Jumat, Mei 22, 2009

Teori Kekerasan



Istilah kekerasan digunakan untuk menggambarkan suatu perilaku, baik terbuka, tertutup, menyerang maupun bertahan yang disertai penggunaan kekuatan terhadap orang lain. Kekerasan terbuka adalah kekerasan yang dapat dilihat, seperti perkelahian. Kekerasan tertutup adalah kekerasan yang tidak secara langsung, seperti mengancam. Kekerasan agresif adalah kekerasan yang dilakukan tidak untuk perlindungan, dilakukan untuk mendapatkan sesuatu.Kekerasan defensive e adalah kekerasan yang dilakukan untuk perlindungan diri.

Kekerasan kolektif
Adalah kekerasan yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang dilakukan secara bersama-sama. Mnurut Le Bon, kekerasan kolektif ini berkaitan dengan irasionalitas, emosionalitas dan peniruan individu yang lepas dari pembatasan sosial suatu organisasi sosial. Individu-individu yang berada dalam suatu kelompok/crowd dianggap saling meniru, sehingga saling memperkuat dan memperbesar emosionalitas dan irasionalitas sesamanya.
Teori baru tentang kekerasan kolektif ini menunjukkan bahwa pada dasarnya kekerasan kolektif muncul dari situasi kongkrit yang sebelumnya didahului oleh sharring gagasan, nilai, tujuan dan masalah bersama dalam kurun waktu yang lebih lama. Masalah bersama merupakan factor yang paling penting dan bisa melibatkan perasaan akan bahaya. Oleh Ted Robert Gurr dikatakan bahwa individu yang memberontak sebelumnya harus memiliki latar belakang situasi, seperti rasa ketidakadilan, kemarahan moral dan kemudian memberikan respon terhadap sumber penyebab kemerahan tersebut.

Tetorisme
Suatu hal yang sangat menentukan keberhasilan gerakan terorisme adalah efektivitas dalam menimbulkan ketakutan, baik terhadap obyek serangan secara langsung maupun tidak secara langsung. Para teroris biasanya melakukan tindakannya dalam bentuk yang spesifik yang bisa dialami oleh segmen public yang sangat luas. Sifat serangan yang acak sering dalam kaitannya dengan waktu dan tempat dapat memperbesar ketakutan pada obyek sasaran terorisme tersebut.
Kegiatan terorisme sangat signifikan dengan media massa, karena pada dasarnya efektifitas terorisme terletak pada ketakutan public yang berhasil disebarluaskan melalui media massa tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar