Minggu, Mei 17, 2009

Social Group



Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya selalu berhubungan dengan manusia yang lain.Setiap individu tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri yang memiliki kekurangan , sehingga ia perlu untuk membentuk suatu kelompok sosial agar seluruh kebutuhannya dapat terpenuhi.Kelompok sosial tersebut merupakan kumpilan individu-individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbale balik yang cukup intensive dan teratur sehingga diharapkan terbentuk pembagian tugas, struktur serta norma-norma tertentu yang berlaku bagi mereka.
Kelompok sosial pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu, kelompok teratur dan tidak teratur.Kelompok sosial yang teratur dapat dibedakan berdasarkan criteria:
1. Besar kecilnya anggota yaitu kelompok primer dan sekunder.
2. Derajat organisasi yaitu kelompok formal dan informal.
3. Interaksinya yaitu ferensi group dan membership group.
Sedangkan kelompok sosial yang tidak teratur dibedakan menjadi dua yaitu kerumunan dan public.
Kelompok primer memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Hubungan sesame anggota saling berdekatan.
2. Jumlah anggotanya relative kecil
3. Hubungan antar anggota agak permanent.
4. Adanya kesamaan tujuan dalam kelompok
5. Hubungan antar anggota terjadi secara sukarela.
6. Hubungan antar anggota bersifat inklusif , artinya tidak dapat digantikan orang lain.

Kelompok primer ini dapat memberikan pengaruh yang besar bagi individu anggota kelompok karena dapat memperbesar rasa solidaritas dan memberikan pegangan kepada individu agar tidak bingung dan stres.
Contoh kelompok primer adalah : keluarga.

Kelompok sekunder memiliki cirri-ciri sebagai berikut
1. Jumlah anggotanya relative banyak sehingga tidak saling mengenal satu sama lainnya.
2. Hubungan antar anggota relative renggang sehingga tidak dibutuhkan hubungan yang bersifat pribadi.
3. Sifatnya tidak permanent
4. Hubungannya cenderung bersifat hubungan formil, kontak sosial yang terjadi felatif sedikit, ada hubungan bila ada kepentingan tertentu saja.
Keputusan-keputusan yang diambil dalam kelompok ini lebih mengutamakan obyektivitas dan tidak mempertimbangkan factor pribadi, dank arena tidak ada loyalitas terhadap kelompoknya maka tidak ada landasan yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama.


Kelompok formal
Kelompok formal ini adalah kelompok yang memiliki peraturan tegas dan sengaja dibentuk untuk ditaati dan mengatur hubungan antar anggotanya.Karena organisasinya resmi maka dikenal struktur organisasi kelompok, sehingga terdapat hirarkhi karena terdapat pembedaan tugas dan wewenang.Loyalitas anggotanya bukan lagi kepada kelompok melainkan kepada peraturan yang telah dibuat.
Kelompok informal
Adalah kelompok yang tidak resmi, tidak memiliki struktur organisasi yang pasti, jadi kelompok ini tidak didukung oleh peraturan-peraturan tertulis yang pasti.Kelompok ini pada umumnta terbentuk karena adanya pengalaman dan kepentingan yang sama dari para anggotanya.

Membership group
Adalah kelompok dimana setiap orang yang secara fisik tercatat menjadi anggota kelompok tersebut.Kelompok ini dibagi menjadi dua yaitu,:
1. Nominal group member : anggota yang masih berinteraksi dengan kelompok sosial yang bersangkutan, akan tetapi interaksinya dengan anggota lainnya berkurang.
2. Perihal group member : seseorang yang seolah-olah tidak menjadi anggota kelompok tersebut sehingga kelompok tersebut tidak memiliki kekuasaan terhadap anggota kelompok tersebut.

Reference group
Merupakan kelompok sosial yang menjadi ukuran bagi seseorang ( ia bukan sebagai anggota kelompok ) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.

Kerumunan /crowd
Memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Adanya kehadiran individu-individu secara fisik dan ukurannya.dalam terbentuknya kerumunan ini juga diperlukan adanya suatu perhatian terhadap suatu hal.
2. Merupakan kelompok yang tidak terorganisir, oleh karena itu tidak memiliki pemimpin dan tidak memiliki pembagian kerja maupun system pelapisan sosial.sehingga interaksinya bersifat spontan,spontan,tidak dapat diduga, setiap individu yang hadir dalam kelompok ini memiliki kedudukan yang sama.
Oleh Mayor Polak , kerumunan dikelompokkan menjadi dua yaitu kerumunan aktif dan ekspresif. Kerumunan aktif timbulnya secara spontan, bersifat emosional,bersifat destruktif yang bertujuan merusak.Perbuatan ini dilakukan untuk melepaskan perasaan tidak puas, kemarahan maupun kejengkelan terhadap suatu hal.Kerumunan ini dapat menjalar luas karena adanya penularan-penularan sosial.
Sedangkan kerumunan ekspresif tidak mengenal pusat perhatian maupun tujuan yang sama, malainkan hanya mengenal emosi saja.Kerumunan semacam ini tidak merusak, hanya sekadar melepaskan ketegangan emosi sja.
Kerumunan ekspresif dapat berubah menjadi kerumunan aktif.Misalnya penonton sepak bola yang marah pada wasit karena tidak dapat bersikap adil dalam memimpin jalannya sepak bola.

Bentuk-bentuk kerumunan :
1.ditinjau dari struktur sosial
a. formal audience : penonton bioskop
b.planned expresisive group : kerumunan dansa.
2.kerumunan sementara:
a. inconvenient aggregation : kerumunan kurang menyenangkan: antri karcis.
b. panic crowd ; kerumunan kebakaran.
c.spectator crowd : kerumunan ingin melihat sesuatu ( kecelakaan laulintas )
3.melawan hokum:
a. acting mob: pembunuhan beramai-ramai.
Immoral crowd : pesta sex.



Public:
Berbeda dengan kerumunan, pada public ini individu-individu tidak saling bertemu/tatap muka.Interaksinya terjadi secara tidak langsung/melalui alat-alat media.Kelompok ini terjadi karena adanya minat, kegemaran yang sama dan kepentingan yang sama.Dalam public ini kepentingan pribadi lebih menonjol dari pada kepentingan umum.Untuk mempertemukan public ini dapat melalui berita-berita.
Publik dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kelompok vested interst, new comer dan kelompok pasif.


Massa:
Berbeda dengan crowd, pada massa merupakan kumpulan orang banyak yang mempunyai kehendak/pandangan yang sama, tetapi tidak berkerumun pada suatu tempat tertentu dan mengikuti kejadian penting melalui alat-alat komunikasi modern.Setiap massa memiliki intraksi secara terpisah, sehingga tindakannya tidak spontan terhadap sugenti yang timbul, masaa ini lebih bersifat rasional. ( J.Dwi Narwoko, 2008 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar