di tengah lapangan dimilai, ternyata banyak juga dari team dukuh lain yang menaruh kembang dan kemenyan di tiap-tiap gawang dan tiap-tiap sudut lapangan.
Saat pertandingan dimulai,ternyata di sini skill bukanlah factor pertama yang dibutuhkan, melainkan kekuatan fisik,otot dan mental yang kuat, karena pertandingan sepak bola di desa berbeda dengan pertandingan di sekolah antar teman. Tidak hanya para pemain yang bertanding yang perasaannya mulai memanas, para seporter dari kedua belah pihakpun mulai cek-cok dengan mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas. Di sinilah mental pemain diperlukan untuk kata-kata seporter dari team lain yang ditujukan padanya. Saya pernah mendengar sendiri dari dalam lapangan suatu perkataan yang tertuju padaku..”tugel bae kae sikil karo tangane,gempori!!!!!!”(dalam bahasa Kebumen)...ternyata memang kebanyakan pemain belakang (back) dari masing-masing dukuh di tugaskan untuk hal-hal tersebut, melumpuhkan pemain yang dinilai pandai agar bagian tubuh mereka dapat terluka dan akhirnya keluar dari pertandingan, sehingga lawan sudah tidak lagi memiliki pemain yang baik di dalam pertandingan.
Setelah selesai, pulang dan berkumpul, merekapun saling membicarakan apa yang terjadi di pertandingan tadi. Ada yang bilang dengan puasnya bahwa tadi dapat mencederai kaki si “A”, ada yang amat kesal karna dirinya sendiri yang dicederai, ada yang sebagai supporter bilang kalau ada isu-isu bahwa si “A" di incar untuk di cederai dalam pertandingan tadi, dan masih banyak lagi perbincangan-perbincangn yang menurutku sangat tidak layak dilakukan. Ironis memang,namun itulah adanya. Dengan segala cara mereka laukan untuk bisa menang. Bukan hadiah yang mereka pertahankan melainkan harga diri yang dibawa masing-masing pedukuhan.
Ternyata di tiap kekalahan bukan kalah dalam skill bermain sepak bola yang kebanyakan orang bicarakan, melainkan kebanyakn orang bilang hal itu disebabkan karena“kalah dukun”. Ya,ternyata di tiap-tiap dukuh masing-masing memiliki seseorang yang sebut saja “orang pintar”, termasuk di Dukuhku sendiri.
Mungkin bagi para orang yang belum tahu, pertandingn tersebut merupakan sebuah pertandingan yang dinilai biasa. Dan sebelum aku ikut serta sebagai pemain di Dukuhkupun aku menilai seperti itu..
Memang inilah suatu hal yang ada di baliknya, dan dilakukan tiap tahunnya untuk persiapan pertandingan sepak bola dalam memperingati hari kemerdekaan.
_TERIMA KASIH_
NAMA : NANA S
KELAS : XII IS 2
NO : 27
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Selasa, Agustus 11, 2009
Tugas Siswa tentang Pengamatan Gejala Sosial
PENGAMATAN SOSIAL
Pengamatan social yang saya ambil yaitu tentang pembangunan mushola yang terjadi di masyarakat tempat saya tinggal. Di setiap desa mesti mempunyai mushola yang digunakan untuk beribadah masyarakat secara bersama-sama. Berdasarkan pengamatan,sebelum pembangunan dilaksakan masyarakat mengadakan musyawarah bersama. Karena mushola tersebut akan digunakn bersama-sama. Tiap minggunya warga mengadakan kumpulan RT untuk saling memusyawarahkan tentang bagaimana cara mengembangkan lingkungan sekitarnya seperti pembangunan mushola, perbaikan jalan / jembatan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ternyata untuk membangun mushola tersebut telah jauh-jauh hari dipikirkan dan masyarakat telah mempersiapkan dana untuk pembangunan dari kas RT yang tiap minggunya mereka kumpulkan. Pembangunan mushola membutuhkan cukup banyak uang. Selain dari kas RT mereka mendapatkan tambahan uang dari para donatur,yang kebanyakan dari masyarakat itu sendiri.
Untuk memperlancar pembangunan masyarakat juga telah membentuk suatu panitia, agar pembangunan itu dapat dilaksanakan dengan baik. Tiap masyarakat ayng ditunjuk akan menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam pembangunan itu masyarakat tidak menggunakan tenaga bantuan tetapi masyarakat itu sendiri yang mengerjakan pembangunan secara gotong royong. Warga masyarakat mengerjakan pembangunanya secara bergatian sesuai jadwal yang telah dibentuk berdasarkan kelompok. Mereka yang bekerja tidak ingin mendapatkan imbalan, karena hasil pembangunannya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Tiap harinya juga masyarakat diminta bantuannya untuk memberikan makanan seikhlasnya secara bergantian sesuai jadwal masing-masing. Masyarakat tidak merasa keberatan dengan hal tersebut sebab rasa solidaritas antar warga masih sangat erat.
Pembangunan yang dikerjakan secara bergotong royong ini lebih cepat terselesaikan dan tidak memakan waktu yang panjang sehingga dapat digunakan segera. Dengan biaya yang seadanya masyarakat akan memperoleh hasil yang sangat luar biasa, sebab mereka melakukanya semua semata-mata juga untuk beribadah. Dalam pembangunan ini tidak hanya pihak tua yang mengerjakannya tapi para pemuda juga ikut gotongroyong membantu yang lain. Dalam hal ini yang harus dibutuhkan adalah rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi untuk bersama, tidak saling egois. Sedikit demi sedikit pembangunan terselesaikan berkat gotongroyong masyarakat itu sendiri. Dalam pembangunan ini tidak ada masyarakat yang dibeda bedakan, entah itu dari orang kaya ataupun miskin,itu semua untuk kepentingan bersama. Masyarakat tersebut tidak ingin yang mewah, tetapi mereka lebih mengutamakan kegunaan/ manfaat dari mushola itu. Selain untuk beribadah, mushola tersebut digunakan untuk masyarakat saling berinteraksi, saling mengenal satu sama lain, saling silahturahmi ketika mereka sedang beribadah bersama. Karena sekarang banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga orang tersebut tidak sempat bertemu dengan warga lainnya.
ADESTYA DINI SUMANTRI
XII.IS.1/3
Pengamatan social yang saya ambil yaitu tentang pembangunan mushola yang terjadi di masyarakat tempat saya tinggal. Di setiap desa mesti mempunyai mushola yang digunakan untuk beribadah masyarakat secara bersama-sama. Berdasarkan pengamatan,sebelum pembangunan dilaksakan masyarakat mengadakan musyawarah bersama. Karena mushola tersebut akan digunakn bersama-sama. Tiap minggunya warga mengadakan kumpulan RT untuk saling memusyawarahkan tentang bagaimana cara mengembangkan lingkungan sekitarnya seperti pembangunan mushola, perbaikan jalan / jembatan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ternyata untuk membangun mushola tersebut telah jauh-jauh hari dipikirkan dan masyarakat telah mempersiapkan dana untuk pembangunan dari kas RT yang tiap minggunya mereka kumpulkan. Pembangunan mushola membutuhkan cukup banyak uang. Selain dari kas RT mereka mendapatkan tambahan uang dari para donatur,yang kebanyakan dari masyarakat itu sendiri.
Untuk memperlancar pembangunan masyarakat juga telah membentuk suatu panitia, agar pembangunan itu dapat dilaksanakan dengan baik. Tiap masyarakat ayng ditunjuk akan menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam pembangunan itu masyarakat tidak menggunakan tenaga bantuan tetapi masyarakat itu sendiri yang mengerjakan pembangunan secara gotong royong. Warga masyarakat mengerjakan pembangunanya secara bergatian sesuai jadwal yang telah dibentuk berdasarkan kelompok. Mereka yang bekerja tidak ingin mendapatkan imbalan, karena hasil pembangunannya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Tiap harinya juga masyarakat diminta bantuannya untuk memberikan makanan seikhlasnya secara bergantian sesuai jadwal masing-masing. Masyarakat tidak merasa keberatan dengan hal tersebut sebab rasa solidaritas antar warga masih sangat erat.
Pembangunan yang dikerjakan secara bergotong royong ini lebih cepat terselesaikan dan tidak memakan waktu yang panjang sehingga dapat digunakan segera. Dengan biaya yang seadanya masyarakat akan memperoleh hasil yang sangat luar biasa, sebab mereka melakukanya semua semata-mata juga untuk beribadah. Dalam pembangunan ini tidak hanya pihak tua yang mengerjakannya tapi para pemuda juga ikut gotongroyong membantu yang lain. Dalam hal ini yang harus dibutuhkan adalah rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi untuk bersama, tidak saling egois. Sedikit demi sedikit pembangunan terselesaikan berkat gotongroyong masyarakat itu sendiri. Dalam pembangunan ini tidak ada masyarakat yang dibeda bedakan, entah itu dari orang kaya ataupun miskin,itu semua untuk kepentingan bersama. Masyarakat tersebut tidak ingin yang mewah, tetapi mereka lebih mengutamakan kegunaan/ manfaat dari mushola itu. Selain untuk beribadah, mushola tersebut digunakan untuk masyarakat saling berinteraksi, saling mengenal satu sama lain, saling silahturahmi ketika mereka sedang beribadah bersama. Karena sekarang banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga orang tersebut tidak sempat bertemu dengan warga lainnya.
ADESTYA DINI SUMANTRI
XII.IS.1/3
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Jumat, Agustus 07, 2009
Innalilahi wainnailaihi raji'un
Jumat, Agustus 07, 2009
Innalilahi wainnailaihi raji'un
Data WS Rendra
(1935 M - 2009 M)
Sumber : http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-rohaniawan/217
Nama : WILLIBRORDUS SURENDRA BROTO RENDRA
Lahir : Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935
Meninggal : Jakarta, 7 Agustus 2009
Agama : Islam
Pendidikan :
-SMA St. Josef, Solo
-Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada
-American Academy of Dramatic Arts, New York, AS (1967)
Karir :
-Pendiri/Pemimpin dan sekaligus sebagai sutradara, penulis skenario dan pemain Bengkel Teater, Yogya (1967 -- sekarang) Sebagai penulis puisi dan drama, ia menghasilkan antara lain: -Sekda
-Perjuangan Suku Naga (drama)
-Ballada orang-orang tercinta (1957)
-Blues untuk Bonnie (1970)
-Potret Pembangunan dalam Puisi (1980) (kumpulan puisi)
-Pamphleten van een Dichter, Holland, 1979
-State of Emergency, Australia (1980) Naskah-naskah pentasnya: Bip-bop
-Oedipus Rex
-Khasidah Barzanji
-Perang Troya tidak akan Meletus
Kegiatan Lain :
-Pemain Film. Memperoleh Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957)
-Anugerah Seni dari Departemen P dan K (1969)
-Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975)
Alamat Rumah :
Jalan Mangga, Perumnas Depok I, Bogor
Intinya, dengan mengambil tema tertentu, tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. Sama sekali tak ada pola gerak. Seluruh gerak terjadi secara spontan. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor.
Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. Sejak muda, saya telah malang-melintang di dunia teater. Bahkan, kemudian saya dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas, istri, dan juga materi. Bahkan tidak tanggung-tanggung, dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu, saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan, BRA Sitoresmi Prabuningrat, yang kemudian menjadi istri saya yang kedua.
Tetapi justru, melalui perkawinan dengan putri keraton inilah, akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. Sebelumnya saya beragama Katolik. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. Tetapi, keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga.
Bahkan, setelah perkawinan dengan istri yang ketiga, Ken Zuraida, saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan bukan suatu kebetulan, jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa.
Bagi saya, puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. Tetapi lebih dari itu, puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Dan, itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an.
"Mengingat kematian adalah bagian dari Iman".
Terima Kasih buat Mas Dodi di Bantul
Innalilahi wainnailaihi raji'un
Data WS Rendra
(1935 M - 2009 M)
Sumber : http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-rohaniawan/217
Nama : WILLIBRORDUS SURENDRA BROTO RENDRA
Lahir : Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935
Meninggal : Jakarta, 7 Agustus 2009
Agama : Islam
Pendidikan :
-SMA St. Josef, Solo
-Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada
-American Academy of Dramatic Arts, New York, AS (1967)
Karir :
-Pendiri/Pemimpin dan sekaligus sebagai sutradara, penulis skenario dan pemain Bengkel Teater, Yogya (1967 -- sekarang) Sebagai penulis puisi dan drama, ia menghasilkan antara lain: -Sekda
-Perjuangan Suku Naga (drama)
-Ballada orang-orang tercinta (1957)
-Blues untuk Bonnie (1970)
-Potret Pembangunan dalam Puisi (1980) (kumpulan puisi)
-Pamphleten van een Dichter, Holland, 1979
-State of Emergency, Australia (1980) Naskah-naskah pentasnya: Bip-bop
-Oedipus Rex
-Khasidah Barzanji
-Perang Troya tidak akan Meletus
Kegiatan Lain :
-Pemain Film. Memperoleh Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957)
-Anugerah Seni dari Departemen P dan K (1969)
-Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975)
Alamat Rumah :
Jalan Mangga, Perumnas Depok I, Bogor
Intinya, dengan mengambil tema tertentu, tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. Sama sekali tak ada pola gerak. Seluruh gerak terjadi secara spontan. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor.
Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. Sejak muda, saya telah malang-melintang di dunia teater. Bahkan, kemudian saya dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas, istri, dan juga materi. Bahkan tidak tanggung-tanggung, dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu, saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan, BRA Sitoresmi Prabuningrat, yang kemudian menjadi istri saya yang kedua.
Tetapi justru, melalui perkawinan dengan putri keraton inilah, akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. Sebelumnya saya beragama Katolik. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. Tetapi, keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga.
Bahkan, setelah perkawinan dengan istri yang ketiga, Ken Zuraida, saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan bukan suatu kebetulan, jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa.
Bagi saya, puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. Tetapi lebih dari itu, puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Dan, itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an.
"Mengingat kematian adalah bagian dari Iman".
Terima Kasih buat Mas Dodi di Bantul
Rabu, Juli 29, 2009
Kegiatan Diskusi dan Presentasi Kelas IS
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Kegiatan pembelajaran yang bervariasi akan memberikan suasana kelas yang kondusif dalam penyampaian materi. Siswa tidak merasa jemu, statis, dan bosan dengan metode pembelajaran yang monoton. Sebagai seorang guru, idealnya mampu membawakan dan mengatur metode pembelajarannya , sehingga kegiatan pembelajaran akan menarik. Hal tersebut perlu untuk dilakukan agar siswa tetap konsentrasi ke pelajaran.Oelh karena itu seorang guru dituntuk untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam penyampaian materi. Untuk penguasaan materi tidak perlu diragukan lagi karena guru sekarang sudah berstandar pendidikan S 1. Namun untuk penguasaan metode pembelajaran yang variatif , perlu untuk terus berusaha untuk menguasainya. Dengan demikian suasana KBM akan terus hidup, siswa tidak bosan dan yang penting adalah materi dapat dikuasi siswa dengan suasana yang menyenangkan.
sumber: penataran guru pemandu LPMP Jateng Januari 2009
Selasa, Juli 28, 2009
Moving Class
Hari Selasa, 28 Juli 2009 mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran Moving Class. Kegiatan pembelajaran ini merupakan sesuatu yang sangat baru bagi institusi SMA 2 Kebumen, tentunya banyak sekali persiapan-persiapan untuk mengantisipasi segala sesuatunya yang berkaitan dengan moving class. Yang sangat mendesak adalah ketersediaan ruangan kelas yang berfungsi sebagai ruang mapel.
Pada kegiatan pembelajaran moving kelas ini bagi siswa tentunya perlu penyesuaian karena harus sering-sering berpindah ruang pembelajaran dan tentunya berpindahnya dari suatu ruang pembelajaran ke ruang pembelajaran yang lain akan memakan waktu minimal..10 menit. Hal tersebut disebabkan karena antar ruang pembelajaran berjarak cukup jauh. Apalagi bila anak tidak dengan segera untuk melakukan perpindahan ruang pembelajaran.
Dengan sering berpindah ke ruang lain dapat menyebabkan siswa cepat lelah. Bila hal ini tidak diantisipasi dapat menyebabkan kurang konsentrasinya siswa dalam belajar.
Semua hal diatas memang memerlukan penyesuaian dan kelengkapan fasilitas untuk mendukung kegiatan moving class.
Semoga semua komponen sekolah dapat bekerja dengan baik sehingga kegiatan pembelajaran moving class dapat berjalan dengan baik..salam untuk semua
Pada kegiatan pembelajaran moving kelas ini bagi siswa tentunya perlu penyesuaian karena harus sering-sering berpindah ruang pembelajaran dan tentunya berpindahnya dari suatu ruang pembelajaran ke ruang pembelajaran yang lain akan memakan waktu minimal..10 menit. Hal tersebut disebabkan karena antar ruang pembelajaran berjarak cukup jauh. Apalagi bila anak tidak dengan segera untuk melakukan perpindahan ruang pembelajaran.
Dengan sering berpindah ke ruang lain dapat menyebabkan siswa cepat lelah. Bila hal ini tidak diantisipasi dapat menyebabkan kurang konsentrasinya siswa dalam belajar.
Semua hal diatas memang memerlukan penyesuaian dan kelengkapan fasilitas untuk mendukung kegiatan moving class.
Semoga semua komponen sekolah dapat bekerja dengan baik sehingga kegiatan pembelajaran moving class dapat berjalan dengan baik..salam untuk semua
Senin, Juni 22, 2009
Kepribadian
PENGERTIAN KEPRIBADIAN MENURUT BEBERAPA AHLI SOSIOLOGI
a) Menurut Horton (1982)
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
b) Menurut Schever Dan Lamm (1998)
mendevinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atu baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi.
2. Karakter menurut Sigmund Freud adalah
Character is a striving system which underly behaviour,
kurang lebih artinya :sebagai kumpulan tata nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya dorong (daya juang) yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku, yang akan ditampilkan secara mantap.
Oleh Soemarno Soedarsono
------------------------------------
Penampilan seseorang secara utuh dapat digambarkan dengan suatu simbol yang berisi tiga lapis.
1. Lapisan yang paling luar menunjukkan kepribadian yang ditampilkan keseharian (yang juga berisi identitas dan temperamen),
2. lapisan kedua adalah karakter dan
3. lapisan paling dalam adalah jati diri.
Kepribadian yang kita tampilkan keseharian sering belum menampilkan karakter kita yang sesungguhnya. Mengenal karakter seseorang diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat mengetahuinya. ( Pelita. 22 Juni 2009 )
a) Menurut Horton (1982)
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
b) Menurut Schever Dan Lamm (1998)
mendevinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atu baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi.
2. Karakter menurut Sigmund Freud adalah
Character is a striving system which underly behaviour,
kurang lebih artinya :sebagai kumpulan tata nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya dorong (daya juang) yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku, yang akan ditampilkan secara mantap.
Oleh Soemarno Soedarsono
------------------------------------
Penampilan seseorang secara utuh dapat digambarkan dengan suatu simbol yang berisi tiga lapis.
1. Lapisan yang paling luar menunjukkan kepribadian yang ditampilkan keseharian (yang juga berisi identitas dan temperamen),
2. lapisan kedua adalah karakter dan
3. lapisan paling dalam adalah jati diri.
Kepribadian yang kita tampilkan keseharian sering belum menampilkan karakter kita yang sesungguhnya. Mengenal karakter seseorang diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat mengetahuinya. ( Pelita. 22 Juni 2009 )
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Jumat, Juni 19, 2009
Perlukah Ada Peraturan Khusus tentang dunia maya / Facebook atau Blog?
Dunia maya memang menjanjikan kebebasan yang tidak terbatas. Dunia maya menjadi suatu media baru untuk menyebarkan informasi yang efektif, baik informasi yang baik maupun informasi yang tidak baik. Facebook sebagai suatu media yang berkaitan dengan dunia maya menjadi salah satu media paforit untuk menulis. Pemilik facebook dan beserta teman-temannya yang telah menjadi komunitasnya akan dengan mudah menuangkan gagasan, ide dan pesan-pesan yang saling diberikan kepada temannya.
Facebook atau blog memang terlahir dari dunia Barat yang tentunya budaya barat yang mendominasi ke dua hal tersebut, dengan cirri khasnya kebebasan yang “sebebas-bebasnya”.Nah ketika di era globalisasi ini maka mau tidak mau kita juga akan merasakan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia maya. Kita akan terbawa /terseret budaya barat yang mengedepankan kebebasan tersebut. Sehingga seolah-olah kita bebas “tanpa batas “ dalam menuangkan pikiran di dunia maya. Tentunya kita juga harus memperhatikan jati diri kita sebagai Negara Timur yang tentunya memiliki budaya tersendiri. Okelah kita memanfaatkan blog, facebook dan sejenisnya dalam memenuhi kebutuhan hidup ( dunia maya ) namun hendaklah kita tidak meninggalkan budaya kita sendiri.
Sebagai Negara Timur tentunya memiliki etika dalam melaksanakan interaksi sosialnya. Artinya kebebasa melalui dunia maya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dengan berdasarkan kaidah yang berlaku di dunia Timur. Bila kita tidak memiliki kode etik/ peraturan/ aturan main di dunia maya ( diantaranya face book ) maka dikhawatirkan efek negatif dari “pengguna facebook/ blog” akan semakin merajalela. Dengan demikian bila kita sudah memiliki kode etik/ peraturan dunia maya maka apabila seseorang yang menulis/ mempublikasikan tulisannya harus memperhatikan kaidah yang berlaku. Pada pasal 27 ayat 3, disana memang telah disinggung tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui internet. Namun pada UU ITE tersebut ternyata belum secara spesifik mengatur tentang facebook atau blog atau yang sejenisnya.
Misalnya :
ada seorang yang menghina orang lain dengan kata-kata yang tidak pantas bagi dunia Timur.
Bila ada kasus seperti ini bagaimana cara penyelesainnya ? Bagaimana tindak lanjutnya ? sementara pada pasal 27 UU ITE tersebut didak secara rinci mengupas tentang hal tersebut. Pada UU ITE lebih menitikberatkan pada perdagangan elektronik.
Kesimpulannya ..Perlukah kita memiliki peraturan yang mengatur tentang dunia maya/blog/facebook ?
Cuplikan pasal 27, ayat 3 dan 4 UU ITE :

Bila ingin mengetahui UU ITE lihat situs ini :
http://www.scribd.com/doc/2362550/UU-ITE?autodown=pdf
Facebook atau blog memang terlahir dari dunia Barat yang tentunya budaya barat yang mendominasi ke dua hal tersebut, dengan cirri khasnya kebebasan yang “sebebas-bebasnya”.Nah ketika di era globalisasi ini maka mau tidak mau kita juga akan merasakan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia maya. Kita akan terbawa /terseret budaya barat yang mengedepankan kebebasan tersebut. Sehingga seolah-olah kita bebas “tanpa batas “ dalam menuangkan pikiran di dunia maya. Tentunya kita juga harus memperhatikan jati diri kita sebagai Negara Timur yang tentunya memiliki budaya tersendiri. Okelah kita memanfaatkan blog, facebook dan sejenisnya dalam memenuhi kebutuhan hidup ( dunia maya ) namun hendaklah kita tidak meninggalkan budaya kita sendiri.
Sebagai Negara Timur tentunya memiliki etika dalam melaksanakan interaksi sosialnya. Artinya kebebasa melalui dunia maya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dengan berdasarkan kaidah yang berlaku di dunia Timur. Bila kita tidak memiliki kode etik/ peraturan/ aturan main di dunia maya ( diantaranya face book ) maka dikhawatirkan efek negatif dari “pengguna facebook/ blog” akan semakin merajalela. Dengan demikian bila kita sudah memiliki kode etik/ peraturan dunia maya maka apabila seseorang yang menulis/ mempublikasikan tulisannya harus memperhatikan kaidah yang berlaku. Pada pasal 27 ayat 3, disana memang telah disinggung tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui internet. Namun pada UU ITE tersebut ternyata belum secara spesifik mengatur tentang facebook atau blog atau yang sejenisnya.
Misalnya :
ada seorang yang menghina orang lain dengan kata-kata yang tidak pantas bagi dunia Timur.
Bila ada kasus seperti ini bagaimana cara penyelesainnya ? Bagaimana tindak lanjutnya ? sementara pada pasal 27 UU ITE tersebut didak secara rinci mengupas tentang hal tersebut. Pada UU ITE lebih menitikberatkan pada perdagangan elektronik.
Kesimpulannya ..Perlukah kita memiliki peraturan yang mengatur tentang dunia maya/blog/facebook ?
Cuplikan pasal 27, ayat 3 dan 4 UU ITE :

Bila ingin mengetahui UU ITE lihat situs ini :
http://www.scribd.com/doc/2362550/UU-ITE?autodown=pdf
Rabu, Juni 17, 2009
Belajar Meningkatkan Kepekaan Social
Kita perlu belajar meningkatkan kepekaan social. Dengan kepekaan social yang tinggi kita akan dapat menjalankan seluruh aktivitas dan tindakan social dilingkungan kita berada dengan nyaman. Namun bila kepekaan social kita rendah maka berbagai masalah akan kita jumpai.
Misalnya, ketika kita berada dilingkungan pedesaan maka kita harus mau memahami, mempelajari segala sesuatu yang berlaku di daerah tersebut. Misalnya di suatu desa akan merasa tidak nyaman bila terdapat suatu aktivitas dari anggotanya yang bertentangan dengan kaidah yang berlaku di daerah tersebut. Bila pada hari-hari biasa di daerah itu terasa nyaman, tenang dan hening. Namun bila tiba-tiba terdapat suatu kegiatan “ band music “ dengan sound system yang begitu keras maka akan mengganggu ketenangan dan kenyamanan di daerah itu. Dan ditambah lagi aktivitas “ band itu “ berlangsung hingga larut malam ( melebihi jam 22.00 ) tentunya akan semakin mengurangi kenyamanan untuk beristirahat di malam hari. Kegiatan yang dipandang dan dirasakan oleh masyarakat setempat mengganggu system sosialnya maka dapat menimbulkan rasa tidak senang. Rasa tidak senang yang bertumpuk-tumpuk akan memupuk kebencian. Apabila kebencian sudah memuncak maka akan menimbulkan tindakan “ konflik”. Oleh karena itu perlunya kita untuk memiliki kepekaaan social yang tinggi.
Kita dapat mengatur kegiatan, misalnya kita batasi sampai dengan pukul 21.00. Atau kita dapat menggunakan sound system dengan suara yang diperkecil sehingga suara yang dihasilkan oleh sound system itu tidak mengganggu lingkungan sekitar .Atau kita menyewa sebuah gedung pertunjukan yang jauh dari lingkungan masyarakat setempat. Atau di musyawarahkan antara warga masyarakat dengan suatu institusi yang menjalankan aktivitas tersebut.
Perlu kita sadari bahwa di masyarakat semua unsure itu saling terkait sehingga akan membentuk suatu system. Misalnya suatu lembaga pendidikan akan berhasil dalam melaksanakan tugas pendidikannya manakala dapat berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan masyarakat dimana lembaga pendidikan itu berada. Bila lembaga pendidikan itu bersikap cuek, tidak mau memahami karakter/ kaidah masyarakat setempat maka akan berakibat tujuan pendidikan yang akan mengalami kendala. Selama ini “sepertinya”kurang terjalin suatu interaksi yang harmonis antara pihak lembaga pendidikan dengan lingkungan masyarakat. Seolah-olah pihak lembaga pendidikan tidak memperhatikan keberadaan dan pengaruh yang akan ditimbulkan bila keharmonisan dengan lingkungan sekitar tidak dijaga.
Idealnya ketika akan melakukan suatu aktivitas yang sekiranya akan memiliki imbas terhadap lingkungan hendaknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Segala sesuatunya harus melalui kajian social yang mendalam. Bila perlu dibuat suatu forumkerjasama antara pihak lembaga pendidikan dengan masyarakat setempat. Dengan cara demikian maka gesekan-gesekan dapat dihindari.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya.
eka. 17 Jui 2009
Misalnya, ketika kita berada dilingkungan pedesaan maka kita harus mau memahami, mempelajari segala sesuatu yang berlaku di daerah tersebut. Misalnya di suatu desa akan merasa tidak nyaman bila terdapat suatu aktivitas dari anggotanya yang bertentangan dengan kaidah yang berlaku di daerah tersebut. Bila pada hari-hari biasa di daerah itu terasa nyaman, tenang dan hening. Namun bila tiba-tiba terdapat suatu kegiatan “ band music “ dengan sound system yang begitu keras maka akan mengganggu ketenangan dan kenyamanan di daerah itu. Dan ditambah lagi aktivitas “ band itu “ berlangsung hingga larut malam ( melebihi jam 22.00 ) tentunya akan semakin mengurangi kenyamanan untuk beristirahat di malam hari. Kegiatan yang dipandang dan dirasakan oleh masyarakat setempat mengganggu system sosialnya maka dapat menimbulkan rasa tidak senang. Rasa tidak senang yang bertumpuk-tumpuk akan memupuk kebencian. Apabila kebencian sudah memuncak maka akan menimbulkan tindakan “ konflik”. Oleh karena itu perlunya kita untuk memiliki kepekaaan social yang tinggi.
Kita dapat mengatur kegiatan, misalnya kita batasi sampai dengan pukul 21.00. Atau kita dapat menggunakan sound system dengan suara yang diperkecil sehingga suara yang dihasilkan oleh sound system itu tidak mengganggu lingkungan sekitar .Atau kita menyewa sebuah gedung pertunjukan yang jauh dari lingkungan masyarakat setempat. Atau di musyawarahkan antara warga masyarakat dengan suatu institusi yang menjalankan aktivitas tersebut.
Perlu kita sadari bahwa di masyarakat semua unsure itu saling terkait sehingga akan membentuk suatu system. Misalnya suatu lembaga pendidikan akan berhasil dalam melaksanakan tugas pendidikannya manakala dapat berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan masyarakat dimana lembaga pendidikan itu berada. Bila lembaga pendidikan itu bersikap cuek, tidak mau memahami karakter/ kaidah masyarakat setempat maka akan berakibat tujuan pendidikan yang akan mengalami kendala. Selama ini “sepertinya”kurang terjalin suatu interaksi yang harmonis antara pihak lembaga pendidikan dengan lingkungan masyarakat. Seolah-olah pihak lembaga pendidikan tidak memperhatikan keberadaan dan pengaruh yang akan ditimbulkan bila keharmonisan dengan lingkungan sekitar tidak dijaga.
Idealnya ketika akan melakukan suatu aktivitas yang sekiranya akan memiliki imbas terhadap lingkungan hendaknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Segala sesuatunya harus melalui kajian social yang mendalam. Bila perlu dibuat suatu forumkerjasama antara pihak lembaga pendidikan dengan masyarakat setempat. Dengan cara demikian maka gesekan-gesekan dapat dihindari.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya.
eka. 17 Jui 2009
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Selasa, Juni 16, 2009
Teori Sosiologi
Dalam sosiologi terdapat tiga macam paradigma yaitu paradima fakta sosial, paradigma definisi sosial dan paradigma perilaku sosial.
Paradigma adalah pandangan yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus dipelajari, persoalan-persoalan apa yang mesti dijawab, bagaimana seharusnya menjawab serta aturan-aturan apa saja yang harus diikuti dalam menginterpretasikan informasi yang dikumpulkan dalam rangka menjawab persoalan-persoalan tersebut.
1.Struktural fungsional merupakan pendekatan pada teori sosiologis yang mempelajari masyarakat sebagai unit-unit sosial yang relatif stabil dan terpola serta penyesuaian bagian-bagian tersebut ke dalam sistem keseluruhan, melihat masyarakat terdiri dari bagian-bagian yang saling bergantung dan berhubungan dengan norma-norma yang mengarahkan peranan-peranan status, berbagai status itu saling berhubungan sehingga membentuk lembaga-lembaga dalam masyarakat, lembaga-lembaga itu juga saling tergantung.
Van den Berghe telah merangkum 7 ciri-ciri umum teori struktural fungsional yakni
a.Masyarakat harus dianalisis selaku keseluruhan, selaku "sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan".
b.Hubungan sebab dan akibatnya bersifat "jamak dan timbal balik".
c.Sistem sosial senantiasa berada dalam keadaan "keseimbangan dinamis", penyesuaian terhadap kekuatan yang menimpa sistem menimbulkan perubahan minimal di dalam sistem itu.
d.Integrasi sempurna tak pernah terwujud, setiap sistem mengalami ketegangan dan penyimpangan namun cenderung dinetralisir melalui institusionalisasi.
e.Perubahan pada dasarnya berlangsung secara lambat lebih merupakan proses penyesuaian ketimbang perubahan revolusioner.
f.Perubahan adalah hasil penyesuaian atas perubahan yang terjadi di luar sistem, pertumbuhan melalui diferensiasi dan melalui penemuan-penemuan internal.
g.Masyarakat terintegrasi melalui nilai-nilai bersama.
Teori menurut Talcott Parsons
Setiap sistem mempunyai empat fungsi memaksa:
a.Adaptasi artinya setiap sistem harus menghadapi dan harus berhasil menyelesaikan masalah-masalah,
b.Pencapaian tujuan, tujuan adalah fungsi kepribadian
c.Integrasi, integrasi adalah fungsi sistem sosial dan
d.Pemeliharaan pola yang tersembunyi, pemeliharaan pola adalah fungsi kultur. Pada tingkat sistem sosial, fungsi-fungsi ini secara berurutan berhubungan dengan ekonomi, pemerintahan, hukum dan keluarga.
Sumber : penatara GR Pemandu LPMP SMG
Paradigma adalah pandangan yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus dipelajari, persoalan-persoalan apa yang mesti dijawab, bagaimana seharusnya menjawab serta aturan-aturan apa saja yang harus diikuti dalam menginterpretasikan informasi yang dikumpulkan dalam rangka menjawab persoalan-persoalan tersebut.
1.Struktural fungsional merupakan pendekatan pada teori sosiologis yang mempelajari masyarakat sebagai unit-unit sosial yang relatif stabil dan terpola serta penyesuaian bagian-bagian tersebut ke dalam sistem keseluruhan, melihat masyarakat terdiri dari bagian-bagian yang saling bergantung dan berhubungan dengan norma-norma yang mengarahkan peranan-peranan status, berbagai status itu saling berhubungan sehingga membentuk lembaga-lembaga dalam masyarakat, lembaga-lembaga itu juga saling tergantung.
Van den Berghe telah merangkum 7 ciri-ciri umum teori struktural fungsional yakni
a.Masyarakat harus dianalisis selaku keseluruhan, selaku "sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan".
b.Hubungan sebab dan akibatnya bersifat "jamak dan timbal balik".
c.Sistem sosial senantiasa berada dalam keadaan "keseimbangan dinamis", penyesuaian terhadap kekuatan yang menimpa sistem menimbulkan perubahan minimal di dalam sistem itu.
d.Integrasi sempurna tak pernah terwujud, setiap sistem mengalami ketegangan dan penyimpangan namun cenderung dinetralisir melalui institusionalisasi.
e.Perubahan pada dasarnya berlangsung secara lambat lebih merupakan proses penyesuaian ketimbang perubahan revolusioner.
f.Perubahan adalah hasil penyesuaian atas perubahan yang terjadi di luar sistem, pertumbuhan melalui diferensiasi dan melalui penemuan-penemuan internal.
g.Masyarakat terintegrasi melalui nilai-nilai bersama.
Teori menurut Talcott Parsons
Setiap sistem mempunyai empat fungsi memaksa:
a.Adaptasi artinya setiap sistem harus menghadapi dan harus berhasil menyelesaikan masalah-masalah,
b.Pencapaian tujuan, tujuan adalah fungsi kepribadian
c.Integrasi, integrasi adalah fungsi sistem sosial dan
d.Pemeliharaan pola yang tersembunyi, pemeliharaan pola adalah fungsi kultur. Pada tingkat sistem sosial, fungsi-fungsi ini secara berurutan berhubungan dengan ekonomi, pemerintahan, hukum dan keluarga.
Sumber : penatara GR Pemandu LPMP SMG
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Sabtu, Juni 13, 2009
Pesta "Kemerdekaan"
Jumat, Juni 12, 2009
PENDAFTARAN DAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU DI LIPIA TAHUN AKADEMIK 1430-1431 H/2009-2010 M.
__________________
A.Syarat PEndaftaran
1.CAlon Mahasiswa sudah tamat aliyah atau yang sederajat, utk bagian
-i'dad lughawi : nilai rata2 7 dan ijasah belum lewat 3 tahun
-i'dad takmili : nilai rata2 8 dan ijasah belum lewat 4 tahun
-i'dad syari'ah : nilai rata2 8 dan ijasah belum lewat 5 tahun
2.sehat jasmani dan rohani
3. berkelakuan baik
4. mampu berbahasa arab dengan baik (baca,tulis,dan bicara)
5. hafal al qur'an (minimal 2 juz utk takmili dan 3 juz utk syari'ah)
6. tercatat sebagai guru/dosen di sekolah/perguruan tinggi (utk diploma)
7. mengkhususkan diri sepenuhnya utk belajar di LIPIA
8. belum pernah diberhentikan dari LIPIA
9. LUlus tes tulis dan tes lisan
___________
B.BErkas yg diperlukan
1. fotokopi ijasah yg sudah dilegalisir
2. transkrip nilai dan raport terakhir
3.surat keterangan berkelakuakn baik dari kepolisian yg masih berlaku(asli)
4.surat keterangan sehat dari dokter yg masih berlaku(asli)
5.fotokopi KTP yg masih berlaku
6.pasfoto terbaru : 4x6=2 lbr,3x4=2lbr,2x3=2lbr
7.rekomendasi dari sekolah atau tokoh masyarakat
______________
C.Masa Belajar
- i'dad lughawi(persiapan bahasa):2 tahun
- takmili (pra universitas):1 tahun
- syari'ah (universitas):4 tahun
- diploma (program guru bhs arab):1 tahun (2 semester)
* tahun pelajaran baru(2009-2010) akan dimulai : Kamis 1 Oktober 2009 M
__________________
tanggal ujian masuk utk tahun ajaran 2009 ini:
I'dad Lughawi dan Takmili :
- 22 s.d 26 juni 2009M
- 29 juni 2009M
- 1 Juli 2009M
Syari'ah :
- 22 s.d 26 JUni 2009M
- 29 JUni 2009 M
________________
_________________
Keterangan lebih lanjut :
alamat:jl.buncit raya no.5A Ragunan Jaksel PO.BOX 3345 JAkarta 10002 - Cable : MAHADIA JAKARTA Telp : 7814485-7814486 Fax.7826002.
A.Syarat PEndaftaran
1.CAlon Mahasiswa sudah tamat aliyah atau yang sederajat, utk bagian
-i'dad lughawi : nilai rata2 7 dan ijasah belum lewat 3 tahun
-i'dad takmili : nilai rata2 8 dan ijasah belum lewat 4 tahun
-i'dad syari'ah : nilai rata2 8 dan ijasah belum lewat 5 tahun
2.sehat jasmani dan rohani
3. berkelakuan baik
4. mampu berbahasa arab dengan baik (baca,tulis,dan bicara)
5. hafal al qur'an (minimal 2 juz utk takmili dan 3 juz utk syari'ah)
6. tercatat sebagai guru/dosen di sekolah/perguruan tinggi (utk diploma)
7. mengkhususkan diri sepenuhnya utk belajar di LIPIA
8. belum pernah diberhentikan dari LIPIA
9. LUlus tes tulis dan tes lisan
___________
B.BErkas yg diperlukan
1. fotokopi ijasah yg sudah dilegalisir
2. transkrip nilai dan raport terakhir
3.surat keterangan berkelakuakn baik dari kepolisian yg masih berlaku(asli)
4.surat keterangan sehat dari dokter yg masih berlaku(asli)
5.fotokopi KTP yg masih berlaku
6.pasfoto terbaru : 4x6=2 lbr,3x4=2lbr,2x3=2lbr
7.rekomendasi dari sekolah atau tokoh masyarakat
______________
C.Masa Belajar
- i'dad lughawi(persiapan bahasa):2 tahun
- takmili (pra universitas):1 tahun
- syari'ah (universitas):4 tahun
- diploma (program guru bhs arab):1 tahun (2 semester)
* tahun pelajaran baru(2009-2010) akan dimulai : Kamis 1 Oktober 2009 M
__________________
tanggal ujian masuk utk tahun ajaran 2009 ini:
I'dad Lughawi dan Takmili :
- 22 s.d 26 juni 2009M
- 29 juni 2009M
- 1 Juli 2009M
Syari'ah :
- 22 s.d 26 JUni 2009M
- 29 JUni 2009 M
________________
_________________
Keterangan lebih lanjut :
alamat:jl.buncit raya no.5A Ragunan Jaksel PO.BOX 3345 JAkarta 10002 - Cable : MAHADIA JAKARTA Telp : 7814485-7814486 Fax.7826002.
Detik-Detik Pengumuman Hasil UN SMA 2009
Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh
Ujian Nasinal tingkat SMA telah berlalu, kini tiba saatnya untuk diumumkan. Berharap dengan disertai dengan kecemasan yang mendalam.Dalam hati siswa tentunya berharap bahwa pengumuman UN yang rencana akan diumumkan esok, hari sabtu, 13 Juni 2009 adalah saat-saat yang menyenangkan, dengan hasil LULUS. Namun demikian kecemasan juga melanda mereka.Jangan,jangan surat keterangan kelulusan tertulis dengan jelas..TIDAK LULUS.
Dari tahun ketahun UN selalu mengundang dilematis. Salah satunya UN dijadikan alat untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan di suatu daerah maupun secara nasional. Namun disisi lain UN juga menjadi tolok ukur kelulusan bagi siswa. Bila nilai UN yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan batas kelulusan maka ia harus menelan pil pahit. Bagaimana tidak masa pendidikan yang selama 3 tahun harus gagal hanya hitungan hari saja.
Memang bila kita tidak menggunakan UN, tampaknya sulit untuk mengukur keberhasilan pendidikan. Namun kalau UN dijadikan penentu dominan bagi kelulusan siswa, ini saya tidak setuju. Pendidikan seharusnya dipandang sebagai suatu proses. Proses pendidikan diawali dari semester 1 hingga 6. Dalam pendidikan juga terdapat proses pembelajaran dari sem 1-sem 6. Seharusnya penilaian yang dilakukan harus mencakup selama proses pembelajaran itu berlangsung. Begitu pula penilaian untuk menentukan kelulusan siswa harus mengacu kesana, yaitu melakukan penilaian selama proses pembelajaran berlangsung. Sehingga hasil dari penilaian akhir itu benar-benar menggambarkan kemampuan siswa dalam menguasai Standar Kompetensi dan kompetensi standar serta KKM yang telah ditentukan oleh pihak sekolah ketika menyusun kurikulumnya. Lebih ideal lagi bahwa yang melakukan penilaian baik awal maupun penilaian kelulusan adalah guru yang mengajar secara langsung. Karena guru yang mengajar tersebut yang paling mengetahui tingkat kemampuan dan tingkat penguasaan siswa terhadap SK dan KD yang telah ditentukan.
Dengan mengacu alur berfikir diatas maka penulis mengusulkan kepada pembuat kebijakan bahwa :
1. Ujian Nasional jangan dijadikan ukuran dominan bagi penentuan kelulusan siswa.
2. Pihak sekolah/ guru diberikan kewenangan untuk melakukan penilaian kelulusan peserta didik.
3. Dasar penilai kelulusan hendaknya memperhatikan penguasaan SK dan KD peserta didik sejak semester 1 hingga 6.Artinya nilai rapor sem 1 hingga 6 juga dijadikan variable dalam penentuan kelulusan siswa.
4. Penentuan kelulusan siswa tidak hanya dipandang dari segi kognitif saja namun juga memperhatikan segi afektif atau sikap.
Saya berpesan kepada seluruh peserta didik ( tingkat SLTA ) agar dapat bersikap secara arif dan bijaksana dalam menanti hasil ujian nasional, yang rencananya akan diumumkan hari sabtu 13 Juni 2009.
1. Bagi kalian yang dinyatakan lulus, jangan melakukan bukti syukur secara berlebihan atau melanggar norma masyarakat.
2. Bagi kalian yang dinyatakan tidak lulus UN maka bersabarlah, karena dibalik suatu peristiwa pastilah ada hikmahnya. Masih ada hari esok untuk memperbaiki diri.
Akhirnya selamat mensyukuri atas karunia ALLOH yang telah diberikan kepada kalian semua.
Saya turut berdo’a semoga kalian diberikan nikmat berupa LULUS UJIAN NASIONAL.
wassalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.
eka, jumat, 12 juni 2009, jam.17.24
Ujian Nasinal tingkat SMA telah berlalu, kini tiba saatnya untuk diumumkan. Berharap dengan disertai dengan kecemasan yang mendalam.Dalam hati siswa tentunya berharap bahwa pengumuman UN yang rencana akan diumumkan esok, hari sabtu, 13 Juni 2009 adalah saat-saat yang menyenangkan, dengan hasil LULUS. Namun demikian kecemasan juga melanda mereka.Jangan,jangan surat keterangan kelulusan tertulis dengan jelas..TIDAK LULUS.
Dari tahun ketahun UN selalu mengundang dilematis. Salah satunya UN dijadikan alat untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan di suatu daerah maupun secara nasional. Namun disisi lain UN juga menjadi tolok ukur kelulusan bagi siswa. Bila nilai UN yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan batas kelulusan maka ia harus menelan pil pahit. Bagaimana tidak masa pendidikan yang selama 3 tahun harus gagal hanya hitungan hari saja.
Memang bila kita tidak menggunakan UN, tampaknya sulit untuk mengukur keberhasilan pendidikan. Namun kalau UN dijadikan penentu dominan bagi kelulusan siswa, ini saya tidak setuju. Pendidikan seharusnya dipandang sebagai suatu proses. Proses pendidikan diawali dari semester 1 hingga 6. Dalam pendidikan juga terdapat proses pembelajaran dari sem 1-sem 6. Seharusnya penilaian yang dilakukan harus mencakup selama proses pembelajaran itu berlangsung. Begitu pula penilaian untuk menentukan kelulusan siswa harus mengacu kesana, yaitu melakukan penilaian selama proses pembelajaran berlangsung. Sehingga hasil dari penilaian akhir itu benar-benar menggambarkan kemampuan siswa dalam menguasai Standar Kompetensi dan kompetensi standar serta KKM yang telah ditentukan oleh pihak sekolah ketika menyusun kurikulumnya. Lebih ideal lagi bahwa yang melakukan penilaian baik awal maupun penilaian kelulusan adalah guru yang mengajar secara langsung. Karena guru yang mengajar tersebut yang paling mengetahui tingkat kemampuan dan tingkat penguasaan siswa terhadap SK dan KD yang telah ditentukan.
Dengan mengacu alur berfikir diatas maka penulis mengusulkan kepada pembuat kebijakan bahwa :
1. Ujian Nasional jangan dijadikan ukuran dominan bagi penentuan kelulusan siswa.
2. Pihak sekolah/ guru diberikan kewenangan untuk melakukan penilaian kelulusan peserta didik.
3. Dasar penilai kelulusan hendaknya memperhatikan penguasaan SK dan KD peserta didik sejak semester 1 hingga 6.Artinya nilai rapor sem 1 hingga 6 juga dijadikan variable dalam penentuan kelulusan siswa.
4. Penentuan kelulusan siswa tidak hanya dipandang dari segi kognitif saja namun juga memperhatikan segi afektif atau sikap.
Saya berpesan kepada seluruh peserta didik ( tingkat SLTA ) agar dapat bersikap secara arif dan bijaksana dalam menanti hasil ujian nasional, yang rencananya akan diumumkan hari sabtu 13 Juni 2009.
1. Bagi kalian yang dinyatakan lulus, jangan melakukan bukti syukur secara berlebihan atau melanggar norma masyarakat.
2. Bagi kalian yang dinyatakan tidak lulus UN maka bersabarlah, karena dibalik suatu peristiwa pastilah ada hikmahnya. Masih ada hari esok untuk memperbaiki diri.
Akhirnya selamat mensyukuri atas karunia ALLOH yang telah diberikan kepada kalian semua.
Saya turut berdo’a semoga kalian diberikan nikmat berupa LULUS UJIAN NASIONAL.
wassalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.
eka, jumat, 12 juni 2009, jam.17.24
Kamis, Juni 11, 2009
Pandangan Sosiologi Terhadap Fecebook
Facebook situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Setelah itu keanggotaannya ditambah ke universitas-universitas lain di Amerika, hingga akhirnya facebook merupakan situs jejaringan yang sangat fenomenal ini, merupakan situs jejaring sosial yang paling sukses di dunia, melapaui Friendster yang merupakan situs serupa. Maka tak heran jika situs ini menjadi favorit sebagai media pertemanan atau silahturahmi tanpa batas ruang dan waktu.
Sosiologi adalah ilmu yang mengkaji berbagai hubungan social yang terjadi di masyarakat.Penemuan unsure budaya baru ini , juga dapat menjadi kajian sosiologi. Dengan kajian sosiologi yang obyektif maka diharapkan kehadiran facebook ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Perlu kajian data empiris tentang facebook ini , apakah memberikan pengaruh positif ataukan pengaruh negatif yang lebih dominan di masyarakat.
Setiap anggota masyarakat akan sangat tergantung sekali dengan individu lainnya. Karena pada dasarnya manusia memiliki kelemahan / kekurangan dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam proses hubungan tadi dapat diakukan baik secara langsung maupun tidak secara langsung. Bila secara langsung maka anggota masyarakat yang berinteraksi tersebut dapat bertatap muka secara langsung maupun menggunakan suatu media. Dengan adanya facebook ini anggota masyarakat dapat menjalin interaksi lebih luas, lebih mendalam dan tidak hanya terbatas pada lingkungan fisik semata.
Ikatan-ikatan emosional disuatu tempat akan semakin menipis dan mungkin dapat pudar dan berganti dengan ikatan emosional lebih luas bahkan dengan facebook ini batas Negara, batas wilayah tidak lagi menjadi penghambat dalam proses interaksi tersebut. Masyarakat akan terbawa dalam suatu budaya global, tidak lagi berada dalam budaya local. Oleh karena itu untuk mengantisipasi pengaruh negative dari facbook ini perlu adanya kajian yang lebih mendalam. Karena sulit sekali rasanya di era kebebasan ini akses internet dikebiri lagi. Yang terpenting kita siapkan mentalitas bangsa yang kokoh sehingga dampak begatif dari facebook tidak masuk dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Perlu diakui bahwa kelahiran facebook ini merupakan suatu hal yang luar biasa. Banyak sekali manfaat yang bias diperoleh. Kita dapat bertukarpikiran dengan warga Negara lain.Kita dapat menjalin tali silaturahmi antar bangsa, kita dapat dengan cepat memperoleh informasi yang sedang terjadi di belahan bumi yang lain.
Dalam teori perubahan social bahwa ada suatu factor yang dapat menghambat perubahan yaitu adanya kecurigaan terhadap masuknya pengaruh/budaya baru yang dapat mengancam stabilitas masyarakat. Adanya ketertutupan warga masyarakat terhadap hal-hal baru akan mengahambat proses perubahan yang sedang brlangsung. Suatu dampak adanya masuknya pengaruh dari luar memang memiliki dua aspek baik secara positif maupun negative. Perkembangan IT dengan Facebook ini merupakan gejala menyatukan semua unsure budaya setempat menjadi budaya global. Pada masyarakat kita perlu untuk diajarkan bagaimana mensikapi terhadap masuknya pengaruh yang datag dari luar. Perlu untuk keterlibatan dari semua pihak untuk memahamkan secara arif dan bijaksana setiap unsure perubahan yang sedang berlangsung. Sangat tidak bijaksana tiba-tiba ( dengan tidak melalui pengkajian yang mendalam ) kita memvonis bahwa facebook adalah haram. Kita harus mampu memilah-milah unsure budaya yang sedang berjalan tersebut, diantaranya facebook. Yang menjadi problem terbesar adalah ketidaksiapkan “mental” masyarakat dalam memanfaatkan facebook tersebut sebagai suatu media atau sarana dalam memudahkan/memenuhi kebutuhan hidupnya. Sikap mental yang sehat perlu ditumbuhkan. Pikiran waspada memang perlu untuk mengantisipasi pengaruh negative yang muncul. Tetapi jangan membabibuta, dengan mengatakan facebook itu haram. Negara lain akan semakin maju dalam perkembangan IT , sementara Negara kita akan semakin tertinggal. Dalam era gobalisasi ini Negara yang mengauasai IT maka ialah yang akan menguasai dunia. Contoh kongkrit “ sudahkah bangsa Indonesia memiliki merk Handphon dengan hak paten nama Indonesa? Kita hanya akan menjadi Negara konsumen produk dari kemajuan IT yang dimiliki oleh Negara lain. Suatu saat nanti facebook dapat berkembang lagi kearah yang lebih dahsyat lagi. Kita di era tahun 1980 tidak mengira bahwa masyarakat akan seperti saat ini , tanpa batas Negara, tanpa batas wilayah, tanpa batas bahasa dan tanpa batas yang lain. Sesuatu yang terjadi di Negara lain dapat dengan sekejap kita ketahui.
Simak proses social ini…penemuan baru>>>>>masuk ke Negara lain>>>>>perubahan social >>>>perubahan positif/dikehendaki atau perubahan negative atau tidak dikendaki. Masuknya pengaruh dari luar ( IT atau facebook) bias saja menyebabkan disintegrasi social. Misalnya : nilai kebebasan sebebas-bebasnya yang dimiliki duania barat masuk ke Negara kita. kita Kemuadian mempengaruhi masyarakat kita sehingga berperilaku sebebas-bebasnya ( misalnya :free sex ).dengan maraknya pergaulan bebas maka system norma menjadi tidak berfungsi dengan optimal. Kemudian masyarakat akan memiliki sikap, pandangan, konsep bahwa hidup ini adalah bebas sebebasnya tanpa aturan lagi. Namun Negara kita kan memiliki kepribadian lain bahwa prinsip kebebasan yang bertanggungjawab yang didasarkan pada Dasar Negara. Asumsi ini memang belum melalui pengkajian secara mendalam. Namun secara logika hal tersebut mungkin sekali dapat terjadi. Sekarang kita tinggal membekali, mempersiapkan warga masyarakat sebagai pengguna kemajuan teknologi/ melalui face book ini agar dapat secara arif dan bijaksana dalam memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sosiologi adalah ilmu yang mengkaji berbagai hubungan social yang terjadi di masyarakat.Penemuan unsure budaya baru ini , juga dapat menjadi kajian sosiologi. Dengan kajian sosiologi yang obyektif maka diharapkan kehadiran facebook ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Perlu kajian data empiris tentang facebook ini , apakah memberikan pengaruh positif ataukan pengaruh negatif yang lebih dominan di masyarakat.
Setiap anggota masyarakat akan sangat tergantung sekali dengan individu lainnya. Karena pada dasarnya manusia memiliki kelemahan / kekurangan dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam proses hubungan tadi dapat diakukan baik secara langsung maupun tidak secara langsung. Bila secara langsung maka anggota masyarakat yang berinteraksi tersebut dapat bertatap muka secara langsung maupun menggunakan suatu media. Dengan adanya facebook ini anggota masyarakat dapat menjalin interaksi lebih luas, lebih mendalam dan tidak hanya terbatas pada lingkungan fisik semata.
Ikatan-ikatan emosional disuatu tempat akan semakin menipis dan mungkin dapat pudar dan berganti dengan ikatan emosional lebih luas bahkan dengan facebook ini batas Negara, batas wilayah tidak lagi menjadi penghambat dalam proses interaksi tersebut. Masyarakat akan terbawa dalam suatu budaya global, tidak lagi berada dalam budaya local. Oleh karena itu untuk mengantisipasi pengaruh negative dari facbook ini perlu adanya kajian yang lebih mendalam. Karena sulit sekali rasanya di era kebebasan ini akses internet dikebiri lagi. Yang terpenting kita siapkan mentalitas bangsa yang kokoh sehingga dampak begatif dari facebook tidak masuk dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Perlu diakui bahwa kelahiran facebook ini merupakan suatu hal yang luar biasa. Banyak sekali manfaat yang bias diperoleh. Kita dapat bertukarpikiran dengan warga Negara lain.Kita dapat menjalin tali silaturahmi antar bangsa, kita dapat dengan cepat memperoleh informasi yang sedang terjadi di belahan bumi yang lain.
Dalam teori perubahan social bahwa ada suatu factor yang dapat menghambat perubahan yaitu adanya kecurigaan terhadap masuknya pengaruh/budaya baru yang dapat mengancam stabilitas masyarakat. Adanya ketertutupan warga masyarakat terhadap hal-hal baru akan mengahambat proses perubahan yang sedang brlangsung. Suatu dampak adanya masuknya pengaruh dari luar memang memiliki dua aspek baik secara positif maupun negative. Perkembangan IT dengan Facebook ini merupakan gejala menyatukan semua unsure budaya setempat menjadi budaya global. Pada masyarakat kita perlu untuk diajarkan bagaimana mensikapi terhadap masuknya pengaruh yang datag dari luar. Perlu untuk keterlibatan dari semua pihak untuk memahamkan secara arif dan bijaksana setiap unsure perubahan yang sedang berlangsung. Sangat tidak bijaksana tiba-tiba ( dengan tidak melalui pengkajian yang mendalam ) kita memvonis bahwa facebook adalah haram. Kita harus mampu memilah-milah unsure budaya yang sedang berjalan tersebut, diantaranya facebook. Yang menjadi problem terbesar adalah ketidaksiapkan “mental” masyarakat dalam memanfaatkan facebook tersebut sebagai suatu media atau sarana dalam memudahkan/memenuhi kebutuhan hidupnya. Sikap mental yang sehat perlu ditumbuhkan. Pikiran waspada memang perlu untuk mengantisipasi pengaruh negative yang muncul. Tetapi jangan membabibuta, dengan mengatakan facebook itu haram. Negara lain akan semakin maju dalam perkembangan IT , sementara Negara kita akan semakin tertinggal. Dalam era gobalisasi ini Negara yang mengauasai IT maka ialah yang akan menguasai dunia. Contoh kongkrit “ sudahkah bangsa Indonesia memiliki merk Handphon dengan hak paten nama Indonesa? Kita hanya akan menjadi Negara konsumen produk dari kemajuan IT yang dimiliki oleh Negara lain. Suatu saat nanti facebook dapat berkembang lagi kearah yang lebih dahsyat lagi. Kita di era tahun 1980 tidak mengira bahwa masyarakat akan seperti saat ini , tanpa batas Negara, tanpa batas wilayah, tanpa batas bahasa dan tanpa batas yang lain. Sesuatu yang terjadi di Negara lain dapat dengan sekejap kita ketahui.
Simak proses social ini…penemuan baru>>>>>masuk ke Negara lain>>>>>perubahan social >>>>perubahan positif/dikehendaki atau perubahan negative atau tidak dikendaki. Masuknya pengaruh dari luar ( IT atau facebook) bias saja menyebabkan disintegrasi social. Misalnya : nilai kebebasan sebebas-bebasnya yang dimiliki duania barat masuk ke Negara kita. kita Kemuadian mempengaruhi masyarakat kita sehingga berperilaku sebebas-bebasnya ( misalnya :free sex ).dengan maraknya pergaulan bebas maka system norma menjadi tidak berfungsi dengan optimal. Kemudian masyarakat akan memiliki sikap, pandangan, konsep bahwa hidup ini adalah bebas sebebasnya tanpa aturan lagi. Namun Negara kita kan memiliki kepribadian lain bahwa prinsip kebebasan yang bertanggungjawab yang didasarkan pada Dasar Negara. Asumsi ini memang belum melalui pengkajian secara mendalam. Namun secara logika hal tersebut mungkin sekali dapat terjadi. Sekarang kita tinggal membekali, mempersiapkan warga masyarakat sebagai pengguna kemajuan teknologi/ melalui face book ini agar dapat secara arif dan bijaksana dalam memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Label:
MATERI PELAJARAN SOSIOLOGI
Selasa, Juni 09, 2009
Nilai Ulangan Akhir Semester 2 Mapel Sosiologi Kl. XI IS Th.2008-2009
Siswa yang memperoleh nilai UAS Sem 2 kurang dari 6,6 maka harus mengerjakan soal dibawah ini dengan mengikuti petunjuk mengerjakan.
Petunjuk Mengerjakan :
1. Isi dengan identitas lengkap : nama, kelas, no absen.
2. Kerjakan pada kertas HVS.
3. Ditulis tangan.
4. Dikumpulkan paling lambat hari rabu, 10 Juni 2009, pukul 10.00.
Pertanyaan :
Jelaskan peran dan fungsi dari berbagai elemen yang membentuk kesatuan dalam suatu masyarakat multicultural ? dan berikan contoh kongkrit dalam kehidupan sehari-hari ?

Catatan :
1. Kesempatan untuk remidi sangat-sangat terbatas.Pada hari Kamis nilai rapor harus sudah jadi.Pada hari Jumat akan dirapatkan. Jadi hanya ada di hari Rabu untuk melakukan remidi.Setelah nilai remidi masuk, kemudian diolah dengan komponen nilai lainnya untuk membuat nilai akhir ( nilai rapor ). Jadi kalian harus memahami
kesibukan guru dalam mengolah nilai.
2. Bagi kalian yang merasa keberatan dengan remidi ini maka TIDAK PERLU UNTUK MENGUMPULKAN TUGAS.Saya akan mengolah nilai apa adanya.
Kebumen, 9 Juni 2009.Pukul: 15.45
Guru Mapel
Eka Gunawan
132 094 858
Petunjuk Mengerjakan :
1. Isi dengan identitas lengkap : nama, kelas, no absen.
2. Kerjakan pada kertas HVS.
3. Ditulis tangan.
4. Dikumpulkan paling lambat hari rabu, 10 Juni 2009, pukul 10.00.
Pertanyaan :
Jelaskan peran dan fungsi dari berbagai elemen yang membentuk kesatuan dalam suatu masyarakat multicultural ? dan berikan contoh kongkrit dalam kehidupan sehari-hari ?

Catatan :
1. Kesempatan untuk remidi sangat-sangat terbatas.Pada hari Kamis nilai rapor harus sudah jadi.Pada hari Jumat akan dirapatkan. Jadi hanya ada di hari Rabu untuk melakukan remidi.Setelah nilai remidi masuk, kemudian diolah dengan komponen nilai lainnya untuk membuat nilai akhir ( nilai rapor ). Jadi kalian harus memahami
kesibukan guru dalam mengolah nilai.
2. Bagi kalian yang merasa keberatan dengan remidi ini maka TIDAK PERLU UNTUK MENGUMPULKAN TUGAS.Saya akan mengolah nilai apa adanya.
Kebumen, 9 Juni 2009.Pukul: 15.45
Guru Mapel
Eka Gunawan
132 094 858
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)
